Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan
Program Studi S1 Masase

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

DEEP TISSUE MASSAGE

8920403027

Mata Kuliah Wajib Program Studi

T=2

P=1

ECTS=4.77

4

9 April 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Yuni Fitriyah Ningsih, S.Pd., M.Pd.




Dr. JOESOEF ROEPAJADI, M.Pd.




JOESOEF ROEPAJADI

Model Pembelajaran

Project Based Learning

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-1

Mampu menunjukkan nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya nasional, serta etika akademik dalam melaksanakan tugasnya

PLO-3

Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan

PLO-8

Menjelaskan patologi umum (nyeri otot, cedera olahraga, gangguan postur) yang memerlukan terapi masase

PLO-9

Mampu berkomunikasi efektif dengan klien, tim kesehatan, dan masyarakat dan menggunakan teknologi informasi untuk mendokumentasikan asesmen dan evaluasi terapi

PLO-12

Mengoperasikan alat bantu masase dan mengevaluasi efektivitas intervensi masase melalui pengukuran outcome klinis

PLO-13

Mampu mengelola praktik mandiri atau tim dalam layanan masase kesehatan, kebugaran, rehabilitasi dan kecantikan

PLO-14

Mengembangkan program promosi kesehatan, kebugaran, kecantikan dan pencegahan cedera melalui terapi masase

Program Objectives (PO)

PO - 1

Menjelaskan prinsip teoritis dan biomekanika Deep Tissue Massage.

PO - 2

Mengidentifikasi struktur anatomi yang relevan dalam terapi jaringan dalam.

PO - 3

Melakukan assessment dan evaluasi klien sebelum treatment.

PO - 4

Menerapkan teknik Deep Tissue Massage secara aman dan efektif.

PO - 5

Menentukan indikasi dan kontraindikasi terapi.

PO - 6

Menunjukkan sikap profesional dan etika dalam praktik terapi manual.

Matrik PLO-PO

 
POPLO-1PLO-3PLO-8PLO-9PLO-12PLO-13PLO-14
PO-1      
PO-2      
PO-3      
PO-4      
PO-5      
PO-6      

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4
PO-5
PO-6

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah Deep Tissue Massage mempelajari konsep, teori, dan praktik terapi pijat jaringan dalam yang berfokus pada lapisan otot dalam, fascia, tendon, dan jaringan ikat. Perkuliahan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman anatomi dan fisiologi sistem muskuloskeletal serta prinsip biomekanika yang menjadi dasar penerapan teknik Deep Tissue Massage. Mahasiswa akan mempelajari berbagai teknik manipulasi jaringan dalam seperti kompresi mendalam, stripping, friction, myofascial release, dan trigger point therapy. Selain itu, mata kuliah ini juga membahas assessment klien, indikasi dan kontraindikasi terapi, manajemen nyeri, serta aspek etika dan profesionalisme dalam praktik terapi manual. Pendekatan pembelajaran dilakukan melalui kombinasi teori di kelas, demonstrasi teknik, praktik laboratorium, studi kasus, dan evaluasi klinis. Mahasiswa diharapkan mampu melakukan treatment Deep Tissue Massage secara aman, efektif, dan sesuai standar praktik profesional untuk membantu mengurangi nyeri kronis, meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki postur, serta mendukung pemulihan cedera olahraga.

Pustaka

Utama :

  1. Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California

Pendukung :

  1. Ningsih, Y.F. 2025. Masase Dasar. Literatus Digitus Indonesia

Dosen Pengampu

Yuni Fitriyah Ningsih, S.Pd., M.Pd.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Mahasiswa mampu melakukan assessment awal klien meliputi anamnesis, observasi postur, palpasi, dan identifikasi area ketegangan

mahasiswa mampu menjelaskan konsep dasar deep tisuue massage

Kriteria:

Partisipasi mahasiswa dalam perkuliahan dan keaktifan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
metode Luring / Offline
2x50
metode Daring / Online
2x50
Materi: Assessment awal klien meliputi anamnesis, observasi postur, palpasi, dan identifikasi area ketegangan
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
2%

2

Minggu ke 2

Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan anatomi serta fisiologi sistem otot, fascia, tendon, dan jaringan ikat yang relevan dengan Deep Tissue Massage

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan

Kriteria:

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
metode Luring / Offline
2x50
metode Daring / Online
2x50
Materi: Anatomi serta fisiologi sistem otot, fascia, tendon, dan jaringan ikat yang relevan dengan Deep Tissue Massage
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
2%

3

Minggu ke 3

Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip biomekanika dan gaya mekanis (compression, tension, shear, torsion, bend) dalam aplikasi Deep Tissue Massage.

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan

Kriteria:

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja
metode Luring / Offline
2X50
metode Daring / Online
2X50
Materi: prinsip biomekanika dan gaya mekanis (compression, tension, shear, torsion, bend) dalam aplikasi Deep Tissue Massage
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
2%

4

Minggu ke 4

Mahasiswa mampu melakukan assessment awal klien meliputi anamnesis, observasi postur, palpasi, dan identifikasi area ketegangan

Partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan

Kriteria:

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
metode Luring / Offline
2x50
metode Daring / Online
2x50
Materi: Melakukan assessment awal klien meliputi anamnesis, observasi postur, palpasi, dan identifikasi area ketegangan
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
5%

5

Minggu ke 5

Mahasiswa mampu mendemonstrasikan teknik dasar Deep Tissue Massage (stripping, friction, sustained pressure) dengan posisi tubuh yang ergonomis

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan

Kriteria:

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
metode Luring / Offline
2x50
metode Daring / Online
2x50
Materi: teknik dasar Deep Tissue Massage (stripping, friction, sustained pressure) dengan posisi tubuh yang ergonomis
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
5%

6

Minggu ke 6

Mahasiswa mampu menerapkan teknik myofascial release untuk mengurangi restriksi jaringan fascia secara aman dan efektif

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan

Kriteria:

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
metode Luring / Offline
2x50
metode Daring / Online
2x50
Materi: teknik myofascial release untuk mengurangi restriksi jaringan fascia secara aman dan efektif
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
5%

7

Minggu ke 7

Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menangani trigger point menggunakan teknik ischemic compression sesuai prosedur

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan

Kriteria:

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
metode Luring / Offline
2x50
metode Daring / Online
2x50
Materi: mengidentifikasi dan menangani trigger point menggunakan teknik ischemic compression sesuai prosedur
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
5%

8

Minggu ke 8

Ulangan Tengah Semester

Melaksanakan praktik sesuai dengan SOP

Kriteria:

Melaksanakan praktik sesuai dengan SOP


Bentuk Penilaian :
Penilaian Portofolio
metode Luring / Offline
2x50
metode Daring / Online
2x50
Materi: Pertemuan 1-7
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
14%

9

Minggu ke 9

Mahasiswa mampu menerapkan teknik Deep Tissue Massage pada area punggung dan leher untuk mengatasi nyeri dan ketegangan kronis

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan

Kriteria:

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
metode Luring / Offline
2x50
metode Daring / Online
2x50
Materi: Mampu menerapkan teknik Deep Tissue Massage pada area punggung dan leher untuk mengatasi nyeri dan ketegangan kronis
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
5%

10

Minggu ke 10

Mahasiswa mampu melakukan treatment Deep Tissue Massage pada ekstremitas atas dan bawah sesuai indikasi klinis


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif


Materi: Treatment Deep Tissue Massage pada ekstremitas atas dan bawah sesuai indikasi klinis
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
5%

11

Minggu ke 11

Mahasiswa mampu menjelaskan hubungan antara stres emosional dan ketegangan otot serta menerapkan pendekatan terapeutik yang empatik

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
metode Luring / Offline
2x50
metode Daring / Online
2x50
Materi: Hubungan antara stres emosional dan ketegangan otot serta menerapkan pendekatan terapeutik yang empatik
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
5%

12

Minggu ke 12

Mahasiswa mampu mengelola nyeri dan ketidaknyamanan klien selama treatment dengan komunikasi terapeutik yang efektif

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan

Kriteria:

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Metode Luring / Offline
2x50
Metode Daring / Online
2x50
Materi: Mengelola nyeri dan ketidaknyamanan klien selama treatment dengan komunikasi terapeutik yang efektif
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
5%

13

Minggu ke 13

Mahasiswa mampu menyusun dan melaksanakan protokol treatment Deep Tissue Massage secara sistematis (full body treatment)

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
metode Luring / Offline
2x50
metode Daring / Online
2x50
Materi: Menyusun dan melaksanakan protokol treatment Deep Tissue Massage secara sistematis (full body treatment)
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
5%

14

Minggu ke 14

Mahasiswa mampu menganalisis indikasi dan kontraindikasi Deep Tissue Massage serta menerapkan prinsip keselamatan dan etika profesional

partisipasi mahasiswa dalam perkuliahan

Kriteria:

partisipasi mahasiswa dalam perkuliahan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
metode Luring / Offline
2x50
metode Daring / Online
2x50
Materi: Indikasi dan kontraindikasi Deep Tissue Massage serta menerapkan prinsip keselamatan dan etika profesional
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
5%

15

Minggu ke 15

Mahasiswa mampu melakukan praktik Deep Tissue Massage secara mandiri dan komprehensif sesuai standar kompetensi terapi manual

Kriteria:

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
metode Luring / Offline
2x50
metode Daring / Online
2x50
Materi: Melakukan praktik Deep Tissue Massage secara mandiri dan komprehensif sesuai standar kompetensi terapi manual
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
5%

16

Minggu ke 16

Ulangan Akhir Semester

Mahasiswa diminta melaksanakan satu sesi Deep Tissue Massage komprehensif (60–90 menit) secara mandiri pada klien dengan mengikuti standar kompetensi terapi manual. Kegiatan dimulai dari assessment menyeluruh yang meliputi anamnesis, observasi postur, palpasi jaringan, identifikasi area ketegangan, serta penentuan indikasi dan kontraindikasi. Berdasarkan hasil assessment, mahasiswa menyusun rencana treatment yang sistematis mencakup area prioritas, teknik yang digunakan (deep compression, stripping, cross-fiber friction, myofascial release, dan trigger point therapy), serta tujuan terapi. Selama praktik, mahasiswa wajib menunjukkan body mechanic yang ergonomis, kontrol tekanan yang aman dan progresif, serta komunikasi terapeutik untuk memantau respons dan tingkat kenyamanan klien. Setelah treatment, mahasiswa melakukan evaluasi hasil terapi dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah sesi, kemudian memberikan edukasi aftercare seperti hidrasi dan peregangan ringan. Hasil kegiatan didokumentasikan dalam laporan tertulis yang memuat assessment, rencana tindakan, teknik yang diterapkan, evaluasi hasil, serta refleksi profesional terhadap pengalaman praktik. Penilaian mencakup ketepatan teknik, keamanan prosedur, kemampuan komunikasi, sistematisasi tindakan, dan kualitas dokumentasi, sehingga project ini menjadi indikator utama kompetensi mahasiswa dalam melakukan Deep Tissue Massage secara mandiri dan profesional

Kriteria:

partisipasi dan keaktifan mahasiswa saat perkuliahan


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
metode Luring / Offline
2x50
metode Daring / Online
2x50
Materi: Tugas Project Deeop Tissue Massage
Pustaka: Jeffrey A. Simancek. 2013. Deep Tissue Massage Treatment. Irvine, California
25%



Rekap Persentase Evaluasi : Project Based Learning

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 57.5%
2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 27.5%
3. Penilaian Portofolio 14%
4. Praktik / Unjuk Kerja 1%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.