Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Ilmu Keolahragaan Dan Kesehatan
Program Studi S1 Masase

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Teknologi dan Aplikasi Masase

8920403002

T=2

P=1

ECTS=4.77

3

9 April 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




.......................................




.......................................




JOESOEF ROEPAJADI

Model Pembelajaran

Project Based Learning

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-5

Menunjukkan integritas, etika profesional, dan tanggung jawab dalam praktik masase berbasis bukti (evidence-based) dan menghargai keragaman budaya, kebutuhan klien, dan prinsip keselamatan pasien

PLO-6

Menguasai konsep anatomi, fisiologi, dan biomekanika tubuh manusia terkait terapi masase

PLO-12

Mengoperasikan alat bantu masase dan mengevaluasi efektivitas intervensi masase melalui pengukuran outcome klinis

PLO-13

Mampu mengelola praktik mandiri atau tim dalam layanan masase kesehatan, kebugaran, rehabilitasi dan kecantikan

Program Objectives (PO)

PO - 1

Menerapkan prinsip etika profesional dan keselamatan pasien dalam penggunaan teknologi masase pada klien dengan latar belakang budaya yang beragam (C3)

PO - 2

Menganalisis hubungan antara anatomi, fisiologi, biomekanika tubuh manusia dengan pemilihan dan aplikasi teknik serta teknologi masase yang tepat (C4)

PO - 3

Mengevaluasi efektivitas berbagai alat bantu masase berdasarkan outcome klinis yang terukur pada kasus spesifik (C5)

PO - 4

Menciptakan protokol intervensi masase yang inovatif dengan mengintegrasikan teknologi terkini untuk tujuan kesehatan, kebugaran, atau rehabilitasi (C6)

PO - 5

Menerapkan prosedur operasi alat bantu masase modern sesuai dengan standar keselamatan dan prinsip evidence-based practice (C3)

PO - 6

Menganalisis pola dan struktur indikasi serta kontraindikasi penggunaan teknologi masase pada berbagai kondisi klinis (C4)

PO - 7

Mengevaluasi kelayakan dan efektivitas manajemen praktik layanan masase yang mengintegrasikan teknologi dalam konteks layanan mandiri atau tim (C5)

PO - 8

Menciptakan modifikasi atau adaptasi teknik aplikasi masase dengan memanfaatkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan spesifik klien di bidang kecantikan atau kebugaran (C6)

PO - 9

Menerapkan teknologi dan aplikasi masase dalam skenario simulasi kasus nyata untuk tujuan rehabilitasi (C3)

PO - 10

Menganalisis bukti-bukti ilmiah (evidence) terkait perkembangan teknologi masase dan implikasinya terhadap praktik profesional (C4)

Matrik PLO-PO

 
POPLO-5PLO-6PLO-12PLO-13
PO-1   
PO-2   
PO-3   
PO-4  
PO-5  
PO-6  
PO-7   
PO-8  
PO-9  
PO-10  

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4
PO-5
PO-6
PO-7
PO-8
PO-9
PO-10

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah Teknologi Dan Aplikasi Masase memberikan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip, teknik, dan aplikasi praktis berbagai modalitas masase terapeutik. Mahasiswa akan mempelajari perkembangan teknologi dalam bidang masase, termasuk alat bantu modern dan metode terapi manual yang didukung bukti ilmiah. Tujuan mata kuliah ini adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk menganalisis, memilih, dan menerapkan teknik masase yang tepat sesuai dengan kondisi klien, serta memahami kontraindikasi dan etika praktik. Ruang lingkup mencakup studi tentang anatomi dan fisiologi terkait, teknik masase Swedia, deep tissue, sports massage, serta pengenalan pada teknologi seperti alat bantu elektroterapi dan perangkat mekanik pendukung terapi manual.

Pustaka

Utama :

  1. Prentice, W. E. (2015). Rehabilitation Techniques for Sports Medicine and Athletic Training. Human Kinetics.
  2. Benjamin, P. J. (2020). Science of Massage: The Foundation of Sports & Clinical Practice. Mosby.
  3. Beardsley, C., & Škarabot, J. (2019). Foam Rolling: The Complete Guide. Lotus Publishing.

Pendukung :

  1. Romero-Moraleda, B., et al. (2019). Massage Gun vs Foam Rolling for Muscle Recovery. Journal of Strength and Conditioning Research.

Dosen Pengampu

Dr. Joesoef Roepajadi, M.Pd.

Indra Himawan Susanto, S.Or., M.Kes.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi dan menerapkan prinsip etika serta protokol keselamatan dalam praktik teknologi masase yang sensitif terhadap keragaman budaya klien.

  1. Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip-prinsip etika profesional dalam praktik masase.
  2. Mahasiswa dapat mengidentifikasi potensi risiko keselamatan pasien terkait teknologi masase.
  3. Mahasiswa dapat menganalisis pengaruh latar belakang budaya klien terhadap preferensi dan batasan dalam terapi masase.
  4. Mahasiswa dapat menyusun rencana penerapan teknologi masase yang mempertimbangkan etika, keselamatan, dan keragaman budaya klien.

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Tes
Ceramah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok, dan simulasi role-play..

Materi: Konsep dasar etika profesional dalam pelayanan kesehatan dan terapi., Prinsip keselamatan pasien (patient safety) dalam aplikasi teknologi masase., Memahami keragaman budaya dan dampaknya terhadap persepsi tubuh, sentuhan, dan kesehatan., Panduan praktis mengintegrasikan etika, keselamatan, dan sensitivitas budaya dalam sesi masase.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
10%

2

Minggu ke 2

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi struktur anatomi dan fungsi fisiologi yang relevan dengan area masase; 2) Menganalisis prinsip biomekanika dalam gerakan terapis dan penerima masase; 3) Mengevaluasi kesesuaian berbagai teknik dan teknologi masase berdasarkan analisis anatomi, fisiologi, dan biomekanika; 4) Merancang rekomendasi penerapan teknik masase yang tepat untuk kasus atau tujuan tertentu.

  1. Kemampuan mengidentifikasi hubungan spesifik antara struktur otot dan teknik tekanan masase
  2. Kemampuan menganalisis pengaruh teknik masase terhadap respons fisiologis tubuh (misal: sirkulasi, relaksasi otot)
  3. Kemampuan mengevaluasi prinsip biomekanika (seperti tuas, sudut aplikasi) dalam gerakan teknik masase yang aman dan efektif
  4. Kemampuan menyusun justifikasi pemilihan teknik atau teknologi masase berdasarkan analisis kasus simulasi

Bentuk Penilaian :
Penilaian Praktikum, Praktik / Unjuk Kerja, Tes
Ceramah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion), demonstrasi, dan simulasi analisis..
Analisis studi kasus tertulis melalui forum diskusi LMS: Mahasiswa menganalisis deskripsi kasus (misal: atlet dengan nyeri otot pasca latihan) dan memposting rekomendasi teknik masase beserta justifikasi berdasarkan anatomi, fisiologi, dan biomekanika., Membuat video presentasi singkat (3-5 menit) yang menjelaskan hubungan satu teknik masase pilihan dengan struktur anatomi dan prinsip biomekanika yang terlibat, lalu mengunggahnya ke LMS.
Materi: Review anatomi sistem muskuloskeletal (otot, tendon, ligamen) dan sistem sirkulasi, Prinsip fisiologi respons tubuh terhadap rangsangan tekanan dan gesekan (neurofisiologi nyeri, sirkulasi darah dan limfa), Konsep biomekanika dasar: tuas, gaya, torsi, dan stabilitas postural terapis, Analisis teknik masase (Swedia, deep tissue, trigger point) ditinjau dari anatomi, fisiologi, dan biomekanika, Teknologi bantu masase (seperti alat pijat elektrik, roller) dan prinsip kerjanya, Studi kasus: menentukan pendekatan masase untuk kondisi spesifik (misal: nyeri punggung bawah akibat postur)
Pustaka: Handbook Perkuliahan
10%

3

Minggu ke 3

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat menganalisis dan menilai secara kritis bukti-bukti efektivitas alat bantu masase, serta membuat rekomendasi alat yang tepat berdasarkan data outcome klinis untuk kasus tertentu.

  1. Mampu mengidentifikasi parameter outcome klinis yang terukur untuk mengevaluasi efektivitas alat bantu masase.
  2. Mampu menganalisis studi kasus atau data penelitian terkait penggunaan alat bantu masase pada kondisi spesifik.
  3. Mampu membandingkan dan mengontraskan efektivitas minimal dua jenis alat bantu masase berdasarkan outcome yang diamati.
  4. Mampu menyusun kesimpulan evaluatif dan rekomendasi alat bantu masase yang didukung oleh bukti outcome klinis.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Praktikum
Studi Kasus, Diskusi Terpimpin (Socratic Method), Presentasi Analisis, dan Simulasi Evaluasi..
Analisis Studi Kasus Online dan Forum Diskusi Evaluatif, Mahasiswa diberikan studi kasus (dalam bentuk dokumen teks atau video singkat) mengenai klien dengan kondisi spesifik (misalnya, atlet dengan DOMS atau individu dengan nyeri leher kronis) yang menggunakan alat bantu masase tertentu. Mahasiswa diminta untuk menganalisis data outcome yang disediakan (jika ada) atau mengidentifikasi outcome yang seharusnya diukur, kemudian memposting evaluasi kritis dan rekomendasi alat di forum diskusi LMS. Mahasiswa juga harus menanggapi dan membandingkan analisis dari minimal dua rekan lainnya.
Materi: Jenis-jenis alat bantu masase modern dan tradisional: prinsip kerja dan indikasi penggunaannya., Parameter outcome klinis dalam terapi masase: skala nyeri (VAS), goniometri, skala ketegangan otot, pengukuran sirkulasi., Teknik evaluasi kritis terhadap bukti efektivitas (evidence-based practice)., Analisis studi kasus nyata penggunaan alat bantu masase untuk kondisi muskuloskeletal spesifik.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
10%

4

Minggu ke 4

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu merancang dan menyusun sebuah protokol intervensi masase yang inovatif dengan mengintegrasikan minimal satu teknologi terkini (seperti alat bantu elektrik, aplikasi pemantauan, atau perangkat wearable) untuk tujuan spesifik di bidang kesehatan, kebugaran, atau rehabilitasi.

  1. Kemampuan mengidentifikasi kebutuhan dan tujuan spesifik intervensi masase (kesehatan, kebugaran, atau rehabilitasi).
  2. Kemampuan memilih dan mengintegrasikan teknologi terkini yang relevan dan tepat guna ke dalam protokol masase.
  3. Kreativitas dan inovasi dalam merancang langkah-langkah atau prosedur protokol yang sistematis.
  4. Kelengkapan dan kejelasan penyusunan protokol, mencakup latar belakang, tujuan, alat/teknologi, prosedur, dan evaluasi.
  5. Kesesuaian protokol dengan prinsip-prinsip etika dan keselamatan dalam praktik masase.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
Project-Based Learning, Diskusi Kelompok, Presentasi, dan Demonstrasi Teknologi..
Perancangan Draft Protokol Awal, Mahasiswa diminta untuk mengumpulkan draft awal rancangan protokol intervensi masase inovatif berbasis teknologi melalui LMS. Draft harus mencakup: judul, latar belakang dan tujuan, teknologi yang akan diintegrasikan, serta outline prosedur utama. Tugas ini dilengkapi dengan forum diskusi online untuk bertukar ide dan mendapatkan umpan balik awal dari dosen dan rekan sekelas.
Materi: Konsep dan komponen protokol intervensi terapi/manual., Review teknologi terkini yang dapat diintegrasikan dalam praktik masase (e.g., alat pijat elektrik, aplikasi biofeedback, wearable sensor untuk postur, software pemetaan otot)., Prinsip desain intervensi untuk tujuan kesehatan, kebugaran, dan rehabilitasi., Teknik brainstorming dan mind mapping untuk pengembangan ide inovatif., Penyusunan dokumen protokol yang sistematis dan ilmiah.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
10%

5

Minggu ke 5

Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan dapat merancang dan mengusulkan protokol masase yang kreatif dan berbasis bukti, dengan memanfaatkan teknologi modern seperti alat bantu digital, aplikasi, atau perangkat wearable untuk meningkatkan efektivitas intervensi.

  1. Kemampuan mengidentifikasi kebutuhan atau masalah spesifik di bidang kesehatan, kebugaran, atau rehabilitasi yang dapat diatasi dengan intervensi masase.
  2. Kemampuan mengevaluasi dan memilih teknologi terkini yang relevan untuk diintegrasikan ke dalam protokol masase.
  3. Kemampuan merancang langkah-langkah protokol yang sistematis, inovatif, dan aman.
  4. Kemampuan menjelaskan rasional dan manfaat integrasi teknologi dalam protokol yang dibuat.
  5. Kemampuan menyusun proposal protokol dalam format yang jelas dan komunikatif.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), diskusi kelompok, studi kasus, dan presentasi..

Materi: Konsep dasar dan prinsip penyusunan protokol intervensi terapi., Teknologi terkini dalam bidang kesehatan, kebugaran, dan rehabilitasi (misal: alat biofeedback, aplikasi pelacak gerak, perangkat elektroterapi portabel, realitas virtual)., Integrasi teknologi dalam praktik masase: peluang, tantangan, dan etika., Langkah-langkah kreatif dalam merancang intervensi yang inovatif., Struktur dan format penulisan proposal protokol intervensi.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
10%

6

Minggu ke 6

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi berbagai jenis alat bantu masase modern dan fungsinya; 2) Menjelaskan prinsip keselamatan dan bukti ilmiah (evidence-based) dalam penggunaan alat; 3) Mempraktikkan prosedur operasi standar alat bantu masase modern dengan memperhatikan keselamatan klien dan terapis.

  1. Mampu menjelaskan prinsip kerja dan indikasi penggunaan minimal 3 jenis alat bantu masase modern.
  2. Mampu mendemonstrasikan prosedur penyiapan, pengoperasian, dan perawatan alat sesuai manual dengan memperhatikan aspek keselamatan.
  3. Mampu menerapkan prinsip evidence-based practice dengan merujuk pada pedoman atau penelitian terkini dalam simulasi penggunaan alat.
  4. Mampu mengidentifikasi potensi risiko dan langkah pencegahan kecelakaan selama penggunaan alat.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Praktikum, Praktik / Unjuk Kerja
Ceramah interaktif, demonstrasi, simulasi praktikum berpasangan, diskusi kasus, dan tanya jawab..
Penugasan Analisis Video dan Perencanaan Protokol, Mahasiswa diminta untuk: 1) Mencari dan menganalisis satu video tutorial penggunaan alat bantu masase modern dari sumber terpercaya (misalnya, kanal produsen alat kesehatan atau asosiasi terapi). 2) Membuat dokumen singkat yang berisi: identifikasi alat, evaluasi kesesuaian prosedur yang ditampilkan dengan prinsip keselamatan dan evidence-based practice, serta rencana protokol operasi standar (SOP) sederhana untuk alat tersebut.
Materi: Klasifikasi dan prinsip kerja alat bantu masase modern (getar/percussion, pemanas/infrared, tekanan/compression)., Standar keselamatan operasional (OSHA guidelines, pemeriksaan alat, kebersihan, lingkungan kerja)., Prinsip Evidence-Based Practice (EBP) dalam terapi masase: integrasi bukti terbaik, keahlian klinis, dan preferensi klien., Prosedur operasi standar (SOP) untuk alat pilihan: penyiapan, pengaturan parameter, aplikasi pada model, perawatan pasca pakai., Identifikasi kontraindikasi dan manajemen risiko terkait penggunaan alat.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
10%

7

Minggu ke 7

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi berbagai jenis alat bantu masase modern dan fungsinya; 2) Menjelaskan prinsip keselamatan dan keamanan dalam pengoperasian alat; 3) Menerapkan langkah-langkah operasional alat sesuai dengan panduan dan indikasi berbasis bukti (evidence-based); 4) Mengevaluasi efektivitas dan batasan penggunaan alat dalam simulasi praktik.

  1. Mahasiswa dapat mendemonstrasikan prosedur persiapan dan pengecekan alat sebelum digunakan.
  2. Mahasiswa dapat menerapkan teknik pengoperasian alat bantu masase modern dengan urutan yang benar dan aman.
  3. Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip evidence-based practice yang mendasari pemilihan parameter alat (seperti intensitas, durasi, frekuensi).
  4. Mahasiswa dapat mengidentifikasi potensi risiko dan menerapkan langkah pencegahan kecelakaan selama penggunaan alat.
Kriteria:

10


Bentuk Penilaian :
Penilaian Praktikum, Praktik / Unjuk Kerja
Ceramah interaktif, demonstrasi, simulasi praktik berpasangan, diskusi kasus, dan tanya jawab..
Mahasiswa diminta untuk membuat dan mengunggah video singkat (3-5 menit) yang mendemonstrasikan prosedur persiapan dan pengoperasian dasar salah satu alat bantu masase modern (dapat menggunakan alat sejenis atau simulasi dengan benda lain) sambil menjelaskan poin-poin keselamatan dan prinsip evidence-based yang diterapkan. Video dinilai berdasarkan kelengkapan prosedur, kejelasan penjelasan, dan penerapan prinsip keselamatan.
Materi: Jenis-jenis alat bantu masase modern: alat pijat elektrik, alat terapi ultrasound, alat pijat getar (percussive massage gun), dan alat bantu lainnya., Prinsip dasar operasi dan mekanisme kerja setiap alat., Standar keselamatan operasional (OSHA guidelines, pengecekan alat, kebersihan, kontraindikasi)., Prinsip evidence-based practice dalam terapi alat: parameter berdasarkan penelitian, indikasi, dan kontraindikasi klinis., Prosedur operasi standar (SOP) untuk setiap jenis alat., Simulasi praktik pengoperasian alat dengan model atau rekan.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

8

Minggu ke 8



10%

9

Minggu ke 9

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa mampu menganalisis secara kritis pola indikasi dan kontraindikasi penggunaan teknologi masase, mengidentifikasi struktur penerapannya pada kondisi klinis tertentu, serta mengevaluasi kesesuaian pemilihan teknologi masase berdasarkan analisis kondisi pasien.

  1. Mampu mengidentifikasi dan mengelompokkan berbagai pola indikasi klinis untuk penerapan teknologi masase.
  2. Mampu mengidentifikasi dan mengelompokkan berbagai pola kontraindikasi klinis untuk penerapan teknologi masase.
  3. Mampu menganalisis hubungan antara kondisi klinis spesifik (misalnya, nyeri muskuloskeletal, stres, gangguan sirkulasi) dengan struktur penerapan teknologi masase yang tepat.
  4. Mampu mengevaluasi studi kasus kondisi klinis dan menentukan rekomendasi teknologi masase beserta alasannya berdasarkan analisis indikasi dan kontraindikasi.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Praktikum, Tes
Ceramah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok terpumpun, dan presentasi analisis..
1, Analisis Studi Kasus Online. Mahasiswa diberikan beberapa studi kasus kondisi klinis (dalam bentuk deskripsi tertulis atau rekaman video simulasi) melalui LMS. Mahasiswa diminta untuk menganalisis setiap kasus, mengidentifikasi indikasi dan kontraindikasi yang relevan, serta menyusun rekomendasi teknologi masase yang tepat disertai dengan alasan analitis yang mendalam. Hasil analisis dikumpulkan dalam bentuk dokumen tertulis atau rekaman presentasi singkat.
Materi: Konsep dan definisi indikasi serta kontraindikasi dalam terapi masase., Pola dan struktur indikasi teknologi masase berdasarkan sistem tubuh (muskuloskeletal, saraf, kardiovaskular, limfatik)., Pola dan struktur kontraindikasi absolut dan relatif teknologi masase., Analisis kondisi klinis umum (misal: fibromyalgia, cedera olahraga, hipertensi, lymphedema) dalam kaitannya dengan penerapan teknologi masase., Teknik pengambilan keputusan klinis untuk memilih dan memodifikasi teknologi masase.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

10

Minggu ke 10

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi pola indikasi dan kontraindikasi teknologi masase berdasarkan kondisi klinis spesifik; 2) Menganalisis hubungan antara struktur terapi masase dengan respons fisiologis pada kondisi klinis tertentu; 3) Mengevaluasi kesesuaian penerapan teknologi masase berdasarkan analisis pola dan struktur indikasi/kontraindikasi.

  1. Kemampuan mengidentifikasi dan mengelompokkan pola indikasi teknologi masase untuk kondisi klinis tertentu (misalnya, nyeri muskuloskeletal, stres, gangguan sirkulasi).
  2. Kemampuan menganalisis struktur kontraindikasi absolut dan relatif teknologi masase pada berbagai kondisi klinis (misalnya, inflamasi akut, trombosis, fraktur).
  3. Kemampuan mengevaluasi dan membandingkan penerapan berbagai teknologi masase (manual, mekanik, elektroterapi) berdasarkan analisis pola indikasi dan kontraindikasi pada studi kasus klinis.

Bentuk Penilaian :
Tes, Penilaian Praktikum
Ceramah interaktif, studi kasus klinis, diskusi kelompok terpandu, dan analisis video demonstrasi..
Analisis Studi Kasus Online, Mahasiswa diberikan studi kasus klinis (dalam bentuk teks atau video singkat) melalui LMS. Mahasiswa diminta untuk menganalisis kasus tersebut dengan mengidentifikasi pola indikasi dan kontraindikasi yang relevan, serta menyusun rekomendasi penerapan teknologi masase yang disertai dengan justifikasi analitis. Jawaban dikumpulkan dalam bentuk esai atau presentasi singkat yang diunggah ke LMS.
Materi: Konsep dasar indikasi dan kontraindikasi dalam terapi masase., Pola respons fisiologis tubuh terhadap masase pada berbagai kondisi klinis., Struktur dan hierarki kontraindikasi (absolut vs. relatif) teknologi masase., Analisis studi kasus: penerapan teknologi masase pada kondisi nyeri punggung bawah kronis, post-stroke, dan post-operative recovery., Teknologi masase terkini dan pertimbangan klinisnya.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

11

Minggu ke 11

Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Menganalisis berbagai model integrasi teknologi dalam manajemen praktik masase; 2) Menilai kelayakan penerapan teknologi berdasarkan aspek teknis, ekonomi, dan operasional; 3) Mengevaluasi efektivitas teknologi dalam meningkatkan kualitas layanan dan manajemen praktik; 4) Merumuskan rekomendasi perbaikan untuk pengelolaan layanan masase berbasis teknologi.

  1. Kemampuan menganalisis studi kasus integrasi teknologi dalam manajemen praktik masase.
  2. Ketepatan dalam menilai kelayakan (feasibility) aspek teknis dan finansial dari sebuah solusi teknologi.
  3. Kedalaman evaluasi terhadap dampak teknologi terhadap efektivitas layanan dan kepuasan klien.
  4. Kualitas rekomendasi yang diberikan untuk pengembangan atau perbaikan sistem manajemen.
  5. Kemampuan berargumentasi dan mempertahankan hasil evaluasi dalam diskusi atau presentasi.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
Studi Kasus, Diskusi Terpimpin (Guided Discussion), Simulasi/Role-Play Evaluasi, Presentasi dan Kritik Teman Sejawat (Peer Review)..
Analisis Studi Kasus dan Peer Review, Mahasiswa diberikan studi kasus (dalam bentuk dokumen atau video) tentang sebuah praktik layanan masase yang berencana atau telah mengintegrasikan teknologi tertentu. Mahasiswa diminta untuk membuat laporan evaluasi singkat yang menganalisis kelayakan dan efektivitas integrasi tersebut berdasarkan kriteria yang telah dipelajari. Selanjutnya, mahasiswa saling menukar laporan untuk dilakukan penilaian teman sejawat (peer review) melalui forum diskusi LMS, memberikan umpan balik konstruktif.
Materi: Konsep dan Prinsip Manajemen Praktik Layanan Kesehatan/Kebugaran (Spa, Klinik, Studio)., Jenis-jenis Teknologi Terkini untuk Layanan Masase (Aplikasi Booking, Manajemen Klien, Alat Bantu Digital, Platform Tele-masase)., Kriteria Evaluasi Kelayakan (Teknis, Operasional, Finansial, Hukum/Etik)., Metode Pengukuran Efektivitas Layanan (KPI, Survei Kepuasan, Analisis Produktivitas)., Analisis Studi Kasus: Keberhasilan dan Kegagalan Integrasi Teknologi di Industri Wellness.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

12

Minggu ke 12

Mahasiswa dapat merancang dan mengusulkan solusi aplikasi masase yang dimodifikasi dan diadaptasi dengan memanfaatkan teknologi terkini untuk menyelesaikan masalah atau memenuhi kebutuhan spesifik klien dalam konteks kecantikan dan kebugaran.

  1. Mampu menganalisis kebutuhan spesifik klien di bidang kecantikan atau kebugaran yang memerlukan modifikasi teknik masase.
  2. Mampu mengidentifikasi dan memilih teknologi yang relevan untuk mendukung adaptasi teknik aplikasi masase.
  3. Mampu merancang protokol atau prosedur aplikasi masase yang dimodifikasi dengan mengintegrasikan teknologi terpilih.
  4. Mampu membuat simulasi atau presentasi yang mendemonstrasikan penerapan modifikasi teknik masase berbasis teknologi untuk kasus spesifik.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
Project-Based Learning, Diskusi Kasus, Simulasi/Role-Play, Presentasi, dan Demonstrasi..
Project Tugas Akhir: Perancangan Proposal Modifikasi Teknik Masase Berbasis Teknologi, Mahasiswa secara individu atau berkelompok diminta untuk menganalisis sebuah studi kasus klien fiktif atau nyata (dengan anonimisasi) di bidang kecantikan atau kebugaran. Berdasarkan analisis tersebut, mahasiswa harus merancang proposal tertulis yang berisi: (1) Analisis kebutuhan klien, (2) Pemilihan teknologi yang akan diintegrasikan, (3) Rancangan protokol/modifikasi teknik aplikasi masase, dan (4) Presentasi video singkat (5-7 menit) yang menjelaskan dan mendemonstrasikan konsep rancangan tersebut. Tugas dikumpulkan dan dipresentasikan melalui forum diskusi LMS untuk mendapatkan peer-review.
Materi: Analisis Kebutuhan Klien Spesifik (Kecantikan & Kebugaran), Teknologi Pendukung Masase Kontemporer (misal: alat bantu elektrik, aplikasi pemantauan, perangkat wearable), Prinsip Modifikasi dan Adaptasi Teknik Masase, Perancangan Protokol Aplikasi Masase Terintegrasi Teknologi, Etika dan Keamanan dalam Penerapan Teknologi pada Masase
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

13

Minggu ke 13

Mahasiswa dapat merancang dan mengusulkan protokol aplikasi masase yang dimodifikasi atau diadaptasi dengan memanfaatkan teknologi terkini untuk menyelesaikan masalah atau memenuhi kebutuhan spesifik klien di bidang kecantikan atau kebugaran.

  1. Kemampuan menganalisis kebutuhan spesifik klien di bidang kecantikan atau kebugaran.
  2. Kemampuan mengidentifikasi teknologi yang relevan untuk mendukung modifikasi teknik masase.
  3. Kemampuan merancang protokol aplikasi masase yang dimodifikasi atau diadaptasi secara kreatif dan inovatif.
  4. Kemampuan mempresentasikan dan membuktikan efektivitas rancangan protokol yang dibuat.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
Project-Based Learning, Diskusi Kelompok, Presentasi, Demonstrasi, dan Studi Kasus..
Project-Based Assignment (Asinkronus), Mahasiswa secara individu atau berkelompok diminta untuk membuat proposal tertulis dan video presentasi singkat yang merancang modifikasi teknik masase dengan memanfaatkan teknologi tertentu untuk sebuah studi kasus klien fiktif di bidang kecantikan atau kebugaran. Proposal harus mencakup analisis kebutuhan, justifikasi teknologi yang dipilih, langkah-langkah protokol, dan outcome yang diharapkan.
Materi: Analisis Kebutuhan Klien di Bidang Kecantikan dan Kebugaran, Teknologi Pendukung Masase Kontemporer (misal: alat bantu elektrik, aplikasi pemantauan, perangkat wearable), Prinsip Modifikasi dan Adaptasi Teknik Masase, Perancangan Protokol Aplikasi Masase yang Inovatif, Presentasi dan Justifikasi Rancangan
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

14

Minggu ke 14

Mahasiswa dapat menganalisis kasus rehabilitasi, memilih teknologi dan aplikasi masase yang tepat, serta mensimulasikan penerapannya secara prosedural dan etis.

  1. Kemampuan menganalisis kebutuhan rehabilitasi dari studi kasus.
  2. Ketepatan pemilihan teknologi dan protokol masase yang sesuai.
  3. Kemampuan mensimulasikan prosedur aplikasi dengan teknik dan sikap kerja yang benar.
  4. Kemampuan mengevaluasi hasil simulasi dan membuat rekomendasi tindak lanjut.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Praktikum, Praktik / Unjuk Kerja
Simulasi Kasus, Demonstrasi, Diskusi Terpimpin, dan Praktik Terbimbing..

Materi: Prinsip Rehabilitasi Fisik, Teknologi Masase untuk Pemulihan Cedera (e.g., alat bantu elektroterapi, alat mekanik), Studi Kasus Rehabilitasi (Cedera Olahraga, Pasca Operasi, Nyeri Kronis), Protokol dan Etika Aplikasi dalam Setting Rehabilitasi
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

15

Minggu ke 15

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi berbagai bukti ilmiah terkini dalam bidang teknologi masase; 2) Menganalisis kekuatan, kelemahan, dan implikasi dari bukti-bukti ilmiah tersebut terhadap standar dan etika praktik masase profesional; 3) Mengevaluasi bagaimana temuan ilmiah baru dapat diintegrasikan atau mengubah praktik klinis yang ada.

  1. Mampu mengidentifikasi dan merangkum bukti ilmiah terkini dari jurnal penelitian tentang teknologi masase.
  2. Mampu menganalisis kredibilitas, metodologi, dan temuan dari bukti ilmiah yang dipilih.
  3. Mampu menyajikan analisis mengenai implikasi bukti ilmiah terhadap pengembangan protokol, standar keselamatan, dan etika praktik masase profesional.
  4. Mampu memberikan rekomendasi berbasis bukti untuk peningkatan atau adaptasi teknik masase.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Ceramah interaktif, diskusi kelompok terpumpun (focused group discussion) berbasis studi kasus artikel penelitian, presentasi analisis kritis, dan tanya jawab..
Analisis Artikel Jurnal dan Pembuatan Portofolio Reflektif, Mahasiswa secara individu mencari dan memilih satu artikel penelitian terkini (minimal 5 tahun terakhir) tentang teknologi masase. Kemudian, mahasiswa membuat dokumen analisis kritis yang berisi: (1) Ringkasan artikel, (2) Analisis kredibilitas dan metodologi, (3) Analisis implikasi terhadap praktik profesional, dan (4) Rekomendasi pribadi. Dokumen ini dikumpulkan sebagai bagian dari portofolio akhir mata kuliah.
Materi: Konsep Evidence-Based Practice (EBP) dalam terapi masase., Jenis-jenis bukti ilmiah (studi RCT, review sistematis, meta-analisis) dalam bidang masase., Teknologi masase terkini (contoh: alat bantu elektrik, aplikasi pemantauan, terapi berbasis sensor)., Analisis kritis artikel penelitian tentang efektivitas dan keamanan teknologi masase baru., Implikasi etika dan profesional dari adopsi teknologi baru dalam praktik.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

16

Minggu ke 16



20%



Rekap Persentase Evaluasi : Project Based Learning

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 5%
2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 30%
3. Penilaian Portofolio 2.5%
4. Penilaian Praktikum 23.33%
5. Praktik / Unjuk Kerja 25.83%
6. Tes 13.33%
99.99%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.