Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Program Studi S3 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN

8700103001

T=2

P=1

ECTS=7.56

1

9 April 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




TIM MBKM




TIM MBKM




NASUTION

Model Pembelajaran

Project Based Learning

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-1

Mampu menunjukkan nilai-nilai agama, kebangsaan dan budaya nasional, serta etika akademik dalam melaksanakan tugasnya

PLO-2

Menunjukkan karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif, inklusif, belajar sepanjang hayat, dan berjiwa kewirausahaan

PLO-3

Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan

PLO-4

Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi.

PLO-14

Menghasilkan teori/konsep baru ilmu pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai landasan ontologi, epistimologi, dan aksiologi pengembangan pendidikan ilmu- ilmu sosial melalui kepakaran riset interdisiplin, multidisiplin, dan transdisiplin.

Program Objectives (PO)

PO - 1

Mahasiswa mampu menganalisis secara kritis nilai-nilai agama, kebangsaan, budaya nasional, serta etika akademik yang mendasari perkembangan filsafat ilmu pendidikan, dan menjelaskan implikasinya terhadap praktik pendidikan di Indonesia secara etis, bijak, dan bertanggung jawab.

PO - 2

Mahasiswa mampu menunjukkan karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif, inklusif, serta sikap belajar sepanjang hayat melalui kegiatan diskusi filsafat, dialog akademik, dan refleksi kritis, sehingga menghasilkan pemikiran yang terbuka dan konstruktif dalam memahami persoalan pendidikan.

PO - 3

Mahasiswa mampu mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam menganalisis konsep-konsep utama filsafat ilmu pendidikan—termasuk epistemologi, ontologi, aksiologi, dan metodologi ilmu serta menerapkannya dalam merumuskan solusi ilmiah terhadap persoalan pendidikan kontemporer.

PO - 4

Mahasiswa mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan serta berkolaborasi dalam melakukan kajian filsafat pendidikan, menyusun argumen akademik yang kuat dan bertanggung jawab, serta menghasilkan gagasan konseptual yang dapat digunakan untuk penelitian maupun pengembangan keilmuan pendidikan.

Matrik PLO-PO

 
POPLO-1PLO-2PLO-3PLO-4PLO-14
PO-1    
PO-2    
PO-3    
PO-4    

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah Filsafat Ilmu Pendidikan dirancang untuk memberikan landasan filosofis, epistemologis, dan metodologis bagi mahasiswa Program Doktor Pendidikan IPS dalam memahami hakikat ilmu, pendidikan, dan interrelasinya dengan perkembangan masyarakat. Kajian diarahkan pada pemikiran filsafat klasik hingga kontemporer yang melandasi lahirnya paradigma keilmuan, termasuk positivisme, konstruktivisme, kritisisme, postmodernisme, dan filsafat ilmu sosial. Melalui perkuliahan ini, mahasiswa diajak untuk menelaah ontologi, epistemologi, dan aksiologi pendidikan sebagai disiplin ilmu, serta mengeksplorasi kontribusi filsafat dalam membangun dasar teori, metode penelitian, dan praksis pendidikan IPS. Diskusi kritis juga diarahkan pada isu-isu mutakhir, seperti dekolonisasi ilmu pengetahuan, integrasi kearifan lokal dalam ilmu pendidikan, serta tantangan globalisasi dan era digital terhadap epistemologi pendidikan.

Pustaka

Utama :

  1. Jalaludin & Abdullah. (2013). Filsafat Pendidikan (Manusia, Filsafat, dan Pendidikan). Jakarta: Rajawali Pers.
  2. Gie, The Liang. (1999). Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Liberty.
  3. Hasbullah. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
  4. Imam Barnadib. (2003). Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: Yayasan Penerbit FIP IKIP.
  5. Ihsan, A. Fuad. (2010). Filsafat Ilmu. Jakarta: Rineka Cipta.
  6. A. Susanto. (2011). Filsafat Ilmu: Suatu Kajian Dalam Dimensi Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis. Jakarta: Bumi Aksara.
  7. Mudyahardjo, Redja. (2010). Filsafat Ilmu Pendidikan: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Pendukung :

Dosen Pengampu

Prof. Dr. Warsono, M.S.

Prof. Dr. H. Muhammad Turhan Yani, M.A.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

  1. Mahasiswa menguraikan definisi filsafat, ilmu, dan pendidikan secara konseptual.
  2. Mahasiswa mendeskripsikan ruang lingkup filsafat ilmu pendidikan.
  3. Mahasiswa menjelaskan kontribusi filsafat ilmu pendidikan terhadap kajian pendidikan IPS.
  1. Mampu menjelaskan konsep filsafat, ilmu, dan pendidikan.
  2. Mampu mendeskripsikan ruang lingkup filsafat ilmu pendidikan.
  3. Mampu mengaitkan peran filsafat ilmu dengan pendidikan IPS.
Kriteria:

Keaktifan dalam perkuliahan, tugas.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Offline
3 x 50 menit

Materi: Hakikat, ruang lingkup, dan peran filsafat ilmu pendidikan
Pustaka: Jalaludin & Abdullah. (2013). Filsafat Pendidikan (Manusia, Filsafat, dan Pendidikan). Jakarta: Rajawali Pers.
5%

2

Minggu ke 2

  1. Mahasiswa mendefinisikan keterkaitan filsafat ilmu dan teori pendidikan.
  2. Mahasiswa menganalisis praktik pendidikan dalam perspektif filsafat ilmu.
  3. Mahasiswa mengidentifikasi pengaruh konteks sosial-politik terhadap pengembangan teori pendidikan.
  1. Mampu menghubungkan filsafat ilmu dengan teori pendidikan.
  2. Mampu menganalisis praktik pendidikan dalam konteks sosial-budaya.
Kriteria:

Aktif dalam pembelajaran


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Offline
3 x 150 menit

Materi: Hubungan antara filsafat ilmu, teori pendidikan, dan praktik pendidikan.
Pustaka: Gie, The Liang. (1999). Pengantar Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Liberty.
5%

3

Minggu ke 3

  1. Mahasiswa membedakan dimensi ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
  2. Mahasiswa menilai keterkaitan dimensi tersebut dalam kerangka penelitian.
  3. Mahasiswa memberikan contoh penerapan dimensi filsafat ilmu dalam disertasi.
  1. Menjelaskan perbedaan ketiga dimensi filsafat ilmu.
  2. Menganalisis peran dimensi tersebut dalam penelitian.
  3. Memberikan ilustrasi pada kajian pendidikan IPS.
Kriteria:

Aktif dalam pembelajaran


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Offline
3 x 50 menit

Materi: Dimensi ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Pustaka: Imam Barnadib. (2003). Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: Yayasan Penerbit FIP IKIP.
5%

4

Minggu ke 4

  1. Mahasiswa menjelaskan ciri utama masing-masing aliran filsafat ilmu.
  2. Mahasiswa membandingkan persamaan dan perbedaan antaraliran.
  3. Mahasiswa menganalisis implikasi aliran tersebut pada penelitian pendidikan IPS.
  1. Mengidentifikasi ciri tiap aliran filsafat ilmu.
  2. Membandingkan persamaan dan perbedaan.
  3. Menunjukkan implikasi terhadap penelitian IPS.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
Offline
3 x 50 menit

Materi: Perbandingan Aliran Filsafat Ilmu Pendidikan
Pustaka: Mudyahardjo, Redja. (2010). Filsafat Ilmu Pendidikan: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
5%

5

Minggu ke 5

  1. Mahasiswa mengidentifikasi filsuf utama Barat, Islam, dan Nusantara.
  2. Mahasiswa mengevaluasi peran filsafat Islam dalam pendidikan di Indonesia.
  3. Mahasiswa membandingkan kontribusi pemikiran lokal dan global dalam pendidikan.
  1. Menyebutkan filsuf utama dan gagasannya.
  2. Mengevaluasi peran filsafat Islam dan lokal.
  3. Membandingkan pengaruh global dan lokal.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Offline
3 x 50 menit

Materi: Kontribusi filsafat Barat, Islam, dan Nusantara.
Pustaka: Imam Barnadib. (2003). Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: Yayasan Penerbit FIP IKIP.
5%

6

Minggu ke 6

  1. Mahasiswa menjelaskan teori sosial klasik (Durkheim, Weber, Marx) dalam perspektif filsafat ilmu.
  2. Mahasiswa menafsirkan teori sosial kontemporer dalam konteks pendidikan IPS.
  3. Mahasiswa mengkaji integrasi teori sosial dan filsafat pendidikan.

Menafsirkan teori kontemporer dalam pendidikan IPS.

Kriteria:

Aktif dalam pembelajaran


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Offline
3 x 50 menit

Materi: Hubungan filsafat ilmu dan teori sosial klasik/kontemporer.
Pustaka: Mudyahardjo, Redja. (2010). Filsafat Ilmu Pendidikan: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
5%

7

Minggu ke 7

  1. Mahasiswa merumuskan nilai dan etika dalam kerangka filosofis.
  2. Mahasiswa menganalisis integrasi kearifan lokal dalam filsafat pendidikan.
  3. Mahasiswa menyusun kerangka filosofis untuk penelitian berbasis kearifan lokal.

Mengintegrasikan kearifan lokal dalam kerangka filosofis.

Kriteria:

Aktif dalam pembelajaran, tugas


Bentuk Penilaian :
Tes
Offline
3 x 50 menit

Materi: Filosofis berbasis nilai, etika, dan kearifan lokal.
Pustaka: Ihsan, A. Fuad. (2010). Filsafat Ilmu. Jakarta: Rineka Cipta.
5%

8

Minggu ke 8

UTS

UTS

Kriteria:

UTS


Bentuk Penilaian :
Tes
Offline
3 x 50 menit

10%

9

Minggu ke 9

  1. Mahasiswa menganalisis warisan kolonialisme dalam sistem pendidikan Indonesia.
  2. Mahasiswa mengkritisi dampak globalisasi terhadap epistemologi pendidikan.
  3. Mahasiswa menyajikan gagasan dekolonisasi pengetahuan dalam pendidikan IPS.
  1. Mengidentifikasi warisan kolonialisme.
  2. Mengkritisi dampak globalisasi.
Kriteria:

Aktif dalam pembelajaran


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Offline
3 x 50 menit

Materi: Praktik pendidikan di Indonesia melalui perspektif filsafat ilmu.
Pustaka: A. Susanto. (2011). Filsafat Ilmu: Suatu Kajian Dalam Dimensi Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis. Jakarta: Bumi Aksara.
5%

10

Minggu ke 10

  1. Mahasiswa mengkombinasikan teori filsafat ilmu dengan pendekatan penelitian pendidikan.
  2. Mahasiswa menyintesis berbagai paradigma menjadi kerangka konseptual baru.
  1. Menyusun kerangka konseptual baru.
  2. Mengajukan paradigma alternatif.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Offline
3 x 50 menit

Materi: Teori dan konsep filsafat ilmu untuk paradigma baru.
Pustaka: Imam Barnadib. (2003). Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: Yayasan Penerbit FIP IKIP.
5%

11

Minggu ke 11

  1. Mahasiswa menyusun argumentasi berbasis filsafat ilmu.
  2. Mahasiswa mengintegrasikan teori ke dalam penulisan akademik.
  1. Menyusun argumentasi filosofis.
  2. Mengintegrasikan teori dalam tulisan akademik.
Kriteria:

Aktif dalam pembelajaran


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Offline
3 x 50 menit

Materi: Argumentasi filsafat ilmu
Pustaka: Jalaludin & Abdullah. (2013). Filsafat Pendidikan (Manusia, Filsafat, dan Pendidikan). Jakarta: Rajawali Pers.
5%

12

Minggu ke 12

  1. Mahasiswa memilih metodologi penelitian berdasarkan filsafat ilmu.
  2. Mahasiswa menilai kesesuaian metodologi dengan topik penelitian IPS.

Menilai kesesuaian metodologi dengan topik.

Kriteria:

Aktif dalam pembelajaran


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Offline
3 x 50 menit

Materi: Merancang Metode Penelitian
Pustaka: Ihsan, A. Fuad. (2010). Filsafat Ilmu. Jakarta: Rineka Cipta.
5%

13

Minggu ke 13

Mahasiswa menguraikan prinsip dasar pendidikan multikultural dan kritis.

Aktif dalam pembelajaran

Kriteria:

Mengaitkan filsafat ilmu dengan kearifan lokal.


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Offline
3 x 50 menit

Materi: Filsafat ilmu dengan teori pendidikan multikultural, kritis, dan kearifan lokal.
Pustaka: Mudyahardjo, Redja. (2010). Filsafat Ilmu Pendidikan: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
5%

14

Minggu ke 14

  1. Mahasiswa merumuskan inovasi pemikiran dalam filsafat pendidikan.
  2. Mahasiswa mengembangkan gagasan inovatif untuk isu nasional.

Kriteria:

Aktif dalam pembelajaran


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Offline
3 x 50 menit

Materi: Gagasan inovatif dalam filsafat pendidikan yang dapat memberi kontribusi pada pembangunan pendidikan nasional dan global.
Pustaka: A. Susanto. (2011). Filsafat Ilmu: Suatu Kajian Dalam Dimensi Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis. Jakarta: Bumi Aksara.
5%

15

Minggu ke 15

  1. Mahasiswa memperlihatkan sikap reflektif dalam kajian filsafat ilmu.
  2. Mahasiswa mempresentasikan gagasan akademik secara kritis dan etis.

Gagasan dalam akademik

Kriteria:

Aktif dalam pembelajaran


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Offline
3 x 50 menit

Materi: Gagasan Filsafat Pendidikan
Pustaka: Imam Barnadib. (2003). Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: Yayasan Penerbit FIP IKIP.
5%

16

Minggu ke 16

UAS

Kriteria:

UAS


Bentuk Penilaian :
Tes
Offline
3 x 50 menit

20%



Rekap Persentase Evaluasi : Project Based Learning

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 62.5%
2. Tes 37.5%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.