Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan
Program Studi S2 Kepelatihan Olahraga

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Identifikasi dan Pengembangan Bakat Olahraga

8530204012

T=2

P=2

ECTS=8.96

3

9 April 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




.......................................




.......................................




NURKHOLIS

Model Pembelajaran

Case Study

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-1

Mampu menunjukkan nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya nasional, serta etika akademik dalam melaksanakan tugasnya

PLO-2

Menunjukkan karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif, inklusif, belajar sepanjang hayat, dan berjiwa kewirausahaan

PLO-3

Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan

PLO-5

Etika dan Tanggung Jawab Sosial : Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, moral, dan etika dengan menunjukkan sikap religius, menghargai keanekaragaman budaya, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan di dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di bidang keahlian.

PLO-6

Kemandirian dan Nasionalisme: Menginternalisasi semangat kemandirian, kewirausahaan, dan cinta tanah air, serta berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan masyarakat dan peradaban berdasarkan Pancasila dengan taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat.

PLO-7

Penguasaan Ilmu Olahraga dan Kepelatihan: Menguasai pengetahuan mendalam tentang anatomi, fisiologi, psikologi, dan biomekanika, serta metodologi kepelatihan olahraga, dan mampu menyimpulkan teori serta konsep dalam ilmu kepelatihan. Selain itu, menguasai konsep IPTEKOR dan metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan campuran yang berbasis pada Revolusi Industri 4.0 untuk pengembangan dan pembinaan atlet.

PLO-11

Identifikasi Bidang Keilmuan: Mampu mengidentifikasi bidang keilmuan yang menjadi objek penelitian dan menempatkannya dalam peta penelitian dengan pendekatan interdisiplin atau multidisiplin.

Program Objectives (PO)

PO - 1

Menerapkan prinsip-prinsip etika akademik dan nilai-nilai kebangsaan dalam merancang program identifikasi bakat olahraga yang inklusif dan berorientasi pada pembangunan karakter. (C3)

PO - 2

Menerapkan karakter tangguh, inovatif, dan berjiwa kewirausahaan dalam mengelola proses pengembangan bakat olahraga jangka panjang. (C3)

PO - 3

Menganalisis berbagai model dan pendekatan identifikasi bakat olahraga (sport-specific dan multi-sport) berdasarkan prinsip-prinsip anatomi, fisiologi, psikologi, dan biomekanika. (C4)

PO - 4

Menganalisis faktor-faktor penentu keberhasilan (success factors) dan risiko kegagalan (dropout factors) dalam pengembangan bakat olahraga dari perspektif multidisiplin. (C4)

PO - 5

Mengevaluasi efektivitas metodologi kepelatihan dan program latihan yang diterapkan pada berbagai tahap pengembangan bakat (early, middle, late specialization). (C5)

PO - 6

Mengevaluasi sistem identifikasi dan pengembangan bakat olahraga nasional dengan mempertimbangkan semangat kemandirian, kewirausahaan, dan kontribusi bagi mutu kehidupan masyarakat. (C5)

PO - 7

Menciptakan protokol atau instrumen identifikasi bakat olahraga yang inovatif dengan memanfaatkan konsep IPTEKOR berbasis Revolusi Industri 4.0. (C6)

PO - 8

Menciptakan model pengembangan bakat olahraga (talent development model) yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk cabang olahraga tertentu. (C6)

PO - 9

Menganalisis peta penelitian dan mengidentifikasi celah keilmuan (research gap) dalam bidang identifikasi dan pengembangan bakat olahraga dengan pendekatan interdisiplin. (C4)

PO - 10

Mengevaluasi dan menyusun rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy recommendation) untuk penyempurnaan sistem pembinaan olahraga berbasis bakat di tingkat daerah atau nasional. (C5)

Matrik PLO-PO

 
POPLO-1PLO-2PLO-3PLO-5PLO-6PLO-7PLO-11
PO-1      
PO-2      
PO-3      
PO-4     
PO-5      
PO-6      
PO-7     
PO-8    
PO-9     
PO-10     

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4
PO-5
PO-6
PO-7
PO-8
PO-9
PO-10

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mahasiswa mampu mendeteksi dan menganalisa potensi dasar calon atlet beserta bawaan yang terikat di dalam dirinya

Pustaka

Utama :

Pendukung :

Dosen Pengampu

Prof. Dr. Nurkholis, M.Pd.

Dr. Fransisca Januarumi Marhaendra Wijaya, S.Pd., M.Kes.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi prinsip etika akademik dan nilai kebangsaan yang relevan; 2) Menganalisis kaitan antara etika, nilai kebangsaan, dan program identifikasi bakat; 3) Merancang kerangka program identifikasi bakat yang inklusif dan berkarakter dengan mempertimbangkan etika dan nilai kebangsaan.

  1. Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip etika akademik (kejujuran, integritas, objektivitas) dalam konteks identifikasi bakat.
  2. Mahasiswa dapat mengidentifikasi nilai-nilai kebangsaan (gotong royong, keadilan, persatuan) yang relevan dengan pengembangan olahraga.
  3. Mahasiswa dapat menganalisis tantangan inklusivitas (gender, disabilitas, sosio-ekonomi) dalam identifikasi bakat olahraga.
  4. Mahasiswa dapat merancang outline program identifikasi bakat yang mengintegrasikan etika, nilai kebangsaan, inklusivitas, dan pembangunan karakter.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Ceramah dan diskusi

Materi: Konsep dasar etika akademik dan penerapannya dalam penelitian/pengembangan olahraga., Nilai-nilai kebangsaan Indonesia dan relevansinya dengan pembangunan olahraga nasional., Prinsip-prinsip inklusivitas dan keadilan dalam identifikasi bakat olahraga., Integrasi pembangunan karakter dalam program identifikasi dan pengembangan bakat., Studi kasus program identifikasi bakat: tantangan etika dan inklusivitas.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
6%

2

Minggu ke 2

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa dapat mengidentifikasi dan merancang strategi pengelolaan pengembangan bakat olahraga jangka panjang yang mengintegrasikan karakter ketangguhan, inovasi, dan kewirausahaan.

  1. Mampu menjelaskan konsep ketangguhan, inovasi, dan kewirausahaan dalam konteks pengembangan bakat olahraga.
  2. Mampu menganalisis studi kasus pengelolaan bakat olahraga yang menerapkan karakter tangguh, inovatif, dan berjiwa kewirausahaan.
  3. Mampu merancang langkah-langkah strategis untuk mengintegrasikan karakter tangguh, inovatif, dan berjiwa kewirausahaan dalam sebuah rencana pengembangan bakat olahraga jangka panjang.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Ceramah dan diskusi

Materi: Konsep dan pentingnya karakter tangguh (resilience) dalam pengembangan bakat olahraga jangka panjang., Prinsip inovasi dalam identifikasi, pelatihan, dan manajemen atlet berbakat., Jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dalam pengelolaan program dan sumber daya pengembangan bakat olahraga., Integrasi ketiga karakter dalam perencanaan dan implementasi program LTAD (Long-Term Athlete Development).
Pustaka: Handbook Perkuliahan
7%

3

Minggu ke 3


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Ceramah dan diskusi

5%

4

Minggu ke 4


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi dan presentasi

5%

5

Minggu ke 5

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi berbagai faktor multidisiplin yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan atlet, 2) Menganalisis interaksi dan dampak dari faktor-faktor tersebut dalam proses pengembangan bakat, 3) Mengevaluasi strategi untuk memaksimalkan faktor pendukung dan meminimalkan faktor penghambat.

  1. Mampu mengidentifikasi minimal 3 faktor penentu keberhasilan dari perspektif multidisiplin.
  2. Mampu mengidentifikasi minimal 3 faktor risiko kegagalan dari perspektif multidisiplin.
  3. Mampu menganalisis hubungan dan interaksi antar faktor yang diidentifikasi.
  4. Mampu memberikan contoh kasus nyata yang mendukung analisis faktor keberhasilan dan kegagalan.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Ceramah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok, dan presentasi..
Analisis Studi Kasus, Mahasiswa diminta untuk mencari dan menganalisis satu studi kasus atlet (baik yang sukses atau yang mengalami dropout). Analisis harus mengidentifikasi dan membahas minimal 3 faktor penentu keberhasilan atau kegagalan dari perspektif multidisiplin yang telah dipelajari. Hasil analisis disusun dalam bentuk dokumen tertulis atau presentasi video singkat yang diunggah ke LMS.
Materi: Konsep success factors dan dropout factors dalam olahraga., Analisis faktor psikologis (motivasi, mental toughness, burnout)., Analisis faktor fisiologis (potensi genetik, pelatihan, cedera)., Analisis faktor sosiologis (dukungan keluarga, lingkungan sosial, budaya)., Analisis faktor manajemen (pelatih, fasilitas, pendanaan, sistem kompetisi)., Studi kasus atlet sukses dan atlet yang drop out.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

6

Minggu ke 6


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi dan presentasi

7%

7

Minggu ke 7


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif


5%

8

Minggu ke 8


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio


5%

9

Minggu ke 9


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio


10%

10

Minggu ke 10


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio, Praktik / Unjuk Kerja
Presentasi dan jurnal

5%

11

Minggu ke 11

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa mampu merancang dan menyusun model pengembangan bakat olahraga yang komprehensif, mencakup aspek identifikasi, pelatihan, monitoring, dan keberlanjutan untuk sebuah cabang olahraga pilihan.

  1. Kemampuan menganalisis kebutuhan pengembangan bakat pada cabang olahraga tertentu.
  2. Kreativitas dalam merancang struktur model yang terintegrasi (meliputi identifikasi, pelatihan, evaluasi, transisi).
  3. Kedalaman konsep keberlanjutan dan dukungan sistemik dalam model.
  4. Kejelasan dan kelogisan dalam penyajian model secara tertulis dan/atau visual.
  5. Kesesuaian model dengan prinsip-prinsip ilmiah pengembangan bakat olahraga.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio, Praktik / Unjuk Kerja
Project-Based Learning, Diskusi Kelas, Presentasi, dan Pendampingan (Coaching)..
Project Asinkronus: Perancangan Model dan Portofolio, Mahasiswa secara individu atau berkelompok kecil diminta untuk membuat dokumen perancangan model pengembangan bakat untuk satu cabang olahraga pilihan, dilengkapi dengan visualisasi (seperti diagram alur atau infografis) dan penjelasan tertulis yang mendetail. Proses pengerjaan dan revisi didokumentasikan dalam portofolio digital di LMS.
Materi: Konsep dan komponen model pengembangan bakat (Talent Development Model)., Prinsip integrasi dan keberlanjutan dalam sistem pengembangan bakat., Studi kasus model pengembangan bakat nasional dan internasional (contoh: LTAD, FTEM)., Teknik perancangan model dan penyusunan roadmap pengembangan., Aspek evaluasi dan penyesuaian model.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

12

Minggu ke 12

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa mampu merancang dan menyusun model pengembangan bakat olahraga yang komprehensif, mencakup aspek identifikasi, pelatihan, monitoring, dan keberlanjutan untuk sebuah cabang olahraga pilihan.

  1. Kemampuan menganalisis kebutuhan pengembangan bakat pada cabang olahraga tertentu.
  2. Kreativitas dalam merancang struktur model yang terintegrasi (meliputi identifikasi, pelatihan, evaluasi, transisi).
  3. Kedalaman konsep keberlanjutan dan dukungan sistemik dalam model.
  4. Kejelasan dan kelogisan dalam penyajian model secara tertulis dan/atau visual.
  5. Kesesuaian model dengan prinsip-prinsip ilmiah pengembangan bakat olahraga.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Project-Based Learning, Diskusi Kelas, Presentasi, dan Pendampingan (Coaching)..
Project Asinkronus: Perancangan Model dan Portofolio, Mahasiswa secara individu atau berkelompok kecil diminta untuk membuat dokumen perancangan model pengembangan bakat untuk satu cabang olahraga pilihan, dilengkapi dengan visualisasi (seperti diagram alur atau infografis) dan penjelasan tertulis yang mendetail. Proses pengerjaan dan revisi didokumentasikan dalam portofolio digital di LMS.
Materi: Konsep dan komponen model pengembangan bakat (Talent Development Model)., Prinsip integrasi dan keberlanjutan dalam sistem pengembangan bakat., Studi kasus model pengembangan bakat nasional dan internasional (contoh: LTAD, FTEM)., Teknik perancangan model dan penyusunan roadmap pengembangan., Aspek evaluasi dan penyesuaian model.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

13

Minggu ke 13

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa mampu merancang dan menyusun model pengembangan bakat olahraga yang komprehensif, mencakup aspek identifikasi, pelatihan, monitoring, dan keberlanjutan untuk sebuah cabang olahraga pilihan.

  1. Kemampuan menganalisis kebutuhan pengembangan bakat pada cabang olahraga tertentu.
  2. Kreativitas dalam merancang struktur model yang terintegrasi (meliputi identifikasi, pelatihan, evaluasi, transisi).
  3. Kedalaman konsep keberlanjutan dan dukungan sistemik dalam model.
  4. Kejelasan dan kelogisan dalam penyajian model secara tertulis dan/atau visual.
  5. Kesesuaian model dengan prinsip-prinsip ilmiah pengembangan bakat olahraga.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Project-Based Learning, Diskusi Kelas, Presentasi, dan Pendampingan (Coaching)..
Project Asinkronus: Perancangan Model dan Portofolio, Mahasiswa secara individu atau berkelompok kecil diminta untuk membuat dokumen perancangan model pengembangan bakat untuk satu cabang olahraga pilihan, dilengkapi dengan visualisasi (seperti diagram alur atau infografis) dan penjelasan tertulis yang mendetail. Proses pengerjaan dan revisi didokumentasikan dalam portofolio digital di LMS.
Materi: Konsep dan komponen model pengembangan bakat (Talent Development Model)., Prinsip integrasi dan keberlanjutan dalam sistem pengembangan bakat., Studi kasus model pengembangan bakat nasional dan internasional (contoh: LTAD, FTEM)., Teknik perancangan model dan penyusunan roadmap pengembangan., Aspek evaluasi dan penyesuaian model.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

14

Minggu ke 14


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum


5%

15

Minggu ke 15


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Praktikum


5%

16

Minggu ke 16


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio, Praktik / Unjuk Kerja, Tes


15%



Rekap Persentase Evaluasi : Case Study

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 51.42%
2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 20.67%
3. Penilaian Portofolio 13.75%
4. Penilaian Praktikum 4.17%
5. Praktik / Unjuk Kerja 6.25%
6. Tes 3.75%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.