Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Teknik
Program Studi S1 Pariwisata

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Geografi Pariwisata

9320702039

T=1

P=1

ECTS=3.18

2

9 April 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Annisa Nur Aini, S.Pd., M.Pd




.......................................




NURUL FARIKHATIR RIZKIYAH

Model Pembelajaran

Case Study

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-3

Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan

PLO-5

Menguasai teori, hukum, etika, dan regulasi dalam pengelolaan destinasi, perjalanan wisata, konvensi dan acara, serta hospitaliti yang berwawasan kewirausahaan, berbasis kearifan lokal, dan berprinsip pariwisata berkelanjutan

PLO-6

Menguasai metode perencanaan, pengembangan, dan evaluasi produk/jasa pariwisata yang mengintegrasikan kearifan lokal, teknologi informasi komunikasi, dan prinsip keberlanjutan

Program Objectives (PO)

PO - 1

Mahasiswa mampu memahami konsep, ruang lingkup, dan objek kajian geografi pariwisata yang meliputi aspek keruangan dan geosfer sebagai sumber daya wisata melalui pemanfaatan peta, data spasial, dan literatur ilmiah secara tepat dan sistematis.

PO - 2

Mahasiswa mampu menganalisis keterkaitan kondisi geografis wilayah dengan perkembangan dan pola persebaran pariwisata pada berbagai skala wilayah berdasarkan data empiris dan referensi ilmiah secara logis dan kritis.

PO - 3

Mahasiswa mampu menganalisis dinamika aktivitas pariwisata yang melibatkan pelaku, ruang, dan waktu serta dampaknya terhadap lingkungan geografis melalui studi kasus wilayah dan data pendukung secara komprehensif.

Matrik PLO-PO

 
POPLO-3PLO-5PLO-6
PO-1  
PO-2  
PO-3  

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah Geografi Pariwisata membahas keterkaitan ruang, wilayah, dan lingkungan geografis dengan aktivitas pariwisata, meliputi konsep dan objek kajian geografi pariwisata, unsur geografis dan geosfer sebagai sumber daya wisata, karakteristik wilayah fisik dan manusia, pola persebaran destinasi, serta dampak dan prinsip pariwisata berkelanjutan berbasis wilayah. Pembelajaran dilaksanakan berbasis OBE melalui diskusi, studi kasus, analisis wilayah, penugasan proyek, dan presentasi, dengan penilaian meliputi partisipasi, tes tertulis, dan hasil proyek.

Pustaka

Utama :

  1. Williams, Stephen and Lew A. Alan. 2015. Tourism Geography: Critical Understandings of Place, Space, and Experiences Third Edition. London.: Routledge
  2. Kumar, Ajay., dkk. 2022. Introduction to Geography of Tourism. New Delhi: Akinik Publications
  3. Norzakiah, dkk 2024. Introduction to Tourism Geography. Malaysia: POLITEKNIK TUANKU SYED SIRAJUDDIN PAUH PUTRA
  4. Sutedjo, Agus., Murtini, Sri. 2023. Buku Ajar Geografi Pariwisata.
  5. Sonder, I Wayan. dkk. 2025. Geografi Pariwisata. Padang: Get Press Indonesia

Pendukung :

Dosen Pengampu

Andika Kuncoro Widagdo, M.Pd.

Muhammad Rizky Ramadhan, BBus., MITHM.

Annisa Nur'aini, S.Pd., M.Pd.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

1. Mahasiswa mampu memahami ruang lingkup, peran, dan objek kajian geografi pariwisata dalam sistem pariwisata berbasis wilayah.

  1. 1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi ruang lingkup kajian geografi pariwisata dalam sistem pariwisata berbasis wilayah.
  2. 2. Mahasiswa mampu menguraikan objek kajian utama geografi pariwisata ditinjau dari aspek keruangan.
  3. 3. Mahasiswa mampu mengklasifikasikan perbedaan kajian geografi pariwisata dengan kajian pariwisata non-keruangan.
  4. 4. Mahasiswa mampu mengaitkan konsep geografi dengan fenomena aktivitas pariwisata di suatu wilayah.
Kriteria:

Penlilaian Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Berbasis Kasus, Diskusi dan Tanya Jawab
Berbasis Kasus, Diskusi dan Tanya Jawab
Materi: Konsep Gepgrafi Pariwisata
Pustaka: Sutedjo, Agus., Murtini, Sri. 2023. Buku Ajar Geografi Pariwisata.
5%

2

Minggu ke 2

Mahasiswa mampu memahami konsep ruang, lokasi, jarak, dan aksesibilitas dalam konteks aktivitas pariwisata.

  1. 1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi konsep ruang dan lokasi dalam konteks wilayah pariwisata.
  2. 2. Mahasiswa mampu menjelaskan pengaruh jarak terhadap pergerakan wisatawan.
  3. 3. Mahasiswa mampu menjelaskan peran aksesibilitas dalam pengembangan wilayah wisata.
  4. 4. Mahasiswa mampu menganalisis peta sederhana untuk menunjukkan keterkaitan lokasi dan aksesibilitas destinasi.
Kriteria:

Penlilaian Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Berbasis Kasus, Diskusi, Tanya Jawab
Berbasis Kasus, Diskusi, Tanya Jawab
Materi: konsep ruang, lokasi, jarak, dan aksesibilitas
Pustaka: Sonder, I Wayan. dkk. 2025. Geografi Pariwisata. Padang: Get Press Indonesia
5%

3

Minggu ke 3

Menganalisis unsur geosfer sebagai sumber daya wisata

  1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi unsur litosfer
  2. Mahasiswa mampu mengidentifikasi unsur hidrosfer
  3. Mahasiswa mampu mengidentifikasi unsur atmosfer
  4. Mahasiswa mampu mengidentifikasi unsur biosfer
  5. Mahasiswa mampu mengidentifikasi unsur antroposfer.
  6. Mahasiswa mampu mengidentifikasi karakteristik masing-masing unsur geosfer sebagai sumber daya wisata.
  7. Mahasiswa mampu mengaitkan unsur geosfer dengan jenis dan bentuk daya tarik wisata.
  8. Mahasiswa mampu menganalisis contoh pemanfaatan geosfer dalam aktivitas pariwisata wilayah.
Kriteria:

Penlilaian Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Berbasis Kasus, Diskusi, Tanya Jawab

Materi: unsur-unsur geosfer
Pustaka: Sonder, I Wayan. dkk. 2025. Geografi Pariwisata. Padang: Get Press Indonesia
5%

4

Minggu ke 4

Mahasiswa mampu menganalisis keterkaitan antara geosfer dan potensi daya tarik wisata pada suatu wilayah.

  1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi potensi daya tarik wisata berbasis geosfer.
  2. Mahasiswa mampu menguraikan hubungan kondisi geosfer dengan karakter destinasi wisata.
  3. Mahasiswa mampu menganalisis peluang dan keterbatasan wilayah berdasarkan kondisi geosfer
  4. Mahasiswa mampu menganalisis studi kasus wilayah wisata berbasis geosfer.
Kriteria:

Penlilaian Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Studi Kasus, Diskusi, dan Tanya Jawab
Studi Kasus, Diskusi, dan Tanya Jawab
Materi: keterkaitan antara geosfer dan potensi daya tarik wisata
Pustaka: Sonder, I Wayan. dkk. 2025. Geografi Pariwisata. Padang: Get Press Indonesia
5%

5

Minggu ke 5

Mahasiswa mampu menganalisis pengaruh kondisi iklim dan bentang alam terhadap pengembangan pariwisata

  1. Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik iklim yang berpengaruh terhadap aktivitas pariwisata.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis peran bentang alam dalam pembentukan daya tarik wisata.
  3. Mahasiswa mampu menilai kesesuaian iklim dan bentang alam terhadap jenis pariwisata tertentu
  4. Mahasiswa mampu menganalisis data iklim sebagai dasar analisis wilayah wisata.
Kriteria:

Penlilaian Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Studi Kasus, Diskusi, Tanya Jawab
Studi Kasus, Diskusi, Tanya Jawab
Materi: kondisi iklim dan bentang alam terhadap pengembangan pariwisata
Pustaka: Norzakiah, dkk 2024. Introduction to Tourism Geography. Malaysia: POLITEKNIK TUANKU SYED SIRAJUDDIN PAUH PUTRA
5%

6

Minggu ke 6

Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik wilayah pesisir dan pegunungan sebagai kawasan wisata

  1. Mahasiswa mampu membandingkan karakteristik geografis wilayah pesisir dan pegunungan.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis potensi wisata pada wilayah pesisir dan pegunungan
  3. Mahasiswa mampu menganalisis risiko dan kerentanan lingkungan wilayah wisata
  4. Mahasiswa mampu menganalisis dampak aktivitas pariwisata pada kawasan pesisir dan pegunungan berbasis kasus dan dikaitkan dengan SDGs
Kriteria:

Penlilaian Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Studi Kasus, Diskusi, Tanya Jawab
Studi Kasus, Diskusi, Tanya Jawab
Materi: karakteristik wilayah pesisir dan pegunungan sebagai kawasan wisata
Pustaka: Kumar, Ajay., dkk. 2022. Introduction to Geography of Tourism. New Delhi: Akinik Publications
5%

7

Minggu ke 7

Mahasiswa mampu menganalisis peran geografi sosial dan budaya dalam pembentukan aktivitas pariwisata wilayah

  1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi unsur sosial dan budaya dalam wilayah wisata
  2. Mahasiswa mampu menganalisis interaksi masyarakat lokal dengan aktivitas pariwisata
  3. Mahasiswa mampu menganalisis peran budaya lokal sebagai daya tarik wisata
  4. Mahasiswa mampu menganalisis implikasi sosial budaya dari pengembangan pariwisata berkelanjutan
Kriteria:

Penlilaian Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Studi kasus, Diskusi, Tanya Jawab
Studi kasus, Diskusi, Tanya Jawab
Materi: unsur sosial dan budaya dalam wilayah wisata.
Pustaka: Norzakiah, dkk 2024. Introduction to Tourism Geography. Malaysia: POLITEKNIK TUANKU SYED SIRAJUDDIN PAUH PUTRA
5%

8

Minggu ke 8

Mahasiswa mampu menganalisis karakteristik dan potensi pariwisata suatu wilayah berdasarkan konsep, unsur geosfer, serta aspek iklim, bentang alam, dan geografi manusia

Tes Tertulis dari Sub CPMK-1 sd Sub CPMK-7

Kriteria:

Rubrik Penilaian Tes


Bentuk Penilaian :
Tes
Ujian Tes
Ujian Tes
Materi: konsep ruang, lokasi, jarak, dan aksesibilitas
Pustaka: Williams, Stephen and Lew A. Alan. 2015. Tourism Geography: Critical Understandings of Place, Space, and Experiences Third Edition. London.: Routledge
10%

9

Minggu ke 9

Mahasiswa mampu menganalisis pola persebaran destinasi wisata pada skala lokal dan nasional berdasarkan data spasial.

  1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi persebaran destinasi wisata pada skala lokal dan nasional menggunakan peta tematik.
  2. Mahasiswa mampu mengklasifikasikan jenis destinasi wisata berdasarkan karakteristik wilayah geografisnya
  3. Mahasiswa mampu menganalisis keterkaitan antara kondisi fisik wilayah dengan pola persebaran destinasi wisata
  4. Mahasiswa mampu menganalisis pengaruh aksesibilitas terhadap destinasi wisata
  5. Mahasiswa mampu membandingkan pola persebaran destinasi wisata antarwilayah
  6. Mahasiswa mampu mengaitkan pola persebaran destinasi dengan pusat aktivitas ekonomi dan transportasi.
Kriteria:

Penlilaian Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Studi Kasus, Diskusi, Tanya Jawab
Studi Kasus, Diskusi, Tanya Jawab
Materi: pola persebaran destinasi wisata pada skala lokal dan nasional
Pustaka: Sonder, I Wayan. dkk. 2025. Geografi Pariwisata. Padang: Get Press Indonesia
5%

10

Minggu ke 10

Mahasiswa mampu menganalisis hubungan antara aktivitas pariwisata dengan perubahan penggunaan ruang wilayah.

  1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi bentuk penggunaan ruang wilayah sebelum dan sesudah berkembangnya pariwisata
  2. Mahasiswa mampu menganalisis perubahan fungsi lahan akibat aktivitas pariwisata
  3. Mahasiswa mampu mengaitkan intensitas aktivitas pariwisata dengan dinamika pemanfaatan ruang
  4. Mahasiswa mampu mengklasifikasikan jenis perubahan penggunaan ruang di kawasan wisata
  5. Mahasiswa mampu menganalisis peran kebijakan tata ruang dalam pengendalian aktivitas pariwisata
  6. Mahasiswa mampu memberikan contoh kasus perubahan penggunaan ruang wilayah akibat pengembangan pariwisata.
Kriteria:

Penlilaian Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Studi Kasus, Tanya Jawab, Diskusi
Studi Kasus, Tanya Jawab, Diskusi
Materi: hubungan antara aktivitas pariwisata dengan perubahan penggunaan ruang wilayah
Pustaka: Sonder, I Wayan. dkk. 2025. Geografi Pariwisata. Padang: Get Press Indonesia
5%

11

Minggu ke 11

Mahasiswa mampu menganalisis dampak aktivitas pariwisata terhadap lingkungan fisik serta aspek sosial dan budaya masyarakat setempat dalam konteks wilayah

  1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi bentuk aktivitas pariwisata yang berdampak pada lingkungan fisik dan kehidupan sosial budaya masyarakat
  2. Mahasiswa mampu menganalisis dampak pariwisata terhadap kondisi lingkungan fisik wilayah
  3. Mahasiswa mampu menganalisis dampak pariwisata terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat
  4. Mengklasifikasikan dampak aktivitas pariwisata positif dan negatif dikaitkan dengan SDGs
  5. Mahasiswa mampu menganalisis risiko kerusakan lingkungan dan potensi konflik sosial akibat pariwisata berdasarkan studi kasus
  6. 6. Mahasiswa mampu menganalisis peran pengelolaan wilayah dan masyarakat lokal dalam menjaga keberlanjutan pariwisata
Kriteria:

Penlilaian Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Studi Kasus, Diskusi
Studi Kasus, Diskusi
Materi: dampak aktivitas pariwisata terhadap lingkungan fisik serta aspek sosial dan budaya
Pustaka: Sonder, I Wayan. dkk. 2025. Geografi Pariwisata. Padang: Get Press Indonesia
5%

12

Minggu ke 12

Mahasiswa mampu menganalisis keterkaitan antara pelaku pariwisata, ruang, dan waktu dalam dinamika wilayah wisata.

  1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi pelaku utama dalam sistem pariwisata wilayah.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis peran masing-masing pelaku dalam pemanfaatan ruang wisata.
  3. Mahasiswa mampu mengaitkan aktivitas pariwisata dengan dimensi waktu (musiman, harian, tahunan).
  4. Mahasiswa mampu menganalisis perubahan pola aktivitas pariwisata dari waktu ke waktu
  5. Mahasiswa mampu mengklasifikasikan hubungan antar pelaku pariwisata dalam ruang wilayah
Kriteria:

Penlilaian Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi dan Tanya Jawab
Diskusi dan Tanya Jawab
Materi: keterkaitan antara pelaku pariwisata, ruang, dan waktu dalam dinamika wilayah wisata.
Pustaka: Norzakiah, dkk 2024. Introduction to Tourism Geography. Malaysia: POLITEKNIK TUANKU SYED SIRAJUDDIN PAUH PUTRA
5%

13

Minggu ke 13

Mahasiswa mampu menganalisis konsep pariwisata berkelanjutan berbasis wilayah dalam perspektif geografi pariwisata.

  1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi prinsip pariwisata berkelanjutan berbasis wilayah.
  2. Mahasiswa mampu mengaitkan konsep keberlanjutan dengan karakter geografis dan daya dukung wilayah
  3. Mahasiswa mampu menganalisis peran aspek keruangan dalam penerapan pariwisata berkelanjutan.
  4. Mahasiswa mampu menganalisis tantangan dan perbedaan penerapan pariwisata berkelanjutan antarwilayah.
  5. Mahasiswa mampu menganalisis kontribusi geografi pariwisata terhadap pembangunan berkelanjutan
Kriteria:

Penlilaian Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi dan Tanya Jawab
Diskusi dan Tanya Jawab
Materi: keterkaitan antara pelaku pariwisata, ruang, dan waktu dalam dinamika wilayah wisata.
Pustaka: Norzakiah, dkk 2024. Introduction to Tourism Geography. Malaysia: POLITEKNIK TUANKU SYED SIRAJUDDIN PAUH PUTRA
5%

14

Minggu ke 14

Mahasiswa mampu menganalisis prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya geografis untuk pariwisata.

  1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi sumber daya geografis dalam pariwisata.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis potensi dan keterbatasan sumber daya geografis wilayah.
  3. Mahasiswa mampu mengaitkan prinsip keberlanjutan dengan pemanfaatan sumber daya geografis
  4. Mahasiswa mampu menganalisis dampak pemanfaatan sumber daya terhadap keberlanjutan wilayah
  5. Mahasiswa mampu menganalisis strategi pengelolaan sumber daya sesuai kondisi geografis.
  6. Mahasiswa mampu mengklasifikasikan pendekatan pengelolaan sumber daya wisata berkelanjutan
  7. 7. Mahasiswa mampu menganalisis peran perencanaan wilayah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya.
Kriteria:

Penlilaian Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi dan Tanya Jawab
Diskusi dan Tanya Jawab
Materi: keterkaitan antara pelaku pariwisata, ruang, dan waktu dalam dinamika wilayah wisata.
Pustaka: Norzakiah, dkk 2024. Introduction to Tourism Geography. Malaysia: POLITEKNIK TUANKU SYED SIRAJUDDIN PAUH PUTRA
5%

15

Minggu ke 15

Mahasiswa mampu menganalisis potensi dan permasalahan pengembangan pariwisata berbasis wilayah melalui studi kasus.

  1. Mahasiswa mampu mengidentifikasi potensi geografis wilayah sebagai dasar pengembangan pariwisata.
  2. Mahasiswa mampu menganalisis permasalahan geografis yang menghambat pengembangan pariwisata
  3. Mahasiswa mampu mengaitkan potensi dan permasalahan dengan kondisi fisik dan manusia wilayah.
  4. Mahasiswa mampu menganalisis data spasial dan nonspasial dalam studi kasus wilayah wisata
  5. Mahasiswa mampu mengklasifikasikan permasalahan pengembangan pariwisata berdasarkan skala wilayah
  6. Mahasiswa mampu menganalisis keterpaduan faktor geografis dalam pengembangan pariwisata
  7. Mahasiswa mampu menyusun analisis wilayah sebagai dasar rekomendasi pengembangan pariwisata
Kriteria:

Penlilaian Partisipatif


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Studi Kasus, Tanya Jawab, Diskusi
Studi Kasus, Tanya Jawab, Diskusi
Materi: pengembangan pariwisata berbasis wilayah
Pustaka: Williams, Stephen and Lew A. Alan. 2015. Tourism Geography: Critical Understandings of Place, Space, and Experiences Third Edition. London.: Routledge
5%

16

Minggu ke 16

Menganalisis keterpaduan kondisi geografis dan prinsip keberlanjutan

  1. Sintesis seluruh sub-CPMK
  2. Penyusunan Final Project
  3. Pendesiminasian Final Project
Kriteria:
  1. Penlilaian Partisipatif
  2. Hasil Project

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Berbasis Project
Berbasis Project
Materi: keterpaduan kondisi geografis dan prinsip
Pustaka: Williams, Stephen and Lew A. Alan. 2015. Tourism Geography: Critical Understandings of Place, Space, and Experiences Third Edition. London.: Routledge
20%



Rekap Persentase Evaluasi : Case Study

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 65%
2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 25%
3. Tes 10%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.