Universitas Negeri Surabaya
Fakultas PSDKU
Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling (Kampus Kabupaten Magetan)

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Bimbingan dan Konseling Perkembangan

86201102323

Mata Kuliah Wajib Program Studi

T=2

P=0

ECTS=3.18

2

30 Januari 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Issac Briyan Alisyahbana, S.Pd., M.Pd




Prof. Dr. Najlatun Naqiyah, M.Pd.




BAKHRUDIN ALL HABSY

Model Pembelajaran

Project Based Learning

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-4

Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi.

PLO-8

Mampu mengaplikasikan prinsip pertumbuhan dan perkembangan individu dalam pelayanan bimbingan dan konseling

PLO-10

Mampu melaksanakan layanan bimbingan dan konseling dengan memilih metode, teknik, dan multimedia yang relevan serta memperhatikan kebutuhan sasaran layanan yang berasal dari keberagaman sosial budaya

Program Objectives (PO)

PO - 1

Menerapkan konsep dasar pertumbuhan dan perkembangan individu dalam merancang program bimbingan dan konseling perkembangan (C3)

PO - 2

Menganalisis karakteristik perkembangan individu pada setiap tahap (anak, remaja, dewasa) untuk mengidentifikasi kebutuhan bimbingan (C4)

PO - 3

Mengevaluasi teknik dan strategi bimbingan dan konseling perkembangan berdasarkan kesesuaiannya dengan karakteristik klien dan tahap perkembangannya (C5)

PO - 4

Terampil bekerja mandiri, bekerja sama di dalam tim, bertanggung jawab baik tugas individu maupun tim, serta mengkomunikasikan ide, pendapat, dan argumentasi secara lisan/tertulis dalam BK Perkembangan

Matrik PLO-PO

 
POPLO-4PLO-8PLO-10
PO-1  
PO-2  
PO-3  
PO-4  

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah Bimbingan Dan Konseling Perkembangan membahas konsep, prinsip, dan penerapan layanan bimbingan dan konseling yang berorientasi pada perkembangan individu sepanjang rentang kehidupan, dari masa kanak-kanak hingga lanjut usia. Fokus mata kuliah ini adalah pada pemahaman tugas-tugas perkembangan di setiap tahap serta perancangan strategi intervensi yang bersifat preventif, pengembangan, dan kuratif untuk memfasilitasi perkembangan optimal. Tujuannya adalah agar mahasiswa mampu menganalisis kebutuhan perkembangan klien, merancang program layanan yang sesuai, dan mengimplementasikan teknik konseling perkembangan dalam konteks pendidikan dan masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Magetan dan sekitarnya. Ruang lingkup mencakup landasan teoritis, asesmen kebutuhan, perencanaan program, serta evaluasi layanan bimbingan dan konseling perkembangan dalam berbagai setting.

Pustaka

Utama :

  1. 1. Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 9. Demirtaş, Ayşe Sibel. 2020. “Cognitive Flexibility and Mental Well-Being in Turkish Adolescents: The Mediating Role of Academic, Social and Emotional Self-Efficacy.” Anales de Psicologia 36(1): 111–21. 10.Fathoni, Achmad et al. 2021. “Implementation of Guidance and Counselling Services to Muhammadiyah Elementary Schools, Surakarta, Provincial Central Java, Indonesia.” Kasetsart Journal of Social Sciences 42(1): 177–84. 11.Hastuti, Maria Margaretha Sri, and Prias Hayu Purbaning Tyas. 2021. “Online Media Usage in Guidance and Counseling Services during Covid-19 Pandemic.” Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling 6(2): 60–70. 12.Porter, Jim Wynter. 2020. “Guidance Counseling in the Mid-Twentieth Century United States: Measurement, Grouping, and the Making of the Intelligent Self.” History of Science 58(2): 191–215. 13.Rex, Jim. 2008. “The South Carolina Comprehensive Developmental Guidance and Counseling Program Model Guidance and Counseling.” : 1–169.
  2. 2. Gysbers, N. C. & Henderson, P. 2006. Developing and Managing Your School Guidance and Counseling Program 4th Ed. Alexandria, VA: ACA.
  3. 3. South Carolina Team. 2008. The South Carolina Comprehensive Developmental Guidance and Counseling Program Models. Columbia: South Carolina.
  4. 4. Stilwil Ted. et. al. 2001. Iowa Comprehensive Counseling and Guidance Program Development Guide. Iowa: Grimes State Office Building.
  5. 5. Yusuf, Syamsu L.N. 2017. Bimbingan dan Konseling Perkembangan: Suatu Pendekatan Komprehensif. Bandung: Refika Aditama.
  6. 6. (Rex 2008)(Fathoni et al. 2021)(Hastuti and Tyas 2021)(Demirtas-Zorbaz and Ulas 2015)(Yuksel-Sahina 2012)(Porter 2020)(Cantor et al. 2019)(Demirtaş 2020)
  7. 7. Cantor, Pamela et al. 2019. “Malleability, Plasticity, and Individuality: How Children Learn and Develop in Context1.” Applied Developmental Science 23(4): 307–37. https://doi.org/10.1080/10888691.2017.1398649.
  8. 8. Demirtas-Zorbaz, Selen, and Ozlem Ulas. 2015. “Views of Psychological Counselor Candidates About Psychological Counseling and Guidance Education.” Procedia - Social and Behavioral Sciences 186: 1298–1301.

Pendukung :

  1. 1. (Urbina, Villares, and Mariani 2017)
  2. 2. Urbina, Ivett, Elizabeth Villares, and Melissa Mariani. 2017. “Examining the Efficacy of the Spanish Cultural Translation of the Student Success Skills Program to Improve Academic Achievement.” Journal of Humanistic Counseling 56(2): 127–43.
  3. 3. Anggraeni, D., & Naqiyah, N. (2018). Hubungan Lingkungan Sekolah dengan Perkembangan Kecerdasan Emosi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Surabaya. BK UNESA, 8 (3), 22, 25.
  4. 4. Nursalim, M. (2019). Kemanjuran Konseling BESCB (Brief Ego State Cognitive-Behavioral) untuk Mengurangi Mogok Sekolah pada Siswa Sekolah Menengah Atas (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Malang).
  5. 5. Yuksel-Sahina, Fulya. 2012. “School Counselors’ Assessment of the Psychological Counseling and Guidance Services They Offer at Their Schools.” Procedia - Social and Behavioral Sciences 47: 327–39.
  6. 6. Setiawati, D., Hariastuti, R.T., Christiana, E., Ilhamuddin M.F. , Fathana, A.S., dan Sheva, J.C. 2025. Pelatihan Bimbingan Bermuatan Nilai Budi Santri bagi Para Guru Sangkhom Islam Wittaya School. BIKOPEMA Vol. 1, No.1.

Dosen Pengampu

Prof. Dr. Najlatun Naqiyah, M.Pd.

Issac Briyan Alisyahbana, S.Pd., M.Pd.

Ach. Sudrajad Nurismawan, S.Pd., M.Pd.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Melalui problem based learning mahasiswa mampu menguraikan pengertian, sejarah dan masalah BK perkembangan

  1. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar pertumbuhan dan perkembangan individu.
  2. Mahasiswa dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan individu.
  3. Mahasiswa dapat menganalisis implikasi teori perkembangan terhadap layanan bimbingan dan konseling.
  4. Mahasiswa dapat menyusun kerangka dasar program bimbingan dan konseling perkembangan berdasarkan pemahaman tahapan perkembangan.
Kriteria:

Skor 4 bila dilakukan dengan sangat baik, Skor 3 jika dilakukan dengan baik, Skor 2 jika dilakukan dengan cukup, Skor 1 jika tidak dilakukan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
Kuliah diawali dengan penjelasan dari dosen melalui ppt dilanjutkan dengan tanya jawab dalam mengidentifikasi karakteristik anak, permasalahan anak.
2 X 50

Materi: Bagaimana sejarah BK Perkembangan?
Pustaka: 2. Gysbers, N. C. & Henderson, P. 2006. Developing and Managing Your School Guidance and Counseling Program 4th Ed. Alexandria, VA: ACA.

Materi: Pengertian perkembangan anak klasifikasi perkembangan kognitif, emosi dan behavior permasalahan perkembangan
Pustaka: 6. (Rex 2008)(Fathoni et al. 2021)(Hastuti and Tyas 2021)(Demirtas-Zorbaz and Ulas 2015)(Yuksel-Sahina 2012)(Porter 2020)(Cantor et al. 2019)(Demirtaş 2020)

Materi: Penelitian tentang perkembangan emosi
Pustaka: 3. Anggraeni, D., & Naqiyah, N. (2018). Hubungan Lingkungan Sekolah dengan Perkembangan Kecerdasan Emosi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Surabaya. BK UNESA, 8 (3), 22, 25.
2%

2

Minggu ke 2

Melalui case study, mahasiswa mampu menganalisis konsep Bimbingan dan Konseling Perkembangan

  1. 1.Mendeskripsikan konsep BK perkembangan
  2. 2.Mendeskripsikan landasan filosofis BK komprehensif
  3. 3.Memahami komponen BK perkembangan layanan dasar, perencanaan individual , Mengembangkan layanan responsiv
  4. 4.Dukungan system
  5. 5.Menganalisis landasan filosofis BK perkembangan dalam bentuk laporan tertulis
Kriteria:

Skor 4 bila dilakukan dengan sangat baik, Skor 3 jika dilakukan dengan baik, Skor 2 jika dilakukan dengan cukup, Skor 1 jika tidak dilakuka


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif

Kuliah dia wali dengan pengantar oleh dosen melalui ppt, dilanjutkan dengan diskusi definisi BK perkembangan, tujuan dan komponen dalam BK perkembangan dan menganalisis landasan filosofis BK melalui kelompok kecil dan dilaporkan secara tertulis
2x50
Materi: Apa definisi dan tujuan BK Perkembangn?
Pustaka: 4. Stilwil Ted. et. al. 2001. Iowa Comprehensive Counseling and Guidance Program Development Guide. Iowa: Grimes State Office Building.

Materi: strategi/metode/model Bimbingan dan konseling Komprehensif
Pustaka: 6. (Rex 2008)(Fathoni et al. 2021)(Hastuti and Tyas 2021)(Demirtas-Zorbaz and Ulas 2015)(Yuksel-Sahina 2012)(Porter 2020)(Cantor et al. 2019)(Demirtaş 2020)
2%

3

Minggu ke 3

mahasiswa mampu menentukan strategi/metode/model Bimbingan dan Konseling komprehensif dengan memperhatikan perkembangan siswa

  1. 1. Mendeskripsikan strategi/metode/ model BK komprehensif berdasar perkembangan siswa dalam bidang pribadi dan sosial
  2. 2. Menganalisis strategi/metode/model BK komprehensif
  3. 3. Mengkomunikasikan hasil analisis dalam bentuk laporan tertulis
Kriteria:

Skor 4 bila dilakukan dengan sangat baik, Skor 3 jika dilakukan dengan baik, Skor 2 jika dilakukan dengan cukup, Skor 1 jika tidak dilakukan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Kuliah diawali dengan presentasi kelompok besar dan hasil diskusi kelompok dilaporkan secara tertulis kemudian dosen memberikan refleksi dan simulasi tentang strategi/metode/model bimbingan dan konseling perkembangan
2x50

Materi: Apa definisi dan tujuan BK Perkembangan?
Pustaka: 4. Stilwil Ted. et. al. 2001. Iowa Comprehensive Counseling and Guidance Program Development Guide. Iowa: Grimes State Office Building.

Materi: strategi/metode/model Bimbingan dan konseling Komprehensif
Pustaka: 6. (Rex 2008)(Fathoni et al. 2021)(Hastuti and Tyas 2021)(Demirtas-Zorbaz and Ulas 2015)(Yuksel-Sahina 2012)(Porter 2020)(Cantor et al. 2019)(Demirtaş 2020)
3%

4

Minggu ke 4

Melalui metode problem based learning mahasiswa mampu menentukan strategi/metode/model Bimbingan dan Konseling komprehensif dengan memperhatikan perkembangan siswa dalam bidang belajar dan karier

1.Mendeskripsikan strategi/metode/model BK komprehensif berdasar perkembangan siswa 2.Menganalisis strategi/metode/model BK komprehensif 3. Mengkomunikasikan hasil analisis dalam bentuk laporan tertulis

Kriteria:

Skor 4 bila dilakukan dengan sangat baik, Skor 3 jika dilakukan dengan baik, Skor 2 jika dilakukan dengan cukup, Skor 1 jika tidak dilakukan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Kuliah diawali dengan pertanyaan pemantik dari dosen tentang model dan strategi BK Komprehensif
berdasarkan perkembangan siswa kemudian membagi pada kelompok kecil dan presentasi hasil di kelompok besar
2x50

Materi: Apa saja peran konselor dan personel sekolah?
Pustaka: 3. South Carolina Team. 2008. The South Carolina Comprehensive Developmental Guidance and Counseling Program Models. Columbia: South Carolina.

Materi: strategi/metode/model Bimbingan dan konseling Komprehensif
Pustaka: 6. (Rex 2008)(Fathoni et al. 2021)(Hastuti and Tyas 2021)(Demirtas-Zorbaz and Ulas 2015)(Yuksel-Sahina 2012)(Porter 2020)(Cantor et al. 2019)(Demirtaş 2020)

Materi: Strategi Layanan Dasar
Pustaka: 4. Nursalim, M. (2019). Kemanjuran Konseling BESCB (Brief Ego State Cognitive-Behavioral) untuk Mengurangi Mogok Sekolah pada Siswa Sekolah Menengah Atas (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Malang).
3%

5

Minggu ke 5

Melalui problembased learning, mahasiswa mampu mengorganisasikan layanan dasar

.Melakukan need assessment BK komprehensif 2.Menentukan tujuan BK perkembangan siswa 3.Membuat RPLBK untuk anak SD, SMP, SMA/SMK 4.Mempresentasikan hasil pengembangan materi BK komprehensif bidang layanan dasar secara lisan dan tertulis

Kriteria:

Skor 4 bila dilakukan dengan sangat baik, Skor 3 jika dilakukan dengan baik, Skor 2 jika dilakukan dengan cukup, Skor 1 jika tidak dilakukan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Kuliah diawali dengan
pengantar oleh dosen melalui ppt, dilanjutkan
dengan problem based
learning melalui
kelompok kecil dan
hasil dilaporkan secara
tertulis dan
dipresentasikan
2x50

Materi: Apa layanan dasar dan bentukbentuk layanan yg diberikan kepada siswa?
Pustaka: 5. Yusuf, Syamsu L.N. 2017. Bimbingan dan Konseling Perkembangan: Suatu Pendekatan Komprehensif. Bandung: Refika Aditama.
3%

6

Minggu ke 6

Melalui problem - based learning, mahasiswa mampu mengorganisasikan layanan dasar

  1. Melakukan need assessment BK komprehensif
  2. Menentukan tujuan BK perkembangan siswa
  3. Membuat RPLBK untuk anak SD, SMP, SMA/SMK
  4. Mempresentasikan hasil pengembangan materi BK komprehensif bidang layanan dasar secara lisan dan tertulis
Kriteria:

Skor 4 bila dilakukan dengan sangat baik, Skor 3 jika dilakukan dengan baik, Skor 2 jika dilakukan dengan cukup, Skor 1 jika tidak dilakukan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif

Kuliah dia wali dengan pengantar oleh dosen melalui ppt, dilanjutkan dengan problem based learning melalui kelompok kecil dan hasil dilaporkan secara tertulis dan dipresentasikan.
2x50
Materi: Apa layanan responsif ?
Pustaka: 2. Gysbers, N. C. & Henderson, P. 2006. Developing and Managing Your School Guidance and Counseling Program 4th Ed. Alexandria, VA: ACA.

Materi: Apa layanan dasar dan bentuk- bentuk layanan yg diberikan kepada siswa?
Pustaka: 5. Yusuf, Syamsu L.N. 2017. Bimbingan dan Konseling Perkembangan: Suatu Pendekatan Komprehensif. Bandung: Refika Aditama.
3%

7

Minggu ke 7

Melalui problem - based learning, mahasiswa mampu mengorganisasikan layanan dasar

  1. Melakukan need assessment BK komprehensif
  2. Menentukan tujuan BK perkembangan siswa
  3. Membuat RPLBK untuk anak SD, SMP, SMA/SMK
  4. Mempresentasikan hasil pengembangan materi BK komprehensif bidang layanan dasar secara lisan dan tertulis
Kriteria:

Skor 4 bila dilakukan dengan sangat baik, Skor 3 jika dilakukan dengan baik, Skor 2 jika dilakukan dengan cukup, Skor 1 jika tidak dilakukan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif

Kuliah dia wali dengan pengantar oleh dosen melalui ppt, dilanjutkan dengan problem based learning melalui kelompok kecil dan hasil dilaporkan secara tertulis dan dipresentasikan.
2x50
Materi: Apa layanan responsif ?
Pustaka: 2. Gysbers, N. C. & Henderson, P. 2006. Developing and Managing Your School Guidance and Counseling Program 4th Ed. Alexandria, VA: ACA.

Materi: Apa layanan dasar dan bentuk- bentuk layanan yg diberikan kepada siswa?
Pustaka: 5. Yusuf, Syamsu L.N. 2017. Bimbingan dan Konseling Perkembangan: Suatu Pendekatan Komprehensif. Bandung: Refika Aditama.
3%

8

Minggu ke 8

UAS

UAS

Kriteria:

Diseri skor 4 bila jawaban benar Diberi skor 3 bila jawaban cukup benar Diberi skor 2 bila jawaban banyak salahnya Diberi skor 1 bila jawaban salahDiberi skor 0 bila tidak mengerjakan Nilai = (Total skor: 20) x 100


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Ujian Tengah Semester
2x50

Materi: Implementasi Bimbingan dan Konseling perkembangan untuk peningkatan kompetensi dan prestasi peserta didik
Pustaka: 2. Urbina, Ivett, Elizabeth Villares, and Melissa Mariani. 2017. “Examining the Efficacy of the Spanish Cultural Translation of the Student Success Skills Program to Improve Academic Achievement.” Journal of Humanistic Counseling 56(2): 127–43.
25%

9

Minggu ke 9

Melalui project based learning, mahasiswa mampu merencanakan layanan perencanaan individual dan menghasilkan dokumen perencanaan individual anak

  1. Mengorientasi tujuan jangka panjang
  2. Menentukan tujuan jangka pendek
  3. Menemukan prioritas perencanaan individu
  4. Menganalisis caramen capai tujuan jangka pendek
  5. Menemukan pemecahanan masalah perencanaan individu
  6. Menghasilkan dokumen perencanaan individu sesuai tugas perkembangan
  7. Mempresentasikan hasil perencanaan individu
Kriteria:

Skor 4 bila dilakukan dengan sangat baik, Skor 3 jika dilakukan dengan baik, Skor 2 jika dilakukan dengan cukup, Skor 1 jika tidak dilakukan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Mahasiswa mendapat materi pengantar dari dosen tentang perencanaan individual, dilanjutkan dengan project based learning secara berkelompok dan hasil dilaporkan secara tertulis dan dipresentasikan
2x50

Materi: Dukungan sistem
Pustaka: 5. Yusuf, Syamsu L.N. 2017. Bimbingan dan Konseling Perkembangan: Suatu Pendekatan Komprehensif. Bandung: Refika Aditama.

Materi: perkembangan individu
Pustaka: 3. Anggraeni, D., & Naqiyah, N. (2018). Hubungan Lingkungan Sekolah dengan Perkembangan Kecerdasan Emosi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Surabaya. BK UNESA, 8 (3), 22, 25.
3%

10

Minggu ke 10

Melalui project based learning, mahasiswa mampu merencanakan layanan perencanaan individual dan menghasilkan dokumen perencanaan individual anak

  1. Mengorientasi tujuan jangka panjang
  2. Menentukan tujuan jangka pendek
  3. Menemukan prioritas perencanaan individu
  4. Menganalisis caramen capai tujuan jangka pendek
  5. Menemukan pemecahanan masalah perencanaan individu
  6. Menghasilkan dokumen perencanaan individu sesuai tugas perkembangan
  7. Mempresentasikan hasil perencanaan individu
Kriteria:

Skor 4 bila dilakukan dengan sangat baik, Skor 3 jika dilakukan dengan baik, Skor 2 jika dilakukan dengan cukup, Skor 1 jika tidak dilakukan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Mahasiswa mendapat materi pengantar dari dosen tentang perencanaan individual, dilanjutkan dengan project based learning secara berkelompok dan hasil dilaporkan secara tertulis dan dipresentasikan
2x50

Materi: Dukungan sistem
Pustaka: 5. Yusuf, Syamsu L.N. 2017. Bimbingan dan Konseling Perkembangan: Suatu Pendekatan Komprehensif. Bandung: Refika Aditama.

Materi: perkembangan individu
Pustaka: 3. Anggraeni, D., & Naqiyah, N. (2018). Hubungan Lingkungan Sekolah dengan Perkembangan Kecerdasan Emosi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Surabaya. BK UNESA, 8 (3), 22, 25.
2%

11

Minggu ke 11

Melalui project based learning, mahasiswa mampu merencanakan layanan perencanaan individual dan menghasilkan dokumen perencanaan individual anak

  1. Mengorientasi tujuan jangka panjang
  2. Menentukan tujuan jangka pendek
  3. Menemukan prioritas perencanaan individu
  4. Menganalisis caramen capai tujuan jangka pendek
  5. Menemukan pemecahanan masalah perencanaan individu
  6. Menghasilkan dokumen perencanaan individu sesuai tugas perkembangan
  7. Mempresentasikan hasil perencanaan individu
Kriteria:

Skor 4 bila dilakukan dengan sangat baik, Skor 3 jika dilakukan dengan baik, Skor 2 jika dilakukan dengan cukup, Skor 1 jika tidak dilakukan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif

Mahasiswa mendapat materi pengantar dari dosen tentang perencanaan individual, dilanjutkan dengan project based learning secara berkelompok dan hasil dilaporkan secara tertulis dan dipresentasikan
2x50
Materi: Dukungan sistem
Pustaka: 5. Yusuf, Syamsu L.N. 2017. Bimbingan dan Konseling Perkembangan: Suatu Pendekatan Komprehensif. Bandung: Refika Aditama.

Materi: perkembangan individu
Pustaka: 3. Anggraeni, D., & Naqiyah, N. (2018). Hubungan Lingkungan Sekolah dengan Perkembangan Kecerdasan Emosi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 20 Surabaya. BK UNESA, 8 (3), 22, 25.
4%

12

Minggu ke 12

Melalui project based learning, mahasiswa mampu mengaplikasikan layanan responsif

  1. Menerapkan program layanan intervensi krisis perkembangan
  2. Mengevaluasi layanan konseling krisis mengatasi masalah
  3. Menghasilkan dokumen layanan konseling krisis
  4. Mempresentasikan hasil layanan konseling krisis
Kriteria:

Skor 4 bila dilakukan dengan sangat baik, Skor 3 jika dilakukan dengan baik, Skor 2 jika dilakukan dengan cukup, Skor 1 jika tidak dilakukan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
melalui project based learning, mahasiswa secara berkelompok menerapkan program layanan intervensi perilaku yang telah disusun dan mengevaluasi keberhasilan konseling krisis kemudian hasil dilaporkan secara tertulis dan dipresentasikan
2x50

Materi: Apa standar kompetensi bidang karier ?
Pustaka: 3. South Carolina Team. 2008. The South Carolina Comprehensive Developmental Guidance and Counseling Program Models. Columbia: South Carolina.

Materi: Menerapan layanan responsive dengan konseling krisis mengatasi masalah perkembangan siswa
Pustaka: 6. (Rex 2008)(Fathoni et al. 2021)(Hastuti and Tyas 2021)(Demirtas-Zorbaz and Ulas 2015)(Yuksel-Sahina 2012)(Porter 2020)(Cantor et al. 2019)(Demirtaş 2020)
2%

13

Minggu ke 13

Melalui project based learning, mahasiswa mampu mengaplikasikan layanan responsif

  1. Menerapkan program layanan intervensi krisis perkembangan
  2. Mengevaluasi layanan konseling krisis mengatasi masalah
  3. Menghasilkan dokumen layanan konseling krisis
  4. Mempresentasikan hasil layanan konseling krisis
Kriteria:

Skor 4 bila dilakukan dengan sangat baik, Skor 3 jika dilakukan dengan baik, Skor 2 jika dilakukan dengan cukup, Skor 1 jika tidak dilakukan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
melalui project based learning, mahasiswa secara berkelompok menerapkan program layanan intervensi perilaku yang telah disusun dan mengevaluasi keberhasilan konseling krisis kemudian hasil dilaporkan secara tertulis dan dipresentasikan
2x50

Materi: Apa standar kompetensi bidang karier ?
Pustaka: 3. South Carolina Team. 2008. The South Carolina Comprehensive Developmental Guidance and Counseling Program Models. Columbia: South Carolina.

Materi: Menerapan layanan responsive dengan konseling krisis mengatasi masalah perkembangan siswa
Pustaka: 6. (Rex 2008)(Fathoni et al. 2021)(Hastuti and Tyas 2021)(Demirtas-Zorbaz and Ulas 2015)(Yuksel-Sahina 2012)(Porter 2020)(Cantor et al. 2019)(Demirtaş 2020)
5%

14

Minggu ke 14

Melalui project based learning, mahasiswa mampu mengaplikasikan layanan responsif

  1. Menerapkan program layanan intervensi krisis perkembangan
  2. Mengevaluasi layanan konseling krisis mengatasi masalah
  3. Menghasilkan dokumen layanan konseling krisis
  4. Mempresentasikan hasil layanan konseling krisis
Kriteria:

Skor 4 bila dilakukan dengan sangat baik, Skor 3 jika dilakukan dengan baik, Skor 2 jika dilakukan dengan cukup, Skor 1 jika tidak dilakukan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif

melalui project based learning, mahasiswa secara berkelompok menerapkan program layanan intervensi perilaku yang telah disusun dan mengevaluasi keberhasilan konseling krisis kemudian hasil dilaporkan secara tertulis dan dipresentasikan
2x50
Materi: Apa standar kompetensi bidang karier ?
Pustaka: 3. South Carolina Team. 2008. The South Carolina Comprehensive Developmental Guidance and Counseling Program Models. Columbia: South Carolina.

Materi: Menerapan layanan responsive dengan konseling krisis mengatasi masalah perkembangan siswa
Pustaka: 6. (Rex 2008)(Fathoni et al. 2021)(Hastuti and Tyas 2021)(Demirtas-Zorbaz and Ulas 2015)(Yuksel-Sahina 2012)(Porter 2020)(Cantor et al. 2019)(Demirtaş 2020)
5%

15

Minggu ke 15

Melalui project based learning, mahasiswa mampu mengaplikasikan layanan responsif

  1. Menerapkan program layanan intervensi krisis perkembangan
  2. Mengevaluasi layanan konseling krisis mengatasi masalah
  3. Menghasilkan dokumen layanan konseling krisis
  4. Mempresentasikan hasil layanan konseling krisis
Kriteria:

Skor 4 bila dilakukan dengan sangat baik, Skor 3 jika dilakukan dengan baik, Skor 2 jika dilakukan dengan cukup, Skor 1 jika tidak dilakukan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif

melalui project based learning, mahasiswa secara berkelompok menerapkan program layanan intervensi perilaku yang telah disusun dan mengevaluasi keberhasilan konseling krisis kemudian hasil dilaporkan secara tertulis dan dipresentasikan
2x50
Materi: Apa standar kompetensi bidang karier ?
Pustaka: 3. South Carolina Team. 2008. The South Carolina Comprehensive Developmental Guidance and Counseling Program Models. Columbia: South Carolina.

Materi: Menerapan layanan responsive dengan konseling krisis mengatasi masalah perkembangan siswa
Pustaka: 6. (Rex 2008)(Fathoni et al. 2021)(Hastuti and Tyas 2021)(Demirtas-Zorbaz and Ulas 2015)(Yuksel-Sahina 2012)(Porter 2020)(Cantor et al. 2019)(Demirtaş 2020)

Materi: Masalah perkembangan remaja Indonesia dan implementasi BK di Indonesia
Pustaka: 1. Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 9. Demirtaş, Ayşe Sibel. 2020. “Cognitive Flexibility and Mental Well-Being in Turkish Adolescents: The Mediating Role of Academic, Social and Emotional Self-Efficacy.” Anales de Psicologia 36(1): 111–21. 10.Fathoni, Achmad et al. 2021. “Implementation of Guidance and Counselling Services to Muhammadiyah Elementary Schools, Surakarta, Provincial Central Java, Indonesia.” Kasetsart Journal of Social Sciences 42(1): 177–84. 11.Hastuti, Maria Margaretha Sri, and Prias Hayu Purbaning Tyas. 2021. “Online Media Usage in Guidance and Counseling Services during Covid-19 Pandemic.” Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling 6(2): 60–70. 12.Porter, Jim Wynter. 2020. “Guidance Counseling in the Mid-Twentieth Century United States: Measurement, Grouping, and the Making of the Intelligent Self.” History of Science 58(2): 191–215. 13.Rex, Jim. 2008. “The South Carolina Comprehensive Developmental Guidance and Counseling Program Model Guidance and Counseling.” : 1–169.

Materi: Apa saja peran konselor dan personel sekolah?
Pustaka: 2. Gysbers, N. C. & Henderson, P. 2006. Developing and Managing Your School Guidance and Counseling Program 4th Ed. Alexandria, VA: ACA.

Materi: Satandar kompetensi pribadi, sosial, akademik dan karier
Pustaka: 3. South Carolina Team. 2008. The South Carolina Comprehensive Developmental Guidance and Counseling Program Models. Columbia: South Carolina.

Materi: Masalah perkembangan remaja Indonesia
Pustaka: 5. Yusuf, Syamsu L.N. 2017. Bimbingan dan Konseling Perkembangan: Suatu Pendekatan Komprehensif. Bandung: Refika Aditama.
5%

16

Minggu ke 16

UAS

Indikatior kemampuan akhir 1 s.d. 15

Kriteria:

Skor 4 bila dilakukan dengan sangat baik, Skor 3 jika dilakukan dengan baik, Skor 2 jika dilakukan dengan cukup, Skor 1 jika tidak dilakukan


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Ujian akhir semester
2x50

Materi: Masalah perkembangan remaja Indonesia dan implementasi BK
Pustaka: 1. Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Penataan Pendidikan Profesional Konselor dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 9. Demirtaş, Ayşe Sibel. 2020. “Cognitive Flexibility and Mental Well-Being in Turkish Adolescents: The Mediating Role of Academic, Social and Emotional Self-Efficacy.” Anales de Psicologia 36(1): 111–21. 10.Fathoni, Achmad et al. 2021. “Implementation of Guidance and Counselling Services to Muhammadiyah Elementary Schools, Surakarta, Provincial Central Java, Indonesia.” Kasetsart Journal of Social Sciences 42(1): 177–84. 11.Hastuti, Maria Margaretha Sri, and Prias Hayu Purbaning Tyas. 2021. “Online Media Usage in Guidance and Counseling Services during Covid-19 Pandemic.” Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling 6(2): 60–70. 12.Porter, Jim Wynter. 2020. “Guidance Counseling in the Mid-Twentieth Century United States: Measurement, Grouping, and the Making of the Intelligent Self.” History of Science 58(2): 191–215. 13.Rex, Jim. 2008. “The South Carolina Comprehensive Developmental Guidance and Counseling Program Model Guidance and Counseling.” : 1–169.

Materi: Apa saja peran konselor dan personel sekolah
Pustaka: 2. Gysbers, N. C. & Henderson, P. 2006. Developing and Managing Your School Guidance and Counseling Program 4th Ed. Alexandria, VA: ACA.

Materi: Satandar kompetensi pribadi, sosial, akademik dan karier
Pustaka: 3. South Carolina Team. 2008. The South Carolina Comprehensive Developmental Guidance and Counseling Program Models. Columbia: South Carolina.

Materi: Masalah perkembangan remaja Indonesia
Pustaka: 5. Yusuf, Syamsu L.N. 2017. Bimbingan dan Konseling Perkembangan: Suatu Pendekatan Komprehensif. Bandung: Refika Aditama.
30%



Rekap Persentase Evaluasi : Project Based Learning

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 44%
2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 55%
3. Tes 1%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.