
|
Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Bahasa dan Seni
Program Studi S1 Sastra Jerman
|
Kode Dokumen |
SEMESTER LEARNING PLAN |
Course |
KODE |
Rumpun MataKuliah |
Bobot Kredit |
SEMESTER |
Tanggal Penyusunan |
Literaturwerke fuer Anfaenger |
7920602273 |
Mata Kuliah Wajib Program Studi |
T=0 |
P=0 |
ECTS=0 |
1 |
2 September 2024 |
OTORISASI |
Pengembang S.P |
Koordinator Rumpun matakuliah |
Koordinator Program Studi |
Dr. Wisma Kurniawati, M.Pd.
|
Dr. Wisma Kurniawati, M.Pd.
|
WISMA KURNIAWATI |
Model Pembelajaran |
Case Study |
Program Learning Outcomes (PLO)
|
PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah |
PLO-2 |
Menunjukkan karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif, inklusif, belajar sepanjang hayat, dan berjiwa kewirausahaan |
PLO-3 |
Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan |
PLO-7 |
Mampu menguasai konsep teoretis kesusastraan dan menganalisis karya sastra dengan pendekatan ilmiah. |
Program Objectives (PO) |
PO - 1 |
Mahasiswa mampu bekerja secara kolaboratif, tangguh, adaptif dan inovatif, tidak mudah putus asa ketika menghadapi kesulitan serta mampu mempromosikan hasil kerja yang dipresentasikan kepada khalayak masyarakat atau industri.
|
PO - 2 |
Mahasiswa mampu mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam menjelaskan teori sastra dan metode analisis sastra serta mengaplikasikan teori dan metode sastra dalam kajian karya sastra Jerman yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
|
PO - 3 |
Mahasiswa mampu menjelaskan teori sastra dan metode analisis sastra serta penerapan teori dan metode sastra dalam kajian karya sastra Jerman yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dan mempresentasikan hasil kajian tersebut, baik secara berkelompok maupun secara individual.
|
Matrik PLO-PO |
| |
| PO | PLO-2 | PLO-3 | PLO-7 | | PO-1 | ✔ | | | | PO-2 | | ✔ | | | PO-3 | | | ✔ |
|
Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO) |
| |
| PO |
Minggu Ke |
| 1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
| PO-1 | | | ✔ | | | | | ✔ | | ✔ | ✔ | ✔ | ✔ | ✔ | ✔ | | | PO-2 | | | | | | | | | ✔ | | | | | | | | | PO-3 | ✔ | ✔ | | ✔ | ✔ | ✔ | ✔ | | | | | | | | | ✔ |
|
Deskripsi Singkat Mata Kuliah
|
Mata kuliah ini memberikan pembekalan kepada mahasiswa tentang teori sastra dan metode analisis sastra serta penerapannya dalam kajian terhadap karya sastra Jerman, pengarang dan periodisasinya dengan materi pembelajaran mencakup kajian sastra dengan berbagai teori sastra. Pembacaan dan kajian sastra, diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa serta kemampuan memahami pengalaman estetis pengarang sehingga tumbuh kecintaan terhadap karya sastra dan kemampuan mengembangkan sikap menghargai budaya Jerman yang selanjutnya sikap empati terhadap sastra dan budaya sendiri. Pembacaan dan kajian sastra dalam perkuliahan ini juga memberikan dukungan pada isu-isu SDG 4 (Pendidikan berkualitas) dan SDG 5 (Kesetaraan Gender. Perkuliahan diselenggarakan secara luring dan daring. Penilaian dilakukan melalui keaktifan dalam perkuliahan, tugas terstruktur, proyek pembacaan karya sastra dan pementasan mini, UTS, dan UAS. |
Pustaka
|
Utama : |
|
- Ahmadi, Anas. 2023. Teori Sastra: Perspektif Apresiatif. Sidoarjo: Penerbit Delima.
- Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar.
- Kurniawati, Wisma. (2006). Pengantar Teori Sastra. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
|
Pendukung : |
|
- Nurhan, Kenedi (Ed.). 1999. Derabat: Cerpen Pilihan Kompas 1999. Jakarta: Kompas
- Kurniawati, Wisma. (2018). Metanarasi dalam Novel Metamorfosa Karya Franz Kafka. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya, Vol. 2, No. 2. DOI: http://dx.doi.org/10.30651/lf.v2i2.
- Kurniawati, Wisma. (2019). Brechtian Style of Resistance in Herta Mülleräs Novel Herztier. Paramasastra, Vol. 6, No. 2. http://journal.unesa.ac.id/index.php/paramasastra.
- Kurniawati, Wisma dkk. (2019). Uncovering Wounds, Countering Obliviousness: Tragedy of Humanity in Herztier, a Novel by Herta Müller.Vol. 60, 2019. DOI: 10.7176/JLLL
|
Dosen Pengampu
|
Dr. Wisma Kurniawati, M.Pd. |
Minggu Ke- |
Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)
|
Penilaian |
Bantuk Pembelajaran,
Metode Pembelajaran,
Penugasan Mahasiswa,
[ Estimasi Waktu] |
Materi Pembelajaran
[ Pustaka ] |
Bobot Penilaian (%) |
Indikator |
Kriteria & Bentuk |
Luring (offline) |
Daring (online) |
(1) |
(2) |
(3) |
(4) |
(5) |
(6) |
(7) |
(8) |
1
Minggu ke 1 |
- Mahasiswa mampu menjelaskan isi kontrak perkuliahan matakuliah Literaturwerke fuer Anfaenger dan berkomitmen untuk melaksanakannya selama perkuliahan berlangsung.
- Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian sastra, minimal 3 pengertian sastra dari masa yang berbeda-beda dalam kerja kelompok dan diskusi kelas.
- Mahasiswa mampu bekerjasama dalam kelompok untuk menjelaskan ciri-ciri, sifat, dan fungsi umum karya sastra.
- Mahasiswa mampu mengidentifikasi ciri-ciri, sifat, dan fungsi dalam karya sastra Jerman yang telah diterjemahkan oleh dosen.
- Mahasiswa mampu menjelaskan minimal 2 perbedaan ciri-ciri, sifat, dan fungsi antara karya non-sastra dan karya sastra.
|
- Mahasiswa mampu menyebutkan tujuan perkuliahan Literaturwerke fuer Anfaenger, materi yang dipelajari, dan indikator penilaian, minimal 75% benar, serta berkomitmen untuk melaksanakan kontrak perkuliahan yang sudah disepakati selama perkuliahan berlangsung.
- Mahasiswa mampu berpartisipasi dalam kerja kelompok dan diskusi kelas untuk menjelaskan minimal 1 pengertian sastra dan ciri, sifat, atau fungsi umum sastra dengan uraian yang benar.
- Mahasiswa mampu menjelaskan karakteristik umum sastra dengan uraian yang benar dari hasil kerja kelompok berdasarkan referensi yang dibaca.
- Mahasiswa mampu menemukan karakteristik umum sastra dalam karya sastra Jerman terjemahan dalam kerja kelompok diskusi dan mempresentasikan hasil temuan tersebut di kelas.
|
Kriteria:
sangat baik, baik, cukup, kurang baik Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
berdiskusi tentang definisi, ciri-ciri, sifat, dan fungsi sastra, serta mengidentifikasi materi-materi tersebut dalam teks sastra Jerman yang diterjemahkan secara berkelompok maupun diskusi kelas 2 X 50 |
menemukan informasi dari media digital dan lainnya, diskusi kelompok
|
Materi: Sastra dan Karakteristik Sastra Pustaka: Kurniawati, Wisma. (2006). Pengantar Teori Sastra. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. |
3% |
2
Minggu ke 2 |
Mahasiswa mampu mengidentifikasi berbagai jenis (genre) karya sastra dan menjelaskan ciri-ciri setiap jenis karya sastra. |
- Mahasiswa mampu membuat peta konsep tentang jenis-jenis (genre) karya sastra beserta karakteristik umum tiap genre sastra berdasarkan referensi yang dipelajari.
- Mahasiswa mampu mengidentifikasi minimal dua jenis (genre) karya sastra berdasarkan karakteristiknya pada karya yang dipilihkan oleh dosen.
|
Kriteria:
sangat baik, baik, cukup, kurang baik Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio |
Diskusi dalam kelompok kecil, pembelajaran penemuan, presentasi hasil diskusi kelompok
tentang berbagai jenis karya sastra dan ciri-cirinya 2 X 50 |
|
Materi: Pengertian sastra dan ciri-ciri sastra Pustaka: Kurniawati, Wisma. (2006). Pengantar Teori Sastra. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. Materi: Pengertian sastra dan ciri-ciri sastra Pustaka: Ahmadi, Anas. 2023. Teori Sastra: Perspektif Apresiatif. Sidoarjo: Penerbit Delima. |
3% |
3
Minggu ke 3 |
Mahasiswa mampu menjelaskan genre-genre karya sastra dan karakteristik tiap genre sastra dan menemukan karakteristik tiap genre sastra dalam teks-teks Jerman yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. |
- Mahasiswa mampu membuat peta konsep tentang genre sastra beserta karakteristik umum masing-masing genre minimal 60% benar dalam kerja kelompok.
- Mahasiswa mampu mengidentifikasi karakteristik tiap dari teks sastra Jerman terjemahan yang diberikan oleh dosen dalam diskusi kelompok, menentukan genre teks-teks tersebut dan mempresentasikan hasil diskusi di kelas.
|
Kriteria:
baik sekali, baik, cukup, kurang Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Membaca teks secara individual, Diskusi kelas, Kerja Kelompok 2 X 50 |
|
Materi: Genre sastra dan karakteristik umum genre sastra Pustaka: Kurniawati, Wisma. (2006). Pengantar Teori Sastra. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. |
3% |
4
Minggu ke 4 |
Mahasiswa mampu menjelaskan elemen-elemen pembangun sastra genre prosa naratif dan menemukan elemen-elemen tersebut dalam teks sastra Jerman yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. |
- Mahasiswa mampu menyebutkan minimal 3 elemen pembangun teks sastra genre prosa dengan benar.
- Mahasiswa mampu membuat peta konsep tentang sastra genre prosa beserta elemen-elemen pembangunnya minimal 60% benar
- Mahasiswa mampu mengidentifikasi elemen-elemen pembangun teks genre prosa dalam teks sastra Jerman yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia minimal 60% benar dalam kelompok kecil dan mempresentasikan hasil diskusi.
|
Kriteria:
baik sekali, baik, cukup, kurang Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Membaca teks, Metode penemuan, Kerja Kelompok kecil dan presentasi hasil diskusi 2 X 50 |
|
Materi: Genre Prosa Naratif Pustaka: Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar. |
3% |
5
Minggu ke 5 |
Mahasiswa mampu menjelaskan elemen-elemen pembangun sastra genre puisi dan menemukan elemen-elemen tersebut dalam teks sastra Jerman yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. |
- Mahasiswa mampu menyebutkan minimal 3 elemen pembangun teks sastra genre puisi dengan benar.
- Mahasiswa mampu membuat peta konsep tentang sastra genre puisi beserta elemen-elemen pembangunnya minimal 60% benar.
- Mahasiswa mampu mengidentifikasi elemen-elemen pembangun teks genre puisi dalam teks sastra Jerman yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia minimal 60% benar dalam kelompok kecil dan mempresentasikan hasil diskusi.
|
Kriteria:
baik sekali, baik, cukup, kurang Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Membaca teks, Metode penemuan, Kerja Kelompok kecil dan presentasi hasil diskusi 2 X 50 |
|
Materi: Genre Puisi Pustaka: Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar. |
3% |
6
Minggu ke 6 |
Mahasiswa mampu menjelaskan elemen-elemen pembangun sastra genre drama dan menemukan elemen-elemen tersebut dalam teks sastra Jerman yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. |
- Mahasiswa mampu menyebutkan minimal 3 elemen pembangun teks sastra genre drama dengan benar.
- Mahasiswa mampu membuat peta konsep tentang sastra genre drama beserta elemen-elemen pembangunnya minimal 60% benar.
- Mahasiswa mampu mengidentifikasi elemen-elemen pembangun teks genre drama dalam teks sastra Jerman yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia minimal 60% benar dalam kelompok kecil dan mempresentasikan hasil diskusi.
|
Kriteria:
baik sekali, baik, cukup, kurang Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Membaca teks, Metode penemuan, Kerja Kelompok kecil dan presentasi hasil diskusi 2 X 50 |
|
Materi: Genre drama Pustaka: Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar. |
3% |
7
Minggu ke 7 |
Mahasiswa mampu menjelaskan elemen-elemen pembangun sastra digital dan menemukan elemen-elemen tersebut dalam film Jerman dengan teks yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. |
- Mahasiswa mampu menyebutkan minimal 3 elemen pembangun sastra digital dengan benar.
- Mahasiswa mampu membuat peta konsep tentang sastra sastra digital beserta elemen-elemen pembangunnya minimal 60% benar.
- Mahasiswa mampu mengidentifikasi elemen-elemen pembangun sastra digital dalam film Jerman dengan teks yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia minimal 60% benar dalam kelompok kecil dan mempresentasikan hasil diskusi.
|
Kriteria:
baik sekali, baik, cukup, kurang Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Menonton film, Metode penemuan, Kerja Kelompok kecil dan presentasi hasil diskusi 2 X 50 |
|
Materi: Sastra Digital Pustaka: Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar. |
3% |
8
Minggu ke 8 |
Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian sastra, ciri-ciri umum karya sastra, dan elemen-elemen pembangun dua dari empat genre yang telah dipelajari, serta mengaplikasikannya ke dalam dua teks yang disiapkan oleh dosen dengan penjelasan yang benar. |
Poin perolehan nilai didasarkan pada prosentase jawaban yang benar, dengan skor 0 sampai 100 |
Kriteria:
Mahasiswa mendapat skor sesuai dengan prosentase jawaban yang benar, misalnya mahasiswa mendapat skor 100 jika jawaban benar 100%. Bentuk Penilaian : Tes |
Tes tertulis berbentuk soal terbuka-Ujian Tengah Semester 2 X 50 |
|
Materi: semua yang sudah dibahas Pustaka: Kurniawati, Wisma. (2006). Pengantar Teori Sastra. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. Materi: semua yang sudah dibahas Pustaka: Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar. |
20% |
9
Minggu ke 9 |
Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian teori sastra, metode analisis sastra, pengarang, dan periodisasi sastra Jerman, dan menjelaskan hubungan di antara empat hal tersebut. |
- Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian teori sastra, metode analisis sastra, pengarang, dan periodisasi sastra Jerman minimal 60% benar.
- Mahasiswa mampu menjelaskan hubungan antara teori sastra, metode analisis sastra, pengarang, dan periodisasi sastra Jerman minimal 60% benar.
- Mahasiswa mampu membuat peta konsep secara tertulis dan individual pengertian teori sastra, metode analisis sastra, pengarang, dan periodisasi sastra Jerman, dan menjelaskan hubungan di antara empat hal tersebut.
|
Kriteria:
baik sekali, baik, cukup, kurang Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio |
Pembacaan, Metode penemuan, Diskusi, Kerja Kelompok 2 X 50 |
|
Materi: Hubungan antara teori sastra, metode analisis sastra, pengarang, dan periodisasi sastra Pustaka: Kurniawati, Wisma. (2006). Pengantar Teori Sastra. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. |
4% |
10
Minggu ke 10 |
Mahasiswa mampu membuat tabel periodisasi sastra Jerman secara singkat beserta pengarang dan karya yang mewakili setiap periode. |
Mahasiswa mampu menjelaskan satu periode sastra Jerman beserta pengarang dan karya sastra yang mewakili jaman tersebut dalam kerja kelompok serta mempresentasikan hasil diskusi kelompok.minimal 1 jenis alur dalam sastra genre prosa naratif dengan benar. |
Kriteria:
Skor: rentang 0-100 pengamatan: sangat baik, baik, cukup, kurang baik Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio |
Metode penemuan, Kerja Kelompok, presentasi hasil diskusi kelompok 2 X 50 |
|
Materi: Periodisasi sastra Jerman Pustaka: Kurniawati, Wisma. (2006). Pengantar Teori Sastra. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. |
5% |
11
Minggu ke 11 |
Mahasiswa mampu membuat tabel periodisasi sastra Jerman secara singkat beserta pengarang dan karya yang mewakili setiap periode. |
Mahasiswa mampu menjelaskan satu periode sastra Jerman beserta pengarang dan karya sastra yang mewakili jaman tersebut dalam kerja kelompok serta mempresentasikan hasil diskusi kelompok.minimal 1 jenis alur dalam sastra genre prosa naratif dengan benar. |
Kriteria:
Skor: rentang 0-100 pengamatan: sangat baik, baik, cukup, kurang baik Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio |
Metode penemuan, Kerja Kelompok, presentasi hasil diskusi kelompok 2 X 50 |
|
Materi: Periodisasi sastra Jerman Pustaka: Kurniawati, Wisma. (2006). Pengantar Teori Sastra. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. |
4% |
12
Minggu ke 12 |
Mahasiswa mampu memahami karya sastra Jerman yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menggunakan metode strukturalisme. |
- Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian dan karakteristik metode strukturalisme dalam kajian teks sastra minimal 60% benar.
- Mahasiswa mampu membuat peta konsep metode strukturalisme sastra minimal untuk satu genre sastra dengan benar.
|
Kriteria:
baik sekali, baik, cukup, kurang Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Pembacaan individual, diskusi, kerja kelompok 2 X 50 |
|
Materi: Sastra dan Strukturalisme Pustaka: Ahmadi, Anas. 2023. Teori Sastra: Perspektif Apresiatif. Sidoarjo: Penerbit Delima. |
4% |
13
Minggu ke 13 |
Mahasiswa mampu memahami karya sastra Jerman yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menggunakan metode sosiologi sastra. |
- Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian dan karakteristik metode sosiologi sastra dalam kajian teks sastra minimal 60% benar.
- Mahasiswa mampu membuat peta konsep metode sosiologi sastra sastra minimal untuk satu genre sastra dengan benar.
|
Kriteria:
baik sekali, baik, cukup, kurang Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Pembacaan individual, diskusi, kerja kelompok 2 X 50 |
|
Materi: Sastra dan Sosiologi Sastra Pustaka: Ahmadi, Anas. 2023. Teori Sastra: Perspektif Apresiatif. Sidoarjo: Penerbit Delima. |
4% |
14
Minggu ke 14 |
Mahasiswa mampu memahami karya sastra Jerman yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menggunakan metode sosiologi sastra. |
- Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian dan karakteristik metode psikologi sastra dalam kajian teks sastra minimal 60% benar.
- Mahasiswa mampu membuat peta konsep metode psikologi sastra sastra minimal untuk satu genre sastra dengan benar.
|
Kriteria:
baik sekali, baik, cukup, kurang Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Pembacaan individual, diskusi, kerja kelompok 2 X 50 |
|
Materi: Sastra dan Psikologi Pustaka: Ahmadi, Anas. 2023. Teori Sastra: Perspektif Apresiatif. Sidoarjo: Penerbit Delima. |
4% |
15
Minggu ke 15 |
Mahasiswa mampu menjelaskan pemikiran filosofis dalam karya sastra Jerman yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. |
- Mahasiswa mampu menjelaskan kaitan antara sastra dan filsafat dalam kajian teks sastra minimal 60% benar.
- Mahasiswa mampu membuat peta konsep tentang kaitan antara sastra dan filsafat dalam kajian teks sastra minimal untuk satu genre sastra dengan benar.
|
Kriteria:
baik sekali, baik, cukup, kurang Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Pembacaan individual, diskusi, kerja kelompok 2 X 50 |
|
Materi: Sastra dan Filsafat Pustaka: Ahmadi, Anas. 2023. Teori Sastra: Perspektif Apresiatif. Sidoarjo: Penerbit Delima. |
4% |
16
Minggu ke 16 |
Mahasiswa mampu mengaplikasikan teori dan metode analisis sastra dalam satu kajian tertulis berbentuk esai terhadap satu karya sastra Jerman yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. |
Mahasiswa mampu menyusun esai tertulis tentang kajian terhadap satu karya sastra Jerman yang sudah pernah didiskusikan berdasarkan satu jenis metode kajian sastra. |
Kriteria:
Poin perolehan nilai ada pada rentang 0 hingga 100. Poin 100 diberikan manakala mahasiswa menyusun tugas dan mengerjakan semua bagian esai dengan benar 100%. Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
menyusun esai pendek tertulis
|
6x50 |
Materi: Semua metode yang sudah dipelajari Pustaka: Ahmadi, Anas. 2023. Teori Sastra: Perspektif Apresiatif. Sidoarjo: Penerbit Delima. Materi: semua teori yang telah dipelajari Pustaka: Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar. |
30% |