
|
Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Program Studi S2 Sosiologi
|
Kode Dokumen |
SEMESTER LEARNING PLAN |
Course |
KODE |
Rumpun MataKuliah |
Bobot Kredit |
SEMESTER |
Tanggal Penyusunan |
teori sosiologi digital |
6910103008 |
|
T=3 |
P=0 |
ECTS=6.72 |
2 |
9 April 2026 |
OTORISASI |
Pengembang S.P |
Koordinator Rumpun matakuliah |
Koordinator Program Studi |
Dr. Sugeng Harianto, M.Si
|
.......................................
|
MOH. MUDZAKKIR |
Model Pembelajaran |
Case Study |
Program Learning Outcomes (PLO)
|
PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah |
PLO-2 |
Menunjukkan karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif, inklusif, belajar sepanjang hayat, dan berjiwa kewirausahaan |
PLO-3 |
Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan |
PLO-4 |
Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi. |
Program Objectives (PO) |
PO - 1 |
Menciptakan kerangka analisis inovatif untuk mengkaji masalah-masalah sosial baru yang muncul di era digital (C6)
|
PO - 2 |
Menerapkan etika akademik dan nilai-nilai kebangsaan dalam penelitian dan diskusi tentang masyarakat digital (C3)
|
PO - 3 |
Menerapkan pendekatan kolaboratif dan inklusif dalam proyek analisis sosial digital (C3)
|
Matrik PLO-PO |
| |
| PO | PLO-2 | PLO-3 | PLO-4 | | PO-1 | ✔ | ✔ | | | PO-2 | ✔ | | | | PO-3 | ✔ | | ✔ |
|
Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO) |
| |
| PO |
Minggu Ke |
| 1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
| PO-1 | ✔ | ✔ | | ✔ | ✔ | | ✔ | | | | | | | | | | | PO-2 | | | ✔ | | | | | ✔ | | | | | | | ✔ | | | PO-3 | | | | | | ✔ | | | ✔ | | | ✔ | ✔ | ✔ | | |
|
Deskripsi Singkat Mata Kuliah
|
Mata kuliah ini membahas perkembangan teori-teori sosiologi dalam konteks masyarakat digital, meliputi transformasi relasi sosial, kekuasaan, ekonomi politik, identitas, budaya, dan praktik sehari-hari akibat platform digital, datafikasi, algoritma, dan kecerdasan buatan. Mahasiswa diajak memahami, membandingkan, dan mengkritisi teori-teori kunci sosiologi digital serta menerapkannya dalam analisis fenomena empiris kontemporer, khususnya dalam konteks Global South dan Indonesia. |
Pustaka
|
Utama : |
|
- Handbook Perkuliahan Materi : Pengantar Sosiologi Digital: Definisi, Ruang Lingkup, dan Signifikansi, Konsep-Konsep Dasar: Ruang Digital vs Ruang Fisik, Interaksi Sosial Online, Jejaring Sosial
|
Pendukung : |
|
|
Dosen Pengampu
|
Dr. Sugeng Harianto, M.Si. |
Minggu Ke- |
Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)
|
Penilaian |
Bantuk Pembelajaran,
Metode Pembelajaran,
Penugasan Mahasiswa,
[ Estimasi Waktu] |
Materi Pembelajaran
[ Pustaka ] |
Bobot Penilaian (%) |
Indikator |
Kriteria & Bentuk |
Luring (offline) |
Daring (online) |
(1) |
(2) |
(3) |
(4) |
(5) |
(6) |
(7) |
(8) |
1
Minggu ke 1 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi konsep-konsep kunci sosiologi digital; 2) Menerapkan konsep-konsep tersebut untuk menguraikan contoh fenomena sosial di platform digital; 3) Menunjukkan hubungan antara teori sosiologi klasik dengan konteks digital. |
- Kemampuan mengidentifikasi minimal tiga konsep dasar sosiologi digital (misal: ruang digital, identitas online, jejaring sosial digital).
- Kemampuan menerapkan konsep yang diidentifikasi untuk menganalisis satu studi kasus fenomena sosial di media sosial atau platform digital.
- Ketepatan dalam menghubungkan analisis fenomena digital dengan prinsip-prinsip sosiologi umum.
|
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan tanya jawab..
|
Diskusi Forum Online, Mahasiswa diminta untuk: 1) Memilih satu fenomena atau tren terkini di platform digital (contoh: challenge viral, pola komunikasi di grup tertentu, dll). 2) Menerapkan minimal dua konsep dasar sosiologi digital yang telah dipelajari untuk menganalisis fenomena tersebut. 3) Memaparkan analisis singkat (200-300 kata) di forum LMS dan memberikan tanggapan konstruktif terhadap postingan minimal dua rekan lainnya. 3X50 |
Materi: Pengantar Sosiologi Digital: Definisi, Ruang Lingkup, dan Signifikansi, Konsep-Konsep Dasar: Ruang Digital vs Ruang Fisik, Interaksi Sosial Online, Jejaring Sosial Digital, Fenomena Sosial di Ruang Digital: Tren, Komunitas Virtual, dan Dinamika Kekuasaan, Hubungan Sosiologi Klasik dengan Konteks Digital Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
2
Minggu ke 2 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi elemen-elemen struktur sosial dalam konteks digital; 2) Menganalisis pola interaksi yang muncul di platform digital; 3) Menguraikan relasi kuasa yang bekerja dalam masyarakat digital berdasarkan teori sosiologi kontemporer. |
- Kemampuan mengidentifikasi komponen struktur sosial dalam studi kasus digital
- Kemampuan menganalisis pola interaksi pada platform media sosial atau komunitas online
- Kemampuan menguraikan relasi kuasa menggunakan teori sosiologi kontemporer dalam konteks digital
|
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Ceramah interaktif, diskusi kelompok analisis studi kasus, presentasi hasil analisis, dan tanya jawab kritis..
|
Analisis Studi Kasus Tertulis, Mahasiswa diminta untuk memilih satu platform digital (misalnya: media sosial, aplikasi ride-hailing, forum online) dan menganalisis struktur, pola interaksi, serta relasi kuasa di dalamnya dengan menerapkan minimal satu teori sosiologi kontemporer yang telah dipelajari. Hasil analisis dikumpulkan dalam bentuk esai atau laporan singkat melalui LMS.
|
Materi: Konsep struktur sosial dalam masyarakat digital, Teori jaringan sosial dan analisis pola interaksi online, Teori Aktor-Jaringan (ANT) dan penerapannya, Teori medan (Bourdieu) dan relasi kuasa di ruang digital, Studi kasus: Platform media sosial, ekonomi gig, atau komunitas virtual Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
3
Minggu ke 3 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi kriteria teoritis untuk mengevaluasi dampak teknologi digital; 2) Menganalisis transformasi pada institusi sosial, budaya, dan identitas akibat teknologi digital; 3) Mengevaluasi dan menyimpulkan dampak tersebut berdasarkan kriteria teoritis yang telah ditetapkan. |
- Kemampuan mengidentifikasi dan menjelaskan kriteria teoritis evaluasi dampak teknologi digital.
- Kemampuan menganalisis kasus transformasi institusi sosial, budaya, atau identitas dengan teknologi digital.
- Kemampuan mengevaluasi dan menarik kesimpulan berdasarkan analisis kasus dan kriteria teoritis.
- Kemampuan menyajikan hasil evaluasi secara sistematis dan argumentatif.
|
Kriteria:
5 Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Kombinasi ceramah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok terpandu, dan presentasi..
|
Analisis dan Evaluasi Studi Kasus Digital, Mahasiswa diminta untuk memilih satu fenomena transformasi digital (misal: kerja remote, influencer culture, fintech) dan membuat portofolio analisis yang berisi: 1) Identifikasi kriteria teoritis evaluasi; 2) Analisis dampak pada institusi/budaya/identitas; 3) Kesimpulan evaluatif berdasarkan kriteria. Tugas dikumpulkan dan didiskusikan secara asinkronus di forum LMS.
|
Materi: Konsep dan kriteria teoritis untuk evaluasi dampak teknologi (misal: teori determinisme teknologi, konstruksi sosial teknologi, teori jaringan aktor)., Transformasi institusi sosial (keluarga, pendidikan, politik) di era digital., Transformasi budaya (produksi, konsumsi, representasi) di ruang digital., Konstruksi dan performativitas identitas dalam media digital., Studi kasus: Evaluasi dampak media sosial, platform ekonomi digital, atau teknologi AI pada aspek sosial-budaya. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
4
Minggu ke 4 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi berbagai dampak teknologi digital pada institusi sosial, budaya, dan identitas; 2) Menerapkan kriteria teoritis sosiologi digital untuk menganalisis transformasi tersebut; 3) Mengevaluasi secara kritis implikasi positif dan negatif dari transformasi yang terjadi. |
- Kemampuan mengidentifikasi contoh konkret transformasi institusi sosial, budaya, dan identitas akibat teknologi digital.
- Kemampuan menerapkan teori sosiologi digital (misalnya, teori jaringan, teori mediasi, teori aktor-jaringan) sebagai kriteria analisis.
- Kemampuan mengevaluasi dan menyimpulkan dampak transformasi dengan argumentasi yang logis dan didukung bukti.
- Kemampuan memberikan rekomendasi atau refleksi kritis berdasarkan evaluasi yang dilakukan.
|
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
Kombinasi ceramah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok terpandu, dan presentasi evaluasi..
|
Analisis dan Evaluasi Studi Kasus Digital, Mahasiswa diminta untuk memilih satu fenomena transformasi digital pada institusi sosial, budaya, atau identitas. Kemudian, mahasiswa membuat tulisan analitis (esai) yang: 1) Mendeskripsikan fenomena tersebut, 2) Menerapkan minimal satu teori sosiologi digital sebagai kerangka analisis, 3) Mengevaluasi dampak positif dan negatif berdasarkan kriteria teoritis yang dipilih, dan 4) Memberikan kesimpulan evaluatif. Tugas dikumpulkan melalui LMS.
|
Materi: Konsep dasar transformasi sosial, budaya, dan identitas di era digital., Teori-teori kunci dalam sosiologi digital untuk analisis (misalnya, Castells, Latour, Miller)., Studi kasus: Transformasi institusi (contoh: pendidikan, keluarga, agama), budaya (contoh: budaya pop, praktik konsumsi), dan identitas (contoh: identitas online, identitas kolektif)., Kriteria evaluasi: keadilan, akses, otentisitas, fragmentasi, dan keberlanjutan. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
5
Minggu ke 5 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu: 1) Mengidentifikasi masalah sosial baru di era digital; 2) Menganalisis keterbatasan kerangka teori konvensional; 3) Merancang kerangka analisis inovatif yang relevan; 4) Mengaplikasikan kerangka tersebut pada studi kasus spesifik. |
- Kemampuan mengidentifikasi dan merumuskan masalah sosial baru di era digital dengan tepat.
- Kreativitas dan orisinalitas dalam merancang kerangka analisis.
- Kedalaman integrasi antara teori sosiologi dan konteks digital dalam kerangka yang dibuat.
- Kesesuaian dan kelayakan penerapan kerangka analisis pada studi kasus yang dipilih.
- Kejelasan dan sistematika penyajian kerangka analisis.
|
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
Pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), diskusi kelompok terpumpun, studi kasus, dan presentasi..
|
|
Materi: Review masalah sosial baru di era digital (misal: ekonomi platform, budaya cancel, misinformasi, isolasi sosial digital)., Keterbatasan teori sosiologi konvensional dalam menjelaskan fenomena digital., Prinsip-prinsip merancang kerangka analisis teoretis., Studi kasus penerapan kerangka analisis inovatif dalam penelitian sosiologi digital., Teknik presentasi dan argumentasi konseptual. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
6
Minggu ke 6 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi masalah-masalah sosial baru di era digital; 2) Menganalisis keterbatasan kerangka teori sosiologi konvensional dalam memahami masalah tersebut; 3) Merancang kerangka analisis inovatif yang menggabungkan konsep sosiologi digital; 4) Menerapkan kerangka yang dirancang pada studi kasus spesifik. |
- Kemampuan mengidentifikasi dan merumuskan masalah sosial era digital secara kritis.
- Kemampuan merancang kerangka analisis yang koheren, orisinal, dan relevan dengan konteks digital.
- Kemampuan mengintegrasikan teori sosiologi yang relevan ke dalam kerangka analisis.
- Kemampuan menerapkan kerangka analisis pada studi kasus untuk menghasilkan interpretasi atau solusi yang bernuansa.
|
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
Kuliah interaktif, diskusi kelompok terpandu, studi kasus, dan workshop perancangan kerangka analisis..
|
Mahasiswa diminta untuk membuat proposal tertulis (dokumen 2-3 halaman) yang merancang kerangka analisis inovatif untuk sebuah masalah sosial era digital pilihan mereka. Proposal harus mencakup: (1) Rumusan masalah, (2) Tinjauan singkat teori yang relevan, (3) Deskripsi kerangka analisis yang diusulkan (dengan diagram/konsep kunci), dan (4) Penjelasan bagaimana kerangka tersebut akan diterapkan. Tugas dikumpulkan dan didiskusikan secara asinkron melalui forum LMS.
|
Materi: Review masalah sosial era digital (mis: filter bubble, digital divide, surveilans algoritmik, ekonomi platform)., Batasan teori sosiologi konvensional dalam konteks digital., Prinsip-prinsip merancang kerangka analisis teoretis., Integrasi teori sosiologi digital (mis: teori jaringan, teori aktor-jaringan, sosiologi algoritma)., Praktik merancang dan mempresentasikan kerangka analisis untuk studi kasus pilihan. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
7
Minggu ke 7 |
Mahasiswa mampu menerapkan etika akademik (seperti kejujuran intelektual, penghargaan terhadap hak cipta, dan objektivitas) serta nilai-nilai kebangsaan (seperti persatuan, keadilan, dan tanggung jawab sosial) dalam merancang, melaksanakan, dan mendiskusikan penelitian tentang masyarakat digital. |
- Mengidentifikasi isu-isu etika dan nilai kebangsaan dalam penelitian masyarakat digital.
- Menerapkan prinsip etika akademik dalam menyusun proposal atau laporan penelitian mini tentang topik digital.
- Menganalisis kasus nyata pelanggaran etika penelitian di dunia digital dengan perspektif nilai kebangsaan.
- Mendemonstrasikan sikap menghargai perbedaan pendapat dan sumber informasi dalam diskusi kelompok.
|
Kriteria:
5 Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Ceramah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion), dan presentasi..
|
Diskusi Forum Online dan Analisis Kasus Singkat, Mahasiswa diminta untuk: 1) Berpartisipasi dalam forum diskusi di LMS dengan menanggapi sebuah studi kasus pelanggaran etika penelitian digital, dikaitkan dengan nilai-nilai kebangsaan. 2) Mengunggah analisis singkat (300-400 kata) mengenai penerapan prinsip etika akademik dalam sebuah contoh proposal penelitian fiktif tentang masyarakat digital.
|
Materi: Konsep Etika Akademik dalam Penelitian Sosial Digital, Nilai-Nilai Kebangsaan (Pancasila) dan Relevansinya dengan Ruang Digital, Isu-isu Etis Penelitian: Privasi Data, Informed Consent, dan Bias Algoritma, Studi Kasus: Pelanggaran Etika dalam Penelitian Media Sosial dan Big Data, Panduan Penyusunan Proposal Penelitian yang Beretika dan Berwawasan Kebangsaan Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
8
Minggu ke 8 |
Menganalisis dinamika produksi, distribusi, dan konsumsi pengetahuan dalam ekosistem digital |
Menganalisis dinamika produksi, distribusi, dan konsumsi pengetahuan dalam ekosistem digital |
Bentuk Penilaian : Tes |
|
3X50 |
|
15% |
9
Minggu ke 9 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mengidentifikasi isu-isu etika dan nilai kebangsaan dalam penelitian masyarakat digital. 2. Menerapkan prinsip etika akademik (seperti kejujuran, menghargai hak cipta, privasi) dalam simulasi penelitian atau diskusi kasus. 3. Mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan (seperti persatuan, keadilan, tanggung jawab sosial) dalam argumentasi dan rekomendasi terkait masyarakat digital. |
- Kemampuan mengidentifikasi dilema etika dalam studi kasus penelitian digital.
- Ketepatan dalam menerapkan kode etik penelitian pada skenario yang diberikan.
- Kemampuan mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dalam analisis dan diskusi isu digital.
- Kualitas partisipasi dalam diskusi etis dan konstruktif.
|
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Studi kasus, diskusi kelompok terpandu, simulasi, ceramah interaktif, dan refleksi..
|
Diskusi Forum Online dan Analisis Kasus, Mahasiswa diminta untuk: 1. Mempelajari studi kasus (disediakan di LMS) tentang pelanggaran etika dalam penelitian media sosial. 2. Berpartisipasi dalam forum diskusi dengan menjawab pertanyaan panduan: mengidentifikasi pelanggaran etika, dampaknya, dan bagaimana memperbaikinya dengan mempertimbangkan nilai kebangsaan. 3. Memberikan tanggapan konstruktif terhadap postingan minimal dua rekan lainnya. 3X50 |
Materi: Prinsip-prinsip Etika Akademik (kejujuran intelektual, plagiarisme, sitasi, privasi dan informed consent dalam penelitian digital)., Nilai-nilai Kebangsaan dan Relevansinya dalam Ruang Digital (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, keadilan sosial, dan tanggung jawab sebagai warga digital)., Isu Etis Kontemporer dalam Penelitian Masyarakat Digital (big data, surveillance, bias algoritma, digital divide)., Panduan dan Regulasi (Kode Etik Penelitian, UU ITE, dan prinsip-prinsip riset yang bertanggung jawab). Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
10
Minggu ke 10 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi bentuk-bentuk kontradiksi dan ketimpangan sosial dalam ruang digital; 2) Menganalisis penyebab dan dampak dari kesenjangan digital dan bias algoritmik terhadap struktur sosial; 3) Mengevaluasi implikasi ketimpangan tersebut terhadap keadilan sosial dan demokrasi di era digital. |
- Kemampuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan minimal dua bentuk kesenjangan digital (akses, keterampilan, pemanfaatan).
- Kemampuan menganalisis contoh kasus nyata bias algoritmik dan dampaknya terhadap kelompok sosial tertentu.
- Kemampuan menghubungkan fenomena ketimpangan digital dengan teori sosiologi yang relevan (misalnya, teori kekuasaan, teori struktural, atau teori kritis).
- Kemampuan menyusun argumen kritis tentang implikasi sosial dari kontradiksi dalam masyarakat digital.
|
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Tes |
Kombinasi ceramah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok terpandu, dan presentasi analisis..
|
Analisis Studi Kasus dan Esai Reflektif, Mahasiswa diminta untuk mencari satu contoh kasus nyata (berita, laporan penelitian, atau dokumenter) yang mengilustrasikan kesenjangan digital atau bias algoritmik. Kemudian, menganalisis kasus tersebut dengan merujuk pada teori sosiologi yang telah dipelajari dan menyusun esai reflektif tentang implikasi sosialnya. Tugas dikumpulkan melalui LMS. 3X50 |
Materi: Konsep dan dimensi kesenjangan digital (digital divide): akses, keterampilan, dan pemanfaatan., Bias algoritmik: definisi, mekanisme pembentukan, dan contoh dalam platform media sosial, perekrutan kerja, dan sistem peradilan., Teori sosiologi untuk menganalisis ketimpangan (Teori Konflik, Teori Struktural Fungsional, Teori Kritis Frankfurt, dll.)., Implikasi sosial, politik, dan ekonomi dari ketimpangan digital terhadap demokrasi dan keadilan sosial. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
11
Minggu ke 11 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa dapat: 1. Mengidentifikasi asumsi dan klaim utama dari berbagai teori sosiologi digital. 2. Menganalisis kekuatan dan kelemahan teori-teori tersebut dalam konteks kasus sosial tertentu. 3. Mengevaluasi dan membandingkan relevansi serta validitas teori yang berbeda untuk menjelaskan realitas sosial digital masa kini. 4. Menyusun argumen kritis tentang penerapan teori sosiologi digital yang paling tepat untuk suatu fenomena. |
- Kemampuan mengidentifikasi asumsi dan klaim teori
- Kemampuan menganalisis kekuatan dan kelemahan teori dalam konteks kasus
- Kemampuan mengevaluasi dan membandingkan relevansi teori
- Kemampuan menyusun argumen kritis yang didukung bukti
|
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
|
3X50 |
Materi: Review teori utama sosiologi digital (Teori Jaringan, ANT, Partisipasi Digital, dll.), Kriteria evaluasi teori: validitas, reliabilitas, ruang lingkup, relevansi kontemporer, Studi kasus fenomena sosial digital kontemporer (mis: algoritma media sosial & polarisasi, ekonomi platform & ketenagakerjaan), Teknik penyusunan argumen evaluatif dan perbandingan teori Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
12
Minggu ke 12 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan berbagai teori sosiologi digital; 2) Mengevaluasi kesesuaian teori-teori tersebut dengan fenomena sosial digital terkini; 3) Menilai kontribusi teori-teori tersebut dalam menjelaskan dinamika kekuasaan, ketimpangan, identitas, dan interaksi sosial di era digital. |
- Kemampuan mengkritisi asumsi dasar dan ruang lingkup teori sosiologi digital yang dipelajari.
- Kemampuan membandingkan dan mempertentangkan relevansi teori yang berbeda untuk kasus sosial digital spesifik.
- Kemampuan menyusun argumen yang terdokumentasi untuk mendukung atau menolak validitas suatu teori dalam konteks kontemporer.
- Kemampuan memberikan rekomendasi tentang teori mana yang paling tepat untuk menganalisis suatu fenomena sosial digital.
|
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Kuliah interaktif, diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion), studi kasus, presentasi dan debat argumentatif, serta refleksi kritis..
|
1, Diskusi Forum Asinkronus dengan Analisis Kasus dan Peer Review. Mahasiswa diminta: 1) Memilih satu fenomena sosial digital terkini (misal: fenomena 'cancel culture', algoritma rekrutmen, dll.); 2) Memposting analisis awal yang mengevaluasi minimal dua teori sosiologi digital yang relevan untuk memahami fenomena tersebut, lengkap dengan argumen tentang kekuatan dan kelemahan teori; 3) Memberikan tanggapan kritis terhadap postingan minimal dua rekan lainnya dengan fokus pada kekuatan argumen evaluatif mereka.
|
Materi: Tinjauan ulang teori-teori kunci sosiologi digital (Teori Jaringan Sosial, ANT, Mediasi Teknologi, dll.)., Kriteria evaluasi teori: konsistensi internal, daya jelas empiris, relevansi kontekstual, dan dampak etis., Fenomena studi kasus kontemporer (misalnya: disinformasi, ekonomi gig, aktivisme digital, kecerdasan buatan dalam sosial)., Analisis komparatif dan sintesis terhadap penerapan teori pada studi kasus. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
13
Minggu ke 13 |
1. Menganalisis tantangan sosial di ruang digital menggunakan teori sosiologi digital yang relevan. 2. Merancang solusi atau rekomendasi kebijakan yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan untuk mengatasi tantangan tersebut. 3. Menyajikan argumen yang koheren dan didukung secara teoritis untuk mendukung rekomendasi yang dibuat. |
- Kedalaman dan relevansi analisis teoritis terhadap tantangan sosial digital yang dipilih.
- Tingkat inovasi dan kreativitas dalam solusi atau rekomendasi kebijakan yang diusulkan.
- Kesesuaian dan kelayakan implementasi rekomendasi dalam konteks sosial digital.
- Kejelasan, struktur, dan koherensi dalam penyajian argumen dan rekomendasi.
|
Kriteria:
Menganalisis tantangan sosial di ruang digital menggunakan teori sosiologi digital yang relevan Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja |
Project-Based Learning, Diskusi Terpandu, Presentasi dan Kritik Konstruktif, Konsultasi Individu/Kelompok..
|
Pengembangan dan Pengumpulan Proposal Kebijakan Digital (Project-Based Assignment) secara asinkron melalui LMS. Mahasiswa secara individu atau berkelompok diminta untuk: 1. Memilih satu tantangan sosial digital spesifik. 2. Menganalisisnya menggunakan minimal dua teori sosiologi digital. 3. Merancang rekomendasi kebijakan atau solusi inovatif yang detail. 4. Mengunggah dokumen proposal tertulis dan video presentasi singkat (pitch) ke LMS untuk dinilai dan mendapatkan umpan balik. 3X50 |
Materi: Review teori sosiologi digital kunci (mis., teori jaringan, teori mediasi, teori kapital sosial digital)., Studi kasus tantangan sosial digital (mis., kesenjangan digital, misinformasi, keamanan siber, etika AI, polarisasi sosial online)., Kerangka kerja perancangan kebijakan inovatif dan desain solusi sosial., Teknik presentasi dan argumentasi kebijakan yang efektif. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
14
Minggu ke 14 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Merancang strategi kolaborasi dalam tim untuk proyek analisis sosial digital. 2. Mengidentifikasi dan mengintegrasikan perspektif inklusif dari berbagai kelompok dalam analisis data digital. 3. Menerapkan prinsip-prinsip etika dan keberagaman dalam pelaksanaan proyek. |
- Kemampuan merancang rencana kolaborasi tim untuk proyek analisis sosial digital.
- Kemampuan mengidentifikasi pemangku kepentingan yang beragam dan merancang mekanisme partisipasi inklusif.
- Kemampuan menerapkan alat atau platform digital yang mendukung kolaborasi dan inklusi dalam analisis.
- Kemampuan merefleksikan tantangan dan solusi dalam menerapkan pendekatan kolaboratif dan inklusif.
|
Kriteria:
Kemampuan menerapkan alat atau platform digital yang mendukung kolaborasi dan inklusi dalam analisis. Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk |
Pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok terfokus, studi kasus, dan simulasi kolaborasi menggunakan platform digital..
|
Mahasiswa secara berkelompok (online) merancang proposal singkat proyek analisis sosial digital yang menerapkan pendekatan kolaboratif dan inklusif, mencakup identifikasi pemangku kepentingan, strategi partisipasi, dan alat digital yang akan digunakan, kemudian mempresentasikannya secara virtual.
|
Materi: Konsep dan prinsip kolaborasi dalam riset sosial digital., Pendekatan inklusif dan partisipatif dalam analisis data sosial., Alat dan platform digital untuk kolaborasi tim (misal: Trello, Miro, Google Workspace)., Studi kasus proyek analisis sosial digital yang sukses menerapkan kolaborasi dan inklusi., Etika dan tantangan dalam kolaborasi lintas kelompok. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
15
Minggu ke 15 |
Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi aktor dan platform kunci dalam produksi pengetahuan digital; 2) Menganalisis mekanisme distribusi dan algoritma yang mempengaruhi akses pengetahuan; 3) Mengevaluasi pola konsumsi dan transformasi pengetahuan oleh pengguna digital; 4) Mengkritisi implikasi ketimpangan, otoritas, dan etika dalam ekosistem pengetahuan digital. |
- Kemampuan mengidentifikasi dan memetakan aktor (produsen, kurator, algoritma) serta platform dalam produksi pengetahuan digital.
- Kemampuan menganalisis mekanisme distribusi pengetahuan, termasuk peran algoritma, filter bubble, dan echo chamber.
- Kemampuan mengevaluasi pola konsumsi, partisipasi, dan reinterpretasi pengetahuan oleh berbagai komunitas digital.
- Kemampuan mengkritisi implikasi sosial seperti digital divide, disinformasi, otoritas pengetahuan, dan etika berbagi informasi.
|
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja |
Kuliah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion), dan analisis konten digital..
|
Analisis Studi Kasus Platform Digital, Mahasiswa diminta memilih satu platform digital (misal: Wikipedia, Twitter/X, Instagram, TikTok, atau Google Search) dan membuat analisis tertulis atau video presentasi singkat yang menguraikan bagaimana platform tersebut memfasilitasi dan membentuk proses produksi, distribusi, dan konsumsi pengetahuan. Analisis harus mencakup identifikasi aktor, mekanisme algoritmik, dan implikasi sosial yang ditemukan.
|
Materi: Konsep produksi pengetahuan: Crowdsourcing, user-generated content, peran algoritma dan AI., Mekanisme distribusi pengetahuan: Platform media sosial, mesin pencari, algoritma rekomendasi, dan isu aksesibilitas., Pola konsumsi pengetahuan: Literasi digital, partisipasi audiens, budaya remix, dan pembentukan komunitas epistemik., Implikasi sosial: Ketimpangan digital (digital divide), ekonomi perhatian, post-truth society, dan etika pengetahuan terbuka. Pustaka: Handbook Perkuliahan |
5% |
16
Minggu ke 16 |
Mahasiswa mampu menganalisis secara kritis mekanisme, kekuatan, dan konsekuensi sosial dari sirkulasi pengetahuan di era digital, serta mengidentifikasi pola ketimpangan dan peluang demokratisasi yang muncul. |
- Mampu mengidentifikasi aktor dan platform kunci dalam produksi pengetahuan digital.
- Mampu menganalisis peran algoritma dan ekonomi perhatian dalam distribusi pengetahuan.
- Mampu mengevaluasi dampak ekosistem digital terhadap otoritas, validitas, dan konsumsi pengetahuan.
- Mampu mengkritisi bentuk-bentuk ketimpangan digital (digital divide) dalam akses dan kontribusi pengetahuan.
|
Kriteria:
uas Bentuk Penilaian : Tes |
Kuliah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion), dan presentasi analisis..
|
asinkronus, Analisis kritis terhadap sebuah platform digital (misal: Wikipedia, Academia.edu, atau subreddit spesifik) dengan fokus pada bagaimana platform tersebut mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi pengetahuan. Buatlah video presentasi singkat (5-7 menit) atau esai analitis yang mengaplikasikan konsep dari materi. 3X50 |
Materi: Teori Ekonomi Perhatian dan Sirkulasi Pengetahuan, Platformisasi Pengetahuan dan Peran Algoritma Kurasi, Produser (Prosumer) dan Crowdsourcing Pengetahuan, Ketimpangan Digital dan Politik Epistemik, Studi Kasus: Wikipedia, Platform Akademik Terbuka, dan Misinformasi Pustaka: Handbook Perkuliahan |
15% |