Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Ilmu Pendidikan
Program Studi S3 Bimbingan Konseling

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Kajian Bimbingan dan Konseling Traumatik

8600103010

T=2

P=0

ECTS=5.04

2

11 Januari 2025

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Dr. Wiryo Nuryono, S.Pd., M.Pd.




Prof. Dr. Najlatun Naqiyah, M.Pd.




NAJLATUN NAQIYAH

Model Pembelajaran

Case Study

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-5

Memiliki wawasan pendidikan dan keilmuan yang relevan dengan bimbingan dan konseling melalui pendekatan inter, multi dan transdisipliner

PLO-6

Menguasai metodologi penelitian yang terkait keilmuan sosial dan perilaku psikologi khususnya bimbingan dan konseling

Program Objectives (PO)

PO - 1

Menerapkan metode kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian kasus trauma dalam bimbingan dan konseling (C3)

PO - 2

Menganalisis studi kasus dalam bimbingan dan konseling traumatik untuk memahami dinamika psikologis yang terlibat (C4)

PO - 3

Mengevaluasi efektivitas teknik intervensi dalam bimbingan dan konseling untuk kasus trauma berdasarkan kriteria ilmiah dan etika profesi (C5)

PO - 4

Menciptakan model intervensi baru dalam bimbingan dan konseling yang spesifik untuk penanganan trauma (C6)

PO - 5

Menerapkan teori dan konsepsi baru dalam praktek bimbingan dan konseling untuk kasus trauma (C3)

PO - 6

Menganalisis efek intervensi bimbingan dan konseling pada korban trauma untuk mengidentifikasi pola-pola pemulihan (C4)

PO - 7

Mengevaluasi dan mengkritisi teori-teori eksisting dalam bimbingan dan konseling traumatik berdasarkan hasil penelitian terkini (C5)

PO - 8

Menciptakan kerangka kerja teoretis yang mengintegrasikan pendekatan multidisiplin dalam penanganan trauma (C6)

PO - 9

Menerapkan pendekatan sistematis dalam mengembangkan dan menilai program bimbingan dan konseling untuk trauma (C3)

PO - 10

Menganalisis dan mengintegrasikan berbagai sumber data untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang trauma psikologis (C4)

Matrik PLO-PO

 
POPLO-5PLO-6
PO-1 
PO-2 
PO-3 
PO-4 
PO-5 
PO-6 
PO-7 
PO-8 
PO-9
PO-10 

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4
PO-5
PO-6
PO-7
PO-8
PO-9
PO-10

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah Kajian Bimbingan Dan Konseling Traumatik pada jenjang S3 program studi Bimbingan Konseling bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang berbagai jenis trauma yang dialami individu serta strategi bimbingan dan konseling yang efektif dalam membantu individu yang mengalami trauma. Mata kuliah ini mencakup teori-teori trauma, pendekatan bimbingan dan konseling traumatik, serta teknik intervensi yang sesuai. Ruang lingkupnya meliputi pemahaman tentang dampak trauma, proses pemulihan, pencegahan trauma sekunder bagi para konselor, serta penanganan kasus-kasus trauma secara holistik dan berbasis bukti.

Pustaka

Utama :

  1. Jatczak, B. G. (tt) Critical Incident Stress Debriefing - Helping public safety employees handle traumatic stress, Eastern Michigan University
  2. Lisa M. Brown. (2009). Disasters: Impact on Mental Health in an Elderly Population and Practical Suggestions for Preparation, Response, and Recovery. Department of Aging and Mental Health Disparities Florida Mental Health Institute, MHC 1441 University of South Florida.
  3. Norris, F. H., Hamblen, e. L., & Rosen, C. S. (2009). Service Characteristics and Counseling Outcomes: Lessons from a Cross-Site Evaluation of Crisis Counseling After Hurricanes Katrina, Rita and Wilma. Adm Policy Ment Health, 36:176–185(Springer Science+Business Media
  4. Zainuddin, A. F. (2008). Spiritual Emotional Freedom Technique, for Healing+ Success Happiness+ Greatness

Pendukung :

  1. Ifdil, & Faizah Abd Ghani. (2012). Pelayanan Kaunseling Kesehatan Mental Pasca Bencana di Indonesia Paper presented at the Seminar International Kaunseling MALINDO-2, Padang.
  2. Prayitno.(2009). Prayitno. (2010). Traumatic counseling For disaster victims. Paper, Internasional Seminar. Parung: P4TK Penjas dan BK
  3. Sunardi. (2007). Gangguan Stres Pasca Trauma (Post Traumatic Stress Disorder) dalam Perspektif Kaunseling. PLB FIP Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.
  4. Wollman, D. (1993). Critical incident stress debriefing and crisis groups: A review of the literature. Group, 17(2), 70-83.

Dosen Pengampu

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Mahasiswa mampu mengaplikasikan metode kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian bimbingan dan konseling traumatik untuk mengatasi kasus trauma dengan efektif.

  1. Pemahaman metode kualitatif dan kuantitatif
  2. Kemampuan mengidentifikasi kasus trauma
  3. Kemampuan menangani kasus trauma
Kriteria:

keberhasilan pemahaman materi bila mahasiswa telah mencapai 80%


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Pembelajaran berbasis diskusi dan studi kasus.
3 x 50
Diskusi daring tentang penerapan metode kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian bimbingan dan konseling traumatik
3 x 50
Materi: Mahasiswa mampu mengaplikasikan metode kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian bimbingan dan konseling traumatik untuk mengatasi kasus trauma dengan efektif.
Pustaka: Jatczak, B. G. (tt) Critical Incident Stress Debriefing - Helping public safety employees handle traumatic stress, Eastern Michigan University
7%

2

Minggu ke 2

Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan metode kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian bimbingan dan konseling traumatik untuk menangani kasus trauma dengan efektif.

  1. Analisis data kualitatif dan kuantitatif
  2. Pemahaman terhadap kasus trauma
  3. Kemampuan mengidentifikasi masalah trauma
  4. Kemampuan merumuskan solusi yang efektif
Kriteria:

Keberhasilan pemahaman materi bila mahasiswa telah mencapai 80%


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Pembelajaran aktif, diskusi kelompok, studi kasus.
3 x 50
Diskusi daring tentang penerapan metode kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian kasus trauma
3 x 50
Materi: Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan metode kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian bimbingan dan konseling traumatik untuk menangani kasus trauma dengan efektif.
Pustaka: Norris, F. H., Hamblen, e. L., & Rosen, C. S. (2009). Service Characteristics and Counseling Outcomes: Lessons from a Cross-Site Evaluation of Crisis Counseling After Hurricanes Katrina, Rita and Wilma. Adm Policy Ment Health, 36:176–185(Springer Science Business Media
6%

3

Minggu ke 3

Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis studi kasus dalam konteks bimbingan dan konseling traumatik untuk memahami dinamika psikologis yang terjadi serta merumuskan intervensi yang tepat.

  1. Analisis studi kasus bimbingan dan konseling traumatik
  2. Pemahaman dinamika psikologis
  3. Pengidentifikasian intervensi yang diperlukan
Kriteria:

Keberhasilan pemahaman materi bila mahasiswa telah mencapai 80%


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Diskusi kelompok dan studi kasus.
3 x 50
Diskusi daring tentang analisis studi kasus bimbingan traumatik
3 x 50
Materi: Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis studi kasus dalam konteks bimbingan dan konseling traumatik untuk memahami dinamika psikologis yang terjadi serta merumuskan intervensi yang tepat.
Pustaka: Zainuddin, A. F. (2008). Spiritual Emotional Freedom Technique, for Healing Success Happiness Greatness
7%

4

Minggu ke 4

Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis studi kasus dalam konteks bimbingan dan konseling traumatik untuk memahami dinamika psikologis yang terjadi serta merumuskan intervensi yang tepat.

  1. Analisis studi kasus bimbingan dan konseling traumatik
  2. Pemahaman dinamika psikologis
  3. Pengidentifikasian intervensi yang diperlukan
Kriteria:

Keberhasilan pemahaman materi bila mahasiswa telah mencapai 80%


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Diskusi kelompok dan studi kasus.
3 x 50
Diskusi daring tentang analisis studi kasus bimbingan traumatik
3 x 50
Materi: Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis studi kasus dalam konteks bimbingan dan konseling traumatik untuk memahami dinamika psikologis yang terjadi serta merumuskan intervensi yang tepat.
Pustaka: Zainuddin, A. F. (2008). Spiritual Emotional Freedom Technique, for Healing Success Happiness Greatness
7%

5

Minggu ke 5

Mahasiswa diharapkan mampu mengevaluasi efektivitas teknik intervensi dalam bimbingan dan konseling traumatik dengan menggunakan kriteria ilmiah dan etika profesi.

  1. Kemampuan menilai efektivitas teknik intervensi
  2. Penerapan kriteria ilmiah dalam evaluasi
  3. Penerapan etika profesi dalam evaluasi
Kriteria:

Keberhasilan pemahaman materi bila mahasiswa telah mencapai 80%


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Diskusi kelompok dan studi kasus.
3 x 50
Diskusi daring tentang studi kasus evaluasi teknik intervensi
3 x 50
Materi: Mahasiswa diharapkan mampu mengevaluasi efektivitas teknik intervensi dalam bimbingan dan konseling traumatik dengan menggunakan kriteria ilmiah dan etika profesi.
Pustaka: Lisa M. Brown. (2009). Disasters: Impact on Mental Health in an Elderly Population and Practical Suggestions for Preparation, Response, and Recovery. Department of Aging and Mental Health Disparities Florida Mental Health Institute, MHC 1441 University of South Florida.
6%

6

Minggu ke 6

Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan model intervensi baru dalam bimbingan dan konseling traumatik yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan spesifik kasus.

  1. Inovasi dalam model intervensi
  2. Relevansi dengan kasus spesifik
  3. Kreativitas dalam pendekatan
Kriteria:

Keberhasilan pemahaman materi bila mahasiswa telah mencapai 80%


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Pembelajaran Berbasis Masalah.
3 x 50
Diskusi daring tentang pengembangan model intervensi baru, Penugasan membuat proposal model intervensi inovatif
3 x 50
Materi: Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan model intervensi baru dalam bimbingan dan konseling traumatik yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan spesifik kasus.
Pustaka: Prayitno.(2009). Prayitno. (2010). Traumatic counseling For disaster victims. Paper, Internasional Seminar. Parung: P4TK Penjas dan BK
6%

7

Minggu ke 7

Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teori dan konsepsi baru dalam praktik bimbingan dan konseling untuk kasus-kasus traumatik yang kompleks.

  1. Penerapan teori baru dalam kasus traumatik
  2. Penerapan konsepsi baru dalam praktik bimbingan dan konseling
Kriteria:

Keberhasilan pemahaman materi bila mahasiswa telah mencapai 80%


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Diskusi kelompok dan studi kasus.
3 x 50
Diskusi daring tentang penerapan teori baru dalam kasus traumatik
3 x 50
Materi: Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teori dan konsepsi baru dalam praktik bimbingan dan konseling untuk kasus-kasus traumatik yang kompleks.
Pustaka: Wollman, D. (1993). Critical incident stress debriefing and crisis groups: A review of the literature. Group, 17(2), 70-83.
6%

8

Minggu ke 8

UTS

  1. Penerapan teori baru dalam kasus traumatik
  2. Penerapan konsepsi baru dalam praktik bimbingan dan konseling
Kriteria:

Didasarkan pada rubrik penilaian yang telah dibuat oleh dosen pengampu


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Diskusi kelompok dan studi kasus.
3 x 50
Diskusi daring tentang penerapan teori baru dalam kasus traumatik
3 x 50
Materi: Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teori dan konsepsi baru dalam praktik bimbingan dan konseling untuk kasus-kasus traumatik yang kompleks.
Pustaka: Wollman, D. (1993). Critical incident stress debriefing and crisis groups: A review of the literature. Group, 17(2), 70-83.
6%

9

Minggu ke 9

Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis pengaruh variabel sosial, ekonomi, dan budaya dalam kasus bimbingan dan konseling traumatik dengan baik dan mendalam.

  1. Analisis faktor sosial dalam kasus bimbingan traumatik
  2. Analisis faktor ekonomi dalam kasus konseling traumatik
  3. Analisis faktor budaya dalam kasus bimbingan traumatik
Kriteria:

Keberhasilan pemahaman materi bila mahasiswa telah mencapai 80%


Bentuk Penilaian :
Penilaian Portofolio, Tes
Diskusi kelompok dan studi kasus.
3 x 50
Diskusi daring tentang studi kasus kasus bimbingan traumatik
3 x 50
Materi: Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis pengaruh variabel sosial, ekonomi, dan budaya dalam kasus bimbingan dan konseling traumatik dengan baik dan mendalam.
Pustaka: Ifdil, & Faizah Abd Ghani. (2012). Pelayanan Kaunseling Kesehatan Mental Pasca Bencana di Indonesia Paper presented at the Seminar International Kaunseling MALINDO-2, Padang.
6%

10

Minggu ke 10

Mahasiswa diharapkan mampu menguasai kemampuan kognitif dalam mengevaluasi dan menyempurnakan pendekatan teoritis dalam bimbingan dan konseling traumatik berdasarkan hasil penelitian terkini.

  1. teori bimbingan dan konseling traumatik
  2. hasil penelitian terkini
  3. evaluasi pendekatan teoritis
Kriteria:

Keberhasilan pemahaman materi bila mahasiswa telah mencapai 80%


Bentuk Penilaian :
Penilaian Portofolio
Diskusi kelompok dan presentasi.
3 x 50
Diskusi daring tentang penerapan teori bimbingan traumatik dalam kasus nyata
3 x 50
Materi: Mahasiswa diharapkan mampu menguasai kemampuan kognitif dalam mengevaluasi dan menyempurnakan pendekatan teoritis dalam bimbingan dan konseling traumatik berdasarkan hasil penelitian terkini.
Pustaka: Norris, F. H., Hamblen, e. L., & Rosen, C. S. (2009). Service Characteristics and Counseling Outcomes: Lessons from a Cross-Site Evaluation of Crisis Counseling After Hurricanes Katrina, Rita and Wilma. Adm Policy Ment Health, 36:176–185(Springer Science Business Media
6%

11

Minggu ke 11

Mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan inovasi dalam bimbingan dan konseling traumatik yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses diagnosa dan intervensi.

  1. Inovasi alat bantu diagnosa dan intervensi
  2. Efektivitas solusi yang dihasilkan
  3. Efisiensi penggunaan metode baru
Kriteria:

Keberhasilan pemahaman materi bila mahasiswa telah mencapai 80%


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Pembelajaran berbasis proyek.
3 x 50
Diskusi daring tentang konsep inovasi dalam bimbingan traumatik
3 x 50
Materi: Mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan inovasi dalam bimbingan dan konseling traumatik yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses diagnosa dan intervensi.
Pustaka: Prayitno.(2009). Prayitno. (2010). Traumatic counseling For disaster victims. Paper, Internasional Seminar. Parung: P4TK Penjas dan BK
7%

12

Minggu ke 12

Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan pendekatan multidisipliner dalam menangani isu-isu traumatik dalam bimbingan dan konseling.

  1. Kemampuan menerapkan konsep multidisipliner dalam kasus bimbingan dan konseling traumatik
  2. Kemampuan berkolaborasi dengan disiplin ilmu lain dalam menyelesaikan kasus traumatik
Kriteria:

Keberhasilan pemahaman materi bila mahasiswa telah mencapai 80%


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Pembelajaran kolaboratif, diskusi kelompok, studi kasus.
3 x 50
Diskusi daring antar mahasiswa tentang penerapan pendekatan multidisipliner dalam kasus bimbingan dan konseling traumatik
3 x 50
Materi: Konsep pendekatan multidisipliner, Studi kasus tentang penanganan isu-isu traumatik, Kolaborasi antar disiplin ilmu dalam bimbingan dan konseling
Pustaka: Lisa M. Brown. (2009). Disasters: Impact on Mental Health in an Elderly Population and Practical Suggestions for Preparation, Response, and Recovery. Department of Aging and Mental Health Disparities Florida Mental Health Institute, MHC 1441 University of South Florida.
6%

13

Minggu ke 13

Mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep dan manfaat pendekatan multidisipliner dalam menangani isu-isu traumatik dalam bimbingan dan konseling.

  1. Pemahaman konsep pendekatan multidisipliner
  2. Kemampuan menerapkan pendekatan multidisipliner dalam kasus studi
  3. Kemampuan berargumentasi tentang manfaat pendekatan multidisipliner
Kriteria:

Keberhasilan pemahaman materi bila mahasiswa telah mencapai 80%


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio, Tes
Diskusi kelompok, studi kasus, presentasi.
3 x 50
Diskusi daring tentang penerapan pendekatan multidisipliner dalam kasus studi
3 x 50
Materi: Konsep pendekatan multidisipliner, Manfaat pendekatan multidisipliner dalam bimbingan dan konseling, Studi kasus penerapan pendekatan multidisipliner
Pustaka: Wollman, D. (1993). Critical incident stress debriefing and crisis groups: A review of the literature. Group, 17(2), 70-83.
6%

14

Minggu ke 14

Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis dan mengintegrasikan berbagai sumber ilmu pengetahuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang trauma dalam konteks bimbingan dan konseling.

  1. Analisis sumber ilmu pengetahuan tentang trauma
  2. Integrasi berbagai teori dalam bimbingan dan konseling
  3. Pemahaman mendalam tentang pengaruh trauma
Kriteria:

Keberhasilan pemahaman materi bila mahasiswa telah mencapai 80%


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Diskusi kelompok dan presentasi.
3 x 50
Diskusi daring tentang studi kasus trauma dan penerapan teori dalam kasus nyata
3 x 50
Materi: Teori trauma dalam bimbingan dan konseling, Pengaruh trauma terhadap individu dan intervensi yang tepat, Studi kasus trauma dan penanganannya
Pustaka: Handbook Perkuliahan

Materi: Teori trauma dalam bimbingan dan konseling, Pengaruh trauma terhadap individu dan intervensi yang tepat, Studi kasus trauma dan penanganannya
Pustaka: Prayitno.(2009). Prayitno. (2010). Traumatic counseling For disaster victims. Paper, Internasional Seminar. Parung: P4TK Penjas dan BK
6%

15

Minggu ke 15

Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang trauma dan pengaruhnya dalam bimbingan dan konseling melalui analisis yang kritis dan integratif.

  1. analisis sumber ilmu pengetahuan tentang trauma
  2. integrasi konsep trauma dalam bimbingan dan konseling
Kriteria:

Keberhasilan pemahaman materi bila mahasiswa telah mencapai 80%


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Diskusi kelompok dan presentasi.
3 x 50
Diskusi daring tentang studi kasus trauma dan penerapan strategi intervensi
3 x 50
Materi: Teori trauma, Dampak trauma dalam bimbingan dan konseling, Strategi intervensi trauma
Pustaka: Handbook Perkuliahan

Materi: Teori trauma, Dampak trauma dalam bimbingan dan konseling, Strategi intervensi trauma
Pustaka: Norris, F. H., Hamblen, e. L., & Rosen, C. S. (2009). Service Characteristics and Counseling Outcomes: Lessons from a Cross-Site Evaluation of Crisis Counseling After Hurricanes Katrina, Rita and Wilma. Adm Policy Ment Health, 36:176–185(Springer Science Business Media
7%

16

Minggu ke 16

UAS

  1. Kemampuan menganalisis teori-teori eksisting
  2. Kemampuan mengidentifikasi kelemahan teori-teori yang ada
  3. Kemampuan mengaitkan teori dengan penelitian terkini
Kriteria:

Didasarkan pada rubrik penilaian yang telah dibuat oleh dosen pengampu


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Diskusi kelompok, studi kasus, presentasi.
3 x 50
Diskusi daring tentang teori-teori terbaru dalam bimbingan dan konseling traumatik
3 x 50
Materi: Teori-teori bimbingan dan konseling traumatik, Penelitian terkini dalam bidang bimbingan dan konseling traumatik
Pustaka: Handbook Perkuliahan

Materi: Teori-teori bimbingan dan konseling traumatik, Penelitian terkini dalam bidang bimbingan dan konseling traumatik
Pustaka: Jatczak, B. G. (tt) Critical Incident Stress Debriefing - Helping public safety employees handle traumatic stress, Eastern Michigan University
5%



Rekap Persentase Evaluasi : Case Study

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 21.5%
2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 31%
3. Penilaian Portofolio 42.5%
4. Tes 5%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.