Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Ilmu Pendidikan
Program Studi S1 Pendidikan Luar Biasa

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Intervensi Dini Anak Disabilitas Rungu

8620203399

Mata Kuliah Pilihan Program Studi

T=3

P=0

ECTS=4.77

4

28 Februari 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Prof. Dr. Wagino, M.Pd; Diah Ekasari, M.Pd; Eryana Fatimasari Retno Budiati, M.Pd




Dr. Wagino, M.Pd




KHOFIDOTUR ROFIAH

Model Pembelajaran

Project Based Learning

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-1

Mampu menunjukkan nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya nasional, serta etika akademik dalam melaksanakan tugasnya

PLO-4

Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi.

PLO-8

Merancang kurikulum dan program layanan pendidikan khusus

PLO-10

Memanfaatkan media dan teknologi asistif dalam layanan pendidikan khusus

Program Objectives (PO)

PO - 1

Menguasai konsep-konsep dasar teori intervensi dini bagi disabilitas rungu.

PO - 2

Menguasai dasar-dasar perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program intervensi dini bagi disabilitas rungu.

PO - 3

Memiliki kemampuan mengembangkan program intervensi dini bagi disabilitas rungu dengan memanfaatkan media dan teknologi asistif dalam layanan pendidikan khusus.

Matrik PLO-PO

 
POPLO-1PLO-4PLO-8PLO-10
PO-1  
PO-2   
PO-3  

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah intervensi dini anak tunarungu membekali mahasiswa agar mampu memahami, mengkaji, mendalami, memiliki pengetahuan dan pengalaman konsep, prinsip-prinsip, teori-teori yang berkaitan dengan intervensi dini anak tunarungu dan mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan intervensi dini bagi anak tunarungu sesuai prosedur serta mampu merencanakan, melaksanakan intervensi dini untuk menyelesaikan permasalahan anak tunarungu sekaligus juga mengoptimalkan potensi anak tunarungu berdasarkan prinsip-prinsip dan prosedur dalam intervensi dini bagi anak tunarungu. Perkuliahan dilaksanakan dengan sistem presentasi, diskusi, tugas proyek, case method dan refleksi.

Pustaka

Utama :

  1. Donald F, Moores. 2001. Educating The Deaf in Boston , New York: Houghton Mifllin Company.
  2. Donald F, Moores. 2006. Deaf Learners, Develping in Curriculum and Instruction , New York: Houghton Mifllin Company.
  3. Susilo Yuwati. 2000. Pedoman Guru Pengajaran Bina Persepsi Bunyi Irama Untuk Anak Tunarungu . Jakarta. Depdiknas
  4. Marilyn Sass-Lehrer. 2015. Professional Perspectives On Deafness: Evidence and Applications , Oxford University Press
  5. Budiati, E. F. R., Yuliati, Pamuji, & Sartinah, E. P. 2025. Panduan bidang pengembangan bahasa: Menyimak dan berbicara untuk anak tunarungu (hard of hearing) di taman kanak-kanak luar biasa tunarungu (TKLB-B). Surabaya: CV. Daya Niaga Adikarya.

Pendukung :

  1. Wagino, W., & Riyanto, Y. (2019, December). Development of Computer Based Teaching Materials to Increase Phonetic Awareness of Deaf Students in Special Schools for Deaf. In International Conference on Education, Science and Technology (pp. 97-103). Redwhite Press.
  2. Eksasari, D., Wagino, W., Dwirisnanda, D. A., Abidin, Z., & Penehafo, A. E. (2025). The use of assistive technology applications in improving the learning outcomes of students with hearing disabilities. Journal of Engineering Science and Technology, 20(2), 31-38.
  3. Budiati, E. F. R., Andajani, S. J., Sartinah, E. P., & Ashar, M. N. (2020, August). The Development of Guidance in Language Development Field: Listening and Speaking for Deaf Child (Hard of Hearing) in Special Kindergarten Schools for Deaf. In 1st Progress in Social Science, Humanities and Education Research Symposium (PSSHERS 2019) (pp. 565-568). Atlantis Press.
  4. Budiati, E. F. R., Nursalim, M., Mardliyah, S., Sartinah, E. P., & Oktafiolita, A. (2025). Development of a receptive and expressive language handbook for hard-of-hearing disabilities in TKLB-B. Edelweiss Applied Science and Technology, 9(2), 2318-2330.
  5. Wagino, W. (2022). Analisis Faktor Kesiapan Belajar Siswa Tunarungu di SLB Surabaya.

Dosen Pengampu

Prof. Dr. Wagino, M.Pd.

Diah Ekasari, M.Pd.

Eryana Fatimasari Retno Budiati , M.Pd.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Mahasiswa bisa menjelaskan definisi intervensi dini sebagai upaya dini merangsang kemampuan dasar anak tunarungu agar berkembang optimal.

Menjawab benar ≥ 4 dari 5 soal definisi pada tes tertulis sederhana

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Ceramah,Tanya jawab,Brainstorming
3 X 50

2%

2

Minggu ke 2

Mahasiswa bisa menyebut tiga tahap dasar intervensi dini: deteksi gangguan pendengaran, stimulasi bahasa, dan intervensi keluarga.

Mengurutkan tahap dengan tepat pada lembar kerja; skor benar ≥ 80%

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Ceramah, Tanya jawab, Brainstorming
3 X 50

3%

3

Minggu ke 3

Mahasiswa bisa menguraikan peran keluarga dalam intervensi dini, seperti memberikan rangsangan suara sehari-hari untuk anak tunarungu.

Menulis esai singkat dengan ≥ 3 peran dan contoh; dinilai lengkap oleh dosen (skor ≥ 75%).

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Presentasi kelompok dan diskusi
3 X 50

3%

4

Minggu ke 4

Mahasiswa bisa menganalisis satu kasus sederhana intervensi dini, seperti menggunakan alat bantu dengar untuk meningkatkan persepsi bunyi

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Presentasi kelompok dan diskusi
3 X 50

3%

5

Minggu ke 5

Mahasiswa bisa membuat rencana sederhana program intervensi dini, seperti jadwal stimulasi suara untuk bayi tunarungu.

Rencana mencakup ≥ 3 langkah (tujuan, alat, jadwal); dinilai lengkap ≥ 80% oleh dosen.

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Presentasi kelompok dan diskusi
3 X 50

3%

6

Minggu ke 6

Mahasiswa bisa menjelaskan cara pelaksanaan intervensi, seperti menggunakan mainan berbunyi untuk melatih deteksi suara.

Dalam simulasi 10 menit, mahasiswa tunjukkan ≥ 4 langkah tepat; skor rubrik ≥ 75% (kriteria: urutan dan keselamatan)

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Presentasi kelompok dan diskusi
3 X 50

3%

7

Minggu ke 7

Mahasiswa bisa melakukan evaluasi sederhana, seperti mencatat kemajuan anak setelah 2 minggu latihan pendengaran.

Laporan evaluasi berisi data sebelum-sesudah; dinilai akurat ≥ 80% berdasarkan catatan observasi.

Kriteria:

kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Portofolio
Presentasi kelompok dan diskusi
3 X 50

3%

8

Minggu ke 8

Mahasiswa bisa mengintegrasikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam satu program lengkap untuk anak tunarungu

Program diserahkan sebagai tugas akhir; dievaluasi keseluruhan dengan nilai ≥ 70% (kriteria: keterkaitan antar bagian).

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Project dan brainstorming
3 X 50

20%

9

Minggu ke 9

Mahasiswa dapat memilih alat bantu dengar atau aplikasi digital yang tepat untuk bayi, balita, dan prasekolah tunarungu.

Pada studi kasus, pilihan alat sesuai derajat gangguan pendengaran dan alasan benar ≥ 80%.

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
Presentasi kelompok dan diskusi
3 X 50

5%

10

Minggu ke 10

Mahasiswa dapat menulis rencana harian intervensi dini yang menggabungkan alat bantu dengar dengan permainan audio visual.

1.Rencana mencantumkan tujuan, media, langkah, dan waktu; rubrik dosen ≥ 75% 2.Menyusun skenario penggunaan di kelas

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Presentasi kelompok dan diskusi
3 X 50

5%

11

Minggu ke 11

Mahasiswa dapat memasang, mengatur, dan mempraktikkan sesi stimulasi bunyi memakai teknologi asistif bersama anak contoh

1.Dalam simulasi 10 menit, perangkat berfungsi baik dan anak bereaksi pada ≥ 3 dari 4 rangsangan suara. 2.Menyebutkan efektivitas AVT pada anak tunarungu

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
Presentasi kelompok dan diskusi
3 X 50

5%

12

Minggu ke 12

Mahasiswa dapat membuat lembar evaluasi digital (mis. tabel progres aplikasi) untuk memantau hasil intervensi selama 2 minggu

Lembar menampilkan data “sebelum sesudah” dan rekomendasi tindak lanjut; dinilai lengkap ≥ 80% oleh dosen.

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
Presentasi kelompok dan diskusi
3 X 50

5%

13

Minggu ke 13

Mahasiswa bisa membuat alat evaluasi sederhana seperti catatan harian untuk memeriksa kemajuan pendengaran anak setelah 1 minggu intervensi.

Alat evaluasi mencakup ≥ 3 kriteria (misalnya, reaksi suara, bahasa); dinilai lengkap ≥ 80% oleh dosen.

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Presentasi kelompok dan diskusi
3 X 50

5%

14

Minggu ke 14

Minggu ke 14 Mahasiswa bisa melakukan evaluasi dengan membandingkan hasil sebelum dan sesudah program, seperti anak lebih cepat menanggapi bunyi.

Laporan evaluasi tunjukkan perubahan pada ≥ 2 aspek (sosial, komunikasi); skor rubrik ≥ 75% (kriteria: data akurat)

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Presentasi kelompok dan diskusi
3 X 50

5%

15

Minggu ke 15

Mahasiswa bisa melakukan evaluasi dengan membandingkan hasil sebelum dan sesudah program, seperti anak lebih cepat menanggapi bunyi.

Laporan evaluasi tunjukkan perubahan pada ≥ 2 aspek (sosial, komunikasi); skor rubrik ≥ 75% (kriteria: data akurat)

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
Presentasi kelompok dan diskusi
3 X 50

5%

16

Minggu ke 16

Minggu ke 16 Mahasiswa bisa menyusun laporan akhir yang mencakup evaluasi program dan saran perbaikan untuk keluarga anak tunarungu.

Rencana berisi ≥ 3 langkah spesifik dengan alasan; dinilai layak ≥ 80% berdasarkan hasil evaluasi.

Kriteria:

Kriteria penilaian deskriptif mata kuliah. A (85-100): Penguasaan inovatif, proyek unggul, analisis mendalam. A- (80 84.9): Pemahaman baik, program adaptif, sedikit kekurangan. B (75-79.9): Konsep dasar kuat, partisipasi aktif, kurang inovasi. B (70-74.9): Standar memadai, evaluasi sederhana. B- (65 69.9): Pemahaman minimal, kesalahan kecil. C (60-64.9): Terbatas, butuh bimbingan. C (55 59.9): Kurang, pemahaman parsial. D (50 54.9): Rendah, tidak lengkap. E (0-49.9): Gagal total.


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Presentasi kelompok dan diskusi
3 X 50

25%



Rekap Persentase Evaluasi : Project Based Learning

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 15%
2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 65%
3. Penilaian Portofolio 10%
4. Praktik / Unjuk Kerja 10%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.