
|
Universitas Negeri Surabaya
Fakultas PSDKU
Program Studi S1 Pendidikan Tata Rias (Kampus Kabupaten Magetan)
|
Kode Dokumen |
SEMESTER LEARNING PLAN |
Course |
KODE |
Rumpun MataKuliah |
Bobot Kredit |
SEMESTER |
Tanggal Penyusunan |
Kurikulum Sekolah |
8321402023 |
Mata Kuliah Wajib Program Studi |
T=0 |
P=0 |
ECTS=0 |
3 |
1 September 2025 |
OTORISASI |
Pengembang S.P |
Koordinator Rumpun matakuliah |
Koordinator Program Studi |
M. Mamduh Winangun, S.Pd., M.Pd.
|
M. Mamduh Winangun, S.Pd., M.Pd.
|
SRI USODONINGTYAS |
Model Pembelajaran |
Case Study |
Program Learning Outcomes (PLO)
|
PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah |
PLO-3 |
Mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan kreatif dalam melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan |
PLO-7 |
Merancang dan mengkreasikan pembelajaran bidang tata rias. |
PLO-8 |
Mengaplikasikan bidang ilmu pendidikan serta bidang keahlian tata rias yang meliputi tata rias kulit, tata rias rambut, tata rias pengantin, serta perawatan badan dan SpA yang berwawasan profesionalisme kewirausahaan. |
Program Objectives (PO) |
PO - 1 |
Menerapkan konsep dasar kurikulum dalam perancangan program pembelajaran tata rias yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan industri (C3)
|
PO - 2 |
Mengevaluasi dan menyusun ulang struktur kurikulum berdasarkan feedback dari stakeholders untuk memastikan relevansi dan efektivitasnya (C5)
|
PO - 3 |
Menganalisis berbagai model kurikulum dan menentukan model yang paling efektif untuk pendidikan tata rias berdasarkan konteks budaya dan kearifan lokal (C4)
|
PO - 4 |
Mengevaluasi efektivitas implementasi kurikulum tata rias dalam mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran (C5)
|
PO - 5 |
Menerapkan teknologi terkini dalam pengembangan kurikulum dan materi pembelajaran tata rias untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran (C3)
|
PO - 6 |
Menganalisis dan menyesuaikan kurikulum tata rias berdasarkan feedback dari stakeholders termasuk siswa, orang tua, dan industri (C4)
|
PO - 7 |
Mampu mengkreasikan pembelajaran bidang tata rias yang mendukung pengembangan keterampilan praktis yang sesuai dengan standar industri dan pasar kerja.
|
PO - 8 |
Mampu menganalisis dan mengevaluasi kurikulum tata rias yang ada untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansinya dengan perkembangan industri kecantikan dan perawatan tubuh.
|
Matrik PLO-PO |
| |
| PO | PLO-3 | PLO-7 | PLO-8 | | PO-1 | ✔ | ✔ | | | PO-2 | ✔ | ✔ | | | PO-3 | | ✔ | | | PO-4 | | ✔ | | | PO-5 | | ✔ | | | PO-6 | | | ✔ | | PO-7 | | | | | PO-8 | | | |
|
Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO) |
| |
| PO |
Minggu Ke |
| 1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
| PO-1 | ✔ | ✔ | ✔ | ✔ | | | | ✔ | | | | | | | | | | PO-2 | | | | | ✔ | | | | | | | | | | | | | PO-3 | | | | | | ✔ | | | | | | | | | | | | PO-4 | | | | | | | ✔ | | | | | | | | | | | PO-5 | | | | | | | | | ✔ | | | ✔ | | | | | | PO-6 | | | | | | | | | | | | | | | | | | PO-7 | | | | | | | | | | | ✔ | | | | | | | PO-8 | | | | | | | | | | | | | | | | ✔ |
|
Deskripsi Singkat Mata Kuliah
|
Mata kuliah Kurikulum Sekolah pada program studi S1 Pendidikan Tata Rias ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai teori, prinsip, dan implementasi kurikulum di sekolah, dengan fokus pada kurikulum berbasis kompetensi yang mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi dunia kerja yang dinamis. Mata kuliah ini mengkaji komponen-komponen utama kurikulum, yaitu tujuan, isi, proses, dan evaluasi, serta bagaimana pengembangan dan implementasi kurikulum dapat mengarah pada pencapaian pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Melalui mata kuliah ini, mahasiswa akan dilatih untuk merancang dan mengembangkan kurikulum yang tidak hanya sesuai dengan standar pendidikan nasional, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan global. Mahasiswa akan belajar untuk mengintegrasikan aspek keterampilan praktis dalam kurikulum, yang mendukung pengembangan sumber daya manusia yang terampil dan siap bersaing di pasar kerja. Proses pembelajaran yang berfokus pada praktik, keterlibatan dunia industri, dan teknologi, diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya berkompeten, tetapi juga mampu berinovasi dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Mata kuliah ini mendukung SDG 1: Pendidikan Berkualitas, dengan mendorong tercapainya pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas di sekolah, serta memperluas kesempatan pembelajaran seumur hidup. Selain itu, melalui pembelajaran yang terfokus pada keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar, mata kuliah ini juga berkontribusi pada SDG 8: Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, dengan mengembangkan tenaga kerja yang kompeten, siap kerja, dan mendukung penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan di sektor ekonomi kreatif dan industri. Oleh karena itu, mata kuliah ini membekali mahasiswa untuk menghasilkan desain kurikulum yang berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan vokasi dan daya saing ekonomi sektor kecantikan. |
Pustaka
|
Utama : |
|
- Arifin,Zainal. 2011. Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum .Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Muhammad Busro dan Siskandar, 2017, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, Yogjakarta: Media Akademik
- Mulyasa 2014. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
- Mulyasa. 2004. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan . Bandung:Remaja Rosdakarya.
- Supangat.2022. Kurikulum 2022 . Depok: Jawab Barat
- Wina Sanjaya.2010 . Kurikulum Dan Pembelajaran, (KTSP) Jakarta: Prenada Media Gruop.
- Yani Ahmad.2014. Mindset Kurikulum 2013 . Bandng:Alfabeta.
|
Pendukung : |
|
|
Dosen Pengampu
|
Dr. Maspiyah, M.Kes. M Mamduh Winangun, M.Pd. |
Minggu Ke- |
Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)
|
Penilaian |
Bantuk Pembelajaran,
Metode Pembelajaran,
Penugasan Mahasiswa,
[ Estimasi Waktu] |
Materi Pembelajaran
[ Pustaka ] |
Bobot Penilaian (%) |
Indikator |
Kriteria & Bentuk |
Luring (offline) |
Daring (online) |
(1) |
(2) |
(3) |
(4) |
(5) |
(6) |
(7) |
(8) |
1
Minggu ke 1 |
- Memahami konsep dasar kurikulum sekolah dan prinsip OBE
- Mengidentifikasi hubungan antara kurikulum sekolah dengan SDG 1 dan SDG 8
- Menganalisis tujuan pendidikan di sekolah berdasarkan OBE dan SDG
|
- Mahasiswa dapat menjelaskan definisi, tujuan, dan prinsip dasar kurikulum sekolah, serta peran OBE dalam perancangan kurikulum yang berbasis hasil.
- Mahasiswa dapat menganalisis bagaimana kurikulum pendidikan dapat mendukung pencapaian SDG 1 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan).
- Mahasiswa dapat menganalisis tujuan pendidikan yang berfokus pada keterampilan praktis dan hasil yang terukur, yang mendukung SDG 1 dan SDG 8 dalam konteks pendidikan tata rias.
|
Kriteria:
- Pemahaman Konsep Dasar Kurikulum (30%) A: Mahasiswa dapat menjelaskan dengan sangat jelas dan mendalam, serta menunjukkan kaitan yang kuat antara kurikulum dan SDG 1 dan SDG 8. B: Mahasiswa menjelaskan dengan cukup baik, namun penjelasan tentang kaitan kurikulum dan SDG 1 dan SDG 8 masih bisa diperjelas. C: Mahasiswa menjelaskan secara terbatas dan kurang dapat menghubungkan konsep kurikulum dengan SDG 1 dan SDG 8.
- Kemampuan Menganalisis Studi Kasus (40%) A: Analisis sangat mendalam, dengan penerapan konsep yang tepat dalam konteks SDG 1 dan SDG 8. Mengidentifikasi berbagai aspek yang mendukung pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. B: Analisis cukup baik, namun masih ada beberapa aspek yang kurang diidentifikasi dengan jelas. C: Analisis terbatas dan tidak sepenuhnya menghubungkan studi kasus dengan tujuan SDG 1 dan SDG 8.
- Kemampuan Menyusun Tujuan Pembelajaran (30%) A: Tujuan pembelajaran disusun dengan sangat jelas, spesifik, dan terukur, serta sangat relevan dengan SDG 1 dan SDG 8. B: Tujuan pembelajaran cukup baik, tetapi masih membutuhkan beberapa penyesuaian agar lebih terukur dan relevan dengan SDG. C: Tujuan pembelajaran tidak cukup terukur atau kurang relevan dengan SDG yang dimaksud.
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan presentasi. 2x50 menit |
Diskusi online tentang analisis kebutuhan industri tata rias, Pengumpulan draft rancangan program pembelajaran melalui LMS - |
Materi: Pengertian dan ruang lingkup kurikulum, Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, Kebutuhan industri tata rias di Kabupaten Magetan dan sekitarnya, Langkah-langkah perancangan program pembelajaran inovatif Pustaka: Handbook Perkuliahan Materi: Konsep kurikulum Pustaka: Arifin,Zainal. 2011. Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum .Bandung: Remaja Rosdakarya. Pustaka: Materi: Pengantar Kurikulum SMK dan OBE Pustaka: Arifin,Zainal. 2011. Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum .Bandung: Remaja Rosdakarya. |
4% |
2
Minggu ke 2 |
- Memahami evolusi kurikulum pendidikan di Indonesia
- Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kurikulum
- Menganalisis dampak perubahan kurikulum terhadap implementasi pendidikan berkualitas di sekolah
- Menerapkan prinsip-prinsip perubahan kurikulum untuk mendukung pencapaian SDG 1 dan SDG 8
|
- Mahasiswa dapat menjelaskan perubahan dan perkembangan kurikulum di Indonesia dari masa ke masa, termasuk dampaknya terhadap kualitas pendidikan di sekolah.
- Mahasiswa dapat mengidentifikasi faktor sosial, ekonomi, dan politik yang mempengaruhi perubahan dan perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia.
- Mahasiswa dapat menganalisis dampak perubahan kurikulum terhadap kualitas pendidikan, terutama yang berkaitan dengan SDG 1 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan).
- Mahasiswa dapat merumuskan rekomendasi perbaikan kurikulum berdasarkan analisis perubahan kurikulum yang mendukung pendidikan berkualitas dan keterampilan yang relevan dengan pasar kerja.
|
Kriteria:
- Pemahaman Sejarah dan Perkembangan Kurikulum (30%) A: Penjelasan sangat jelas dan mendalam mengenai sejarah kurikulum di Indonesia dan evolusinya. B: Penjelasan cukup baik, meskipun ada beberapa aspek yang perlu lebih dijelaskan. C: Penjelasan terbatas dan kurang mendalam.
- Kemampuan Menganalisis Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Kurikulum (30%) A: Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menjelaskan dengan baik berbagai faktor yang mempengaruhi perubahan kurikulum. B: Mahasiswa menjelaskan faktor-faktor utama, namun ada beberapa yang kurang teridentifikasi dengan jelas. C: Mahasiswa kesulitan dalam mengidentifikasi faktor-faktor tersebut secara lengkap. Kemampuan Menganalisis Dampak Perubahan Kurikulum terhadap SDG 1 dan SDG 8 (30%) A: Analisis mendalam tentang dampak perubahan kurikulum terhadap SDG 1 dan SDG 8, dengan contoh yang relevan. B: Analisis baik, namun masih perlu penguatan dalam mengaitkan dampaknya dengan SDG 1 dan SDG 8. C: Analisis terbatas dan kurang mengaitkan dengan SDG yang relevan.
- Kemampuan Menganalisis Dampak Perubahan Kurikulum terhadap SDG 1 dan SDG 8 (30%) A: Analisis mendalam tentang dampak perubahan kurikulum terhadap SDG 1 dan SDG 8, dengan contoh yang relevan. B: Analisis baik, namun masih perlu penguatan dalam mengaitkan dampaknya dengan SDG 1 dan SDG 8. C: Analisis terbatas dan kurang mengaitkan dengan SDG yang relevan.
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan presentasi. 2X50 menit |
Membaca modul pembelajaran - |
Materi: Struktur Kurikulum SMK: Kompetensi Keahlian Pustaka: Mulyasa. 2004. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan . Bandung:Remaja Rosdakarya. |
4% |
3
Minggu ke 3 |
- Memahami konsep tujuan kurikulum dalam konteks pendidikan berkualitas
- Mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang mendukung pengembangan keterampilan praktis di bidang tata rias
- Menganalisis hubungan antara tujuan kurikulum dan pencapaian SDG 1
- Menerapkan prinsip-prinsip kurikulum berbasis tujuan untuk merancang pembelajaran di bidang tata rias yang sesuai dengan standar industri dan pasar kerja
|
- Mahasiswa dapat menjelaskan konsep tujuan kurikulum dalam pendidikan sekolah dan bagaimana tujuan tersebut mendukung pencapaian SDG 1: Pendidikan Berkualitas.
- Mahasiswa dapat menganalisis bagaimana tujuan kurikulum yang tepat dapat mendukung tercapainya SDG 1: Pendidikan Berkualitas, terutama dalam konteks pengembangan keterampilan di bidang tata rias.
- Mahasiswa dapat merancang tujuan pembelajaran berbasis hasil yang sesuai dengan SDG 1 dan kebutuhan industri kecantikan serta perawatan tubuh.
|
Kriteria:
- Pemahaman tentang Tujuan Kurikulum dalam Konteks SDG 1 (30%) A: Mahasiswa dapat menjelaskan dengan sangat jelas dan mendalam tentang tujuan kurikulum yang mendukung pendidikan berkualitas dan relevansinya dengan SDG 1. B: Penjelasan cukup jelas namun ada beberapa aspek yang perlu diperjelas terkait hubungan tujuan kurikulum dengan SDG 1. C: Penjelasan terbatas dan kurang mendalam mengenai kaitan tujuan kurikulum dengan SDG 1.
- Kemampuan Menyusun Tujuan Pembelajaran Berbasis OBE (30%) A: Mahasiswa dapat menyusun tujuan pembelajaran yang sangat terukur, jelas, dan sesuai dengan prinsip OBE serta mendukung SDG 1. B: Tujuan pembelajaran cukup jelas, meskipun masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki agar lebih terukur dan relevan dengan SDG 1. C: Tujuan pembelajaran kurang terukur atau tidak sepenuhnya relevan dengan SDG 1.
- Kemampuan Menganalisis Keterkaitan Tujuan Kurikulum dengan SDG 1 (30%) A: Mahasiswa dapat menganalisis hubungan yang sangat jelas dan mendalam antara tujuan kurikulum dan pencapaian SDG 1, serta memberikan contoh yang relevan. B: Analisis cukup baik, tetapi masih ada beberapa bagian yang kurang mengaitkan tujuan kurikulum dengan SDG 1 secara mendalam. C: Analisis terbatas dan tidak sepenuhnya menghubungkan tujuan kurikulum dengan SDG 1.
- Kemampuan Merancang Tujuan Pembelajaran untuk Pengembangan Keterampilan Praktis (10%) A: Tujuan pembelajaran yang dirancang sangat jelas, relevan dengan industri tata rias, dan mendukung pengembangan keterampilan praktis sesuai dengan standar industri dan SDG 1. B: Tujuan pembelajaran cukup baik, namun masih membutuhkan beberapa penyesuaian agar lebih terukur dan relevan dengan kebutuhan industri. C: Tujuan pembelajaran kurang aplikatif atau tidak sepenuhnya relevan dengan pengembangan keterampilan praktis di bidang tata rias.
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Studi kasus, Ceramah, Presentasi, Diskusi Kelompok 2x50 menit |
Diskusi online tentang analisis kebutuhan industri tata rias, Pengumpulan draft rancangan program pembelajaran melalui LMS
|
Materi: Sejarah dan Perkembangan Kurikulum di Indonesia Pustaka: Mulyasa. 2004. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan . Bandung:Remaja Rosdakarya. Materi: Tujuan Kurikulum dan SDG 1 Pustaka: Supangat.2022. Kurikulum 2022 . Depok: Jawab Barat Materi: Struktur dan Isi Kurikulum SMK Pustaka: Supangat.2022. Kurikulum 2022 . Depok: Jawab Barat |
4% |
4
Minggu ke 4 |
- Memahami komponen-komponen dasar dalam struktur kurikulum SMK
- Mengidentifikasi hubungan antara komponen-komponen kurikulum dan SDG 1
- Mengaplikasikan prinsip-prinsip kurikulum berbasis kompetensi dalam perancangan struktur kurikulum SMK
|
- Mahasiswa dapat menjelaskan komponen utama kurikulum SMK, seperti kompetensi inti, kompetensi dasar, standar kompetensi lulusan, dan mata pelajaran yang relevan dengan pendidikan vokasi.
- Mahasiswa dapat menganalisis bagaimana setiap komponen dalam struktur kurikulum SMK dapat mendukung pencapaian SDG 1: Pendidikan Berkualitas.
- Mahasiswa dapat menerapkan prinsip kurikulum berbasis kompetensi dalam menyusun struktur kurikulum yang memfokuskan pada pencapaian kompetensi siswa yang siap bekerja di bidang tata rias.
|
Kriteria:
- Pemahaman tentang Komponen-Komponen Struktur Kurikulum SMK (25%) A: Mahasiswa menjelaskan dengan sangat jelas dan mendalam mengenai komponen-komponen dalam struktur kurikulum SMK. B: Penjelasan cukup jelas, namun ada beberapa aspek yang masih perlu diperjelas. C: Penjelasan terbatas dan kurang mendalam mengenai komponen-komponen kurikulum.
- Kemampuan Menganalisis Hubungan antara Komponen Kurikulum dan SDG 1 (25%) A: Analisis mendalam dan terstruktur tentang bagaimana komponen kurikulum dapat mendukung pencapaian SDG 1 dalam konteks pendidikan berkualitas. B: Analisis cukup baik, meskipun masih ada beberapa bagian yang kurang mengaitkan dengan SDG 1. C: Analisis terbatas dan kurang mendalam mengenai hubungan antara kurikulum dan SDG 1.
- Kemampuan Menyusun dan Mengembangkan Struktur Kurikulum untuk Bidang Tata Rias (30%) A: Struktur kurikulum yang disusun sangat jelas, terukur, dan relevan dengan kebutuhan industri serta mendukung SDG 1 dan SDG 8. B: Struktur kurikulum cukup baik, namun masih perlu beberapa penyesuaian agar lebih terukur dan relevan dengan dunia kerja. C: Struktur kurikulum kurang jelas dan tidak sepenuhnya relevan dengan pengembangan keterampilan praktis di bidang tata rias.
- Kemampuan Mengaplikasikan Kurikulum Berbasis Kompetensi (20%) A: Struktur kurikulum yang disusun berbasis kompetensi dengan sangat baik, sesuai dengan prinsip OBE, dan relevan dengan kebutuhan industri tata rias. B: Struktur kurikulum cukup berbasis kompetensi, namun masih perlu penguatan dalam beberapa aspek untuk lebih sesuai dengan prinsip OBE. C: Struktur kurikulum kurang berbasis kompetensi dan tidak sepenuhnya relevan dengan kebutuhan industri.
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif, Praktik / Unjuk Kerja |
Studi kasus, Ceramah, Presentasi, Diskusi Kelompok 2x50 menit |
Diskusi online tentang analisis kebutuhan industri tata rias, Pengumpulan draft rancangan program pembelajaran melalui LMS
|
Materi: Struktur dan Isi Kurikulum SMK Pustaka: Mulyasa. 2004. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan . Bandung:Remaja Rosdakarya. |
4% |
5
Minggu ke 5 |
- Memahami konsep kurikulum berbasis kompetensi dalam konteks pendidikan vokasi
- Menganalisis elemen-elemen kurikulum berbasis kompetensi yang relevan dengan SDG 1: Pendidikan Berkualitas dan SDG 8: Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
- Mengembangkan materi ajar dan strategi pembelajaran yang berbasis kompetensi untuk bidang tata rias
- Menerapkan prinsip-prinsip evaluasi dalam kurikulum berbasis kompetensi
|
- Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar kurikulum berbasis kompetensi dan bagaimana kurikulum ini diterapkan dalam pendidikan vokasi, khususnya di SMK dan program studi Tata Rias.
- Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menganalisis elemen-elemen kurikulum berbasis kompetensi yang mendukung pendidikan berkualitas dan keterampilan kerja berkelanjutan yang relevan dengan industri tata rias.
- Mahasiswa dapat mengembangkan materi ajar dan strategi pembelajaran berbasis kompetensi yang mendukung pengembangan keterampilan praktis di bidang tata rias.
- Mahasiswa dapat merancang instrumen evaluasi berbasis kompetensi untuk menilai keterampilan praktis yang relevan dengan SDG 1 dan SDG 8.
|
Kriteria:
- Pemahaman tentang Konsep Kurikulum Berbasis Kompetensi (30%) A: Mahasiswa dapat menjelaskan dengan sangat jelas dan mendalam mengenai kurikulum berbasis kompetensi serta aplikasinya dalam pendidikan vokasi, khususnya di bidang tata rias. B: Penjelasan cukup baik, meskipun ada beberapa aspek yang perlu diperjelas atau diperdalam terkait dengan penerapan kurikulum berbasis kompetensi di bidang tata rias. C: Penjelasan terbatas dan kurang mendalam mengenai konsep kurikulum berbasis kompetensi dan penerapannya dalam pendidikan tata rias.
- Kemampuan Menganalisis Elemen Kurikulum Berbasis Kompetensi yang Mendukung SDG 1 dan SDG 8 (30%) A: Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menganalisis elemen-elemen kurikulum berbasis kompetensi yang sangat mendalam, serta menjelaskan kaitannya dengan SDG 1 dan SDG 8 secara komprehensif. B: Analisis cukup baik, meskipun ada beberapa elemen yang kurang diidentifikasi atau kurang mengaitkan dengan SDG 1 dan SDG 8. C: Analisis terbatas dan tidak sepenuhnya menghubungkan elemen kurikulum berbasis kompetensi dengan SDG 1 dan SDG 8. Kemampuan Mengembangkan Materi Ajar dan Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi (30%) A: Mahasiswa dapat mengembangkan materi ajar dan strategi pembelajaran berbasis kompetensi dengan sangat baik, relevan dengan industri, dan mendukung pencapaian SDG 1 dan SDG 8. B: Materi ajar dan strategi pembelajaran yang dikembangkan cukup baik, meskipun beberapa elemen masih dapat disempurnakan agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan SDG. C: Materi ajar dan strategi pembelajaran kurang terstruktur dengan baik dan tidak sepenuhnya relevan dengan SDG 1 dan SDG 8. Kemampuan Merancang Instrumen Evaluasi Berbasis Kompetensi (10%) A: Instrumen evaluasi yang dirancang sangat jelas, aplikatif, dan sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi di bidang tata rias. B: Instrumen evaluasi cukup baik, namun masih membutuhkan beberapa perbaikan agar lebih terukur dan relevan dengan standar industri. C: Instrumen evaluasi kurang jelas dan tidak sepenuhnya sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi. Penilaian Final Ujian Tengah Semester (UTS): Penilaian berbasis studi kasus mengenai penerapan kurikulum berbasis kompetensi, pengembangan materi ajar, dan evaluasi berbasis kompetensi di SMK yang relevan dengan SDG 1 dan SDG 8. Aktivitas Kelas: Penilaian berdasarkan diskusi kelompok dan workshop dalam mengembangkan materi ajar dan strategi pembelajaran berbasis kompetensi di bidang tata rias. Dengan metode Studi Kasus, Diskusi Kelompok, dan Workshop Pengembangan Materi Pembelajaran, mahasiswa diharapkan dapat memahami konsep kurikulum berbasis kompetensi, menganalisis elemen-elemen kurikulum yang relevan dengan SDG 1 dan SDG 8, serta mampu mengembangkan materi ajar dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan standar industri dan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja, khususnya di bidang tata rias. Aktivitas mencu
- Kemampuan Mengembangkan Materi Ajar dan Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi (30%) A: Mahasiswa dapat mengembangkan materi ajar dan strategi pembelajaran berbasis kompetensi dengan sangat baik, relevan dengan industri, dan mendukung pencapaian SDG 1 dan SDG 8. B: Materi ajar dan strategi pembelajaran yang dikembangkan cukup baik, meskipun beberapa elemen masih dapat disempurnakan agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan SDG. C: Materi ajar dan strategi pembelajaran kurang terstruktur dengan baik dan tidak sepenuhnya relevan dengan SDG 1 dan SDG 8.
- Kemampuan Merancang Instrumen Evaluasi Berbasis Kompetensi (10%) A: Instrumen evaluasi yang dirancang sangat jelas, aplikatif, dan sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi di bidang tata rias. B: Instrumen evaluasi cukup baik, namun masih membutuhkan beberapa perbaikan agar lebih terukur dan relevan dengan standar industri. C: Instrumen evaluasi kurang jelas dan tidak sepenuhnya sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi.
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Studi kasus, Ceramah, Presentasi, Diskusi Kelompok 2x50 menit |
Diskusi online tentang analisis kebutuhan industri tata rias, Pengumpulan draft rancangan program pembelajaran melalui LMS
|
Materi: Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Isi Pembelajaran Pustaka: Arifin,Zainal. 2011. Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum .Bandung: Remaja Rosdakarya. |
4% |
6
Minggu ke 6 |
- Memahami prinsip-prinsip pembelajaran aktif yang mendukung keterampilan praktis di bidang tata rias
- Mengidentifikasi metode pembelajaran yang tepat untuk mencapai SDG 1 dan SDG 8 dalam pendidikan tata rias
- Merancang kegiatan pembelajaran berbasis kompetensi untuk meningkatkan keterampilan praktis di bidang tata rias
- Menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dalam kurikulum tata rias
|
- Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip-prinsip pembelajaran aktif yang efektif dalam pendidikan vokasi, khususnya dalam konteks tata rias, untuk menciptakan pengalaman belajar yang aplikatif dan relevan dengan industri.
- Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai metode pembelajaran yang mendukung pengembangan keterampilan yang dibutuhkan di industri tata rias dan berkontribusi pada pencapaian SDG 1: Pendidikan Berkualitas dan SDG 8: Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan.
- Mahasiswa dapat merancang kegiatan pembelajaran yang berbasis pada pengembangan keterampilan praktis di bidang tata rias, yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang terukur.
- Mahasiswa dapat mengembangkan dan menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan keterampilan praktis dan kewirausahaan di bidang tata rias, serta mendukung SDG 8 dalam menciptakan lapangan kerja berkelanjutan.
|
Kriteria:
- Kriteria Penilaian Pemahaman tentang Prinsip-Prinsip Pembelajaran Aktif (25%) A: Penjelasan sangat jelas dan mendalam tentang prinsip-prinsip pembelajaran aktif, serta aplikasinya dalam pendidikan vokasi dan SDG 1 dan SDG 8. B: Penjelasan cukup baik, tetapi beberapa konsep prinsip pembelajaran aktif perlu diperjelas. C: Penjelasan terbatas dan kurang dalam mengaitkan prinsip-prinsip pembelajaran aktif dengan SDG 1 dan SDG 8.
- Kemampuan Mengidentifikasi Metode Pembelajaran yang Tepat (30%) A: Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai metode pembelajaran yang relevan dengan SDG 1 dan SDG 8, serta mengaitkannya dengan kebutuhan industri tata rias. B: Identifikasi metode pembelajaran cukup baik, namun masih perlu penguatan dalam menjelaskan kaitannya dengan SDG. C: Mahasiswa kesulitan dalam mengidentifikasi metode pembelajaran yang sesuai dengan SDG dan kebutuhan industri.
- Kemampuan Merancang Kegiatan Pembelajaran Berbasis Kompetensi (25%) A: Mahasiswa dapat merancang kegiatan pembelajaran berbasis kompetensi yang sangat relevan dengan tujuan kurikulum dan mendukung SDG 1 dan SDG 8. B: Kegiatan pembelajaran yang dirancang cukup baik, meskipun beberapa elemen masih perlu disempurnakan untuk lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja. C: Kegiatan pembelajaran kurang sesuai dengan tujuan kurikulum dan SDG yang ditetapkan.
- Kemampuan Mengimplementasikan Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL) (20%) A: Mahasiswa dapat mengembangkan dan mengimplementasikan PBL dengan sangat baik, sesuai dengan prinsip OBE dan mendukung pencapaian keterampilan praktis di bidang tata rias. B: Implementasi PBL cukup baik, namun ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki untuk lebih menekankan pada keterampilan praktis. C: Implementasi PBL kurang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan tidak sepenuhnya relevan dengan industri.
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Studi kasus, Ceramah, Presentasi, Diskusi Kelompok 2x50 menit |
Diskusi online tentang analisis kebutuhan industri tata rias, Pengumpulan draft rancangan program pembelajaran melalui LMS
|
Materi: Proses Pembelajaran yang Mencapai SDG 1 dan SDG 8 Pustaka: Muhammad Busro dan Siskandar, 2017, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, Yogjakarta: Media Akademik |
4% |
7
Minggu ke 7 |
- Memahami konsep evaluasi kurikulum dan pembelajaran dalam konteks pendidikan vokasi
- Mengidentifikasi instrumen evaluasi yang tepat untuk kurikulum berbasis kompetensi di bidang tata rias
- Menganalisis hubungan antara evaluasi pembelajaran dan pencapaian tujuan kurikulum berbasis kompetensi
- Menerapkan teknik evaluasi berbasis hasil untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK
|
- Mahasiswa dapat menjelaskan dengan jelas dan mendalam mengenai prinsip evaluasi kurikulum dan evaluasi
- Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan merancang instrumen evaluasi yang sesuai untuk menilai keterampilan praktis siswa dalam kurikulum berbasis kompetensi, khususnya di bidang tata rias.
- Mahasiswa dapat menganalisis bagaimana evaluasi pembelajaran mendukung pencapaian tujuan kurikulum berbasis kompetensi dan SDG 1 serta SDG 8.
- Mahasiswa dapat merancang evaluasi berbasis hasil yang tepat untuk mengukur keterampilan praktis siswa, serta mendukung SDG 1 dan SDG 8.
|
Kriteria:
- Pemahaman tentang Konsep Evaluasi Kurikulum dan Pembelajaran (30%) A: Penjelasan sangat jelas dan mendalam mengenai evaluasi kurikulum dan evaluasi pembelajaran, serta aplikasinya dalam konteks SDG 1 dan SDG 8. B: Penjelasan cukup baik, namun ada beberapa aspek yang perlu lebih diperjelas dalam kaitannya dengan evaluasi kurikulum berbasis kompetensi. C: Penjelasan terbatas dan kurang mendalam mengenai konsep evaluasi kurikulum dan pembelajaran.
- Kemampuan Mengidentifikasi Instrumen Evaluasi untuk Kurikulum Berbasis Kompetensi (30%) A: Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan merancang instrumen evaluasi yang sangat sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi, serta relevan dengan SDG 1 dan SDG 8. B: Instrumen evaluasi yang dirancang cukup baik, meskipun ada beberapa elemen yang perlu disempurnakan untuk lebih terukur dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. C: Instrumen evaluasi kurang jelas dan tidak sepenuhnya sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi.
- Kemampuan Menganalisis Hubungan Evaluasi Pembelajaran dengan Tujuan Kurikulum (25%) A: Analisis yang sangat mendalam mengenai hubungan evaluasi pembelajaran dengan tujuan kurikulum berbasis kompetensi, serta pengaruhnya terhadap SDG 1 dan SDG 8. B: Analisis cukup baik, namun ada beberapa aspek yang kurang diperjelas atau dihubungkan dengan SDG. C: Analisis terbatas dan tidak sepenuhnya menghubungkan evaluasi pembelajaran dengan tujuan kurikulum dan SDG yang relevan.
- Kemampuan Merancang Evaluasi Berbasis Hasil untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran (15%) A: Evaluasi berbasis hasil yang dirancang sangat terukur, jelas, dan sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi serta mendukung pencapaian SDG 1 dan SDG 8. B: Evaluasi berbasis hasil cukup baik, namun beberapa aspek perlu disempurnakan agar lebih terukur dan relevan dengan tujuan pembelajaran. C: Evaluasi berbasis hasil kurang terstruktur dengan baik atau tidak sepenuhnya relevan dengan SDG 1 dan SDG 8.
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Studi kasus, Ceramah, Presentasi, Diskusi Kelompok 2x50 menit |
Diskusi online tentang analisis kebutuhan industri tata rias, Pengumpulan draft rancangan program pembelajaran melalui LMS
|
Materi: Evaluasi Kurikulum dan Pembelajaran Pustaka: Supangat.2022. Kurikulum 2022 . Depok: Jawab Barat |
4% |
8
Minggu ke 8 |
UTS |
UTS |
Kriteria:
- Pilihan Ganda (40%) A: Menjawab 90% atau lebih dari soal dengan benar. B: Menjawab 75% hingga 89% soal dengan benar. C: Menjawab kurang dari 75% soal dengan benar.
- Jawaban Singkat (30%) A: Menyusun jawaban yang sangat jelas, terstruktur dengan baik, dan menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep yang diuji. B: Menyusun jawaban yang baik, namun masih ada beberapa aspek yang perlu diperjelas atau ditambahkan untuk menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam. C: Menyusun jawaban yang kurang jelas atau terbatas, serta tidak sepenuhnya menggambarkan pemahaman yang mendalam tentang konsep yang diuji.
- Studi Kasus (30%) A: Analisis yang sangat mendalam, dengan tujuan pembelajaran, struktur kurikulum, dan instrumen evaluasi yang dirancang secara sangat relevan dan aplikatif dalam konteks SDG 1 dan SDG 8. B: Analisis cukup baik, namun beberapa aspek perlu disempurnakan untuk lebih relevan dengan SDG 1 dan SDG 8. C: Analisis terbatas dan kurang relevan dengan konteks SDG 1 dan SDG 8, serta tidak sepenuhnya aplikatif dalam kurikulum tata rias.
Bentuk Penilaian : Tes |
Tes Tulis 2X50 Menit |
|
Materi: UTS Pustaka: Mulyasa. 2004. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan . Bandung:Remaja Rosdakarya. |
20% |
9
Minggu ke 9 |
- Memahami komponen-komponen dalam Program Semester (Prosem)
- Mengembangkan Prosem berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk program keahlian tata rias
- Mengintegrasikan aspek SDG 1 dan SDG 8 dalam Prosem
- Menyusun evaluasi pembelajaran berbasis kompetensi dalam Prosem
|
- Mahasiswa dapat menjelaskan dan mengidentifikasi komponen-komponen utama dalam Program Semester (Prosem), seperti tujuan pembelajaran, kompetensi dasar, materi ajar, strategi pembelajaran, evaluasi, dan penjadwalan.
- Mahasiswa dapat merancang Prosem berbasis OBE yang sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai oleh siswa di program keahlian tata rias, dengan memperhatikan SDG 1 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan)
- Mahasiswa dapat mengintegrasikan prinsip SDG 1 dan SDG 8 dalam setiap elemen Prosem, memastikan bahwa materi dan kegiatan pembelajaran mendukung tujuan pendidikan berkualitas dan pengembangan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.
- Mahasiswa dapat merancang instrumen evaluasi pembelajaran yang terukur dan berbasis kompetensi untuk menilai keterampilan praktis siswa di bidang tata rias, serta mengidentifikasi cara untuk menghubungkan hasil evaluasi
|
Kriteria:
- Pemahaman tentang Komponen Prosem dan Rencana Pembelajaran Mahasiswa dapat menjelaskan dengan jelas dan mendalam tentang komponen-komponen dalam Prosem, serta bagaimana setiap elemen mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.
- Kemampuan Mengembangkan Prosem Berbasis OBE Mahasiswa dapat merancang Prosem berbasis OBE yang jelas, terstruktur dengan baik, dan relevan dengan tujuan pendidikan berkualitas, serta sesuai dengan kompetensi yang diharapkan di bidang tata rias.
- Kemampuan Mengintegrasikan SDG 1 dan SDG 8 dalam Prosem Mahasiswa dapat mengintegrasikan SDG 1 dan SDG 8 dalam setiap komponen Prosem, seperti tujuan pembelajaran, materi ajar, dan evaluasi pembelajaran.
- Kemampuan Merancang Evaluasi Pembelajaran Berbasis Kompetensi Mahasiswa dapat merancang instrumen evaluasi berbasis kompetensi yang sesuai dengan Prosem dan mampu mengukur keterampilan praktis siswa di bidang tata rias.
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Studi kasus, Ceramah, Presentasi, Diskusi Kelompok 2X45 menit |
Diskusi online tentang analisis kebutuhan industri tata rias, Pengumpulan draft rancangan program pembelajaran melalui LMS
|
Materi: Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk SMK Pustaka: Wina Sanjaya.2010 . Kurikulum Dan Pembelajaran, (KTSP) Jakarta: Prenada Media Gruop. |
4% |
10
Minggu ke 10 |
- Memahami pentingnya kegiatan praktikum dalam pendidikan vokasi
- Mengidentifikasi jenis kegiatan praktikum yang relevan dengan kurikulum berbasis kompetensi di bidang tata rias
- Merancang kegiatan praktikum berbasis kompetensi yang mendukung SDG 1 dan SDG 8
- Menyusun instrumen evaluasi untuk kegiatan praktikum yang berbasis keterampilan praktis
|
- Mahasiswa dapat menjelaskan mengapa kegiatan praktikum sangat penting dalam pendidikan vokasi, terutama di SMK, untuk meningkatkan keterampilan praktis yang sesuai dengan standar industri, khususnya di bidang tata rias.
- Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan merancang berbagai kegiatan praktikum yang relevan dengan kurikulum berbasis kompetensi di bidang tata rias, dengan mempertimbangkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.
- Mahasiswa dapat merancang kegiatan praktikum yang mendukung pencapaian SDG 1: Pendidikan Berkualitas dan SDG 8: Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan, dengan fokus pada pengembangan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja di sektor tata rias.
- Mahasiswa dapat merancang instrumen evaluasi praktikum yang berbasis pada keterampilan praktis dan kurikulum berbasis kompetensi, serta mengidentifikasi bagaimana evaluasi tersebut dapat mendukung pengembangan kompetensi siswa dalam konteks SDG 1 dan SDG 8.
|
Kriteria:
- Pemahaman tentang Pentingnya Kegiatan Praktikum dalam Pendidikan Vokasi (25%) A: Mahasiswa menjelaskan secara sangat jelas dan mendalam tentang pentingnya praktikum dalam pendidikan vokasi dan kaitannya dengan pendidikan berkualitas serta SDG 1 dan SDG 8. B: Penjelasan cukup baik, namun ada beberapa bagian yang perlu diperjelas atau lebih diperkuat terkait dengan pentingnya kegiatan praktikum. C: Penjelasan terbatas atau kurang mendalam mengenai pentingnya praktikum dalam konteks pendidikan vokasi dan SDG.
- Kemampuan Mengidentifikasi Kegiatan Praktikum yang Relevan dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (25%) A: Mahasiswa dapat mengidentifikasi dengan sangat baik berbagai kegiatan praktikum yang relevan dan sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi di bidang tata rias. B: Mahasiswa dapat mengidentifikasi kegiatan praktikum dengan cukup baik, namun masih ada beberapa aspek yang perlu lebih diperjelas atau diperluas. C: Mahasiswa kesulitan dalam mengidentifikasi kegiatan praktikum yang relevan dengan kurikulum berbasis kompetensi di bidang tata rias.
- Kemampuan Merancang Kegiatan Praktikum yang Mendukung SDG 1 dan SDG 8 (30%) A: Kegiatan praktikum yang dirancang sangat relevan dengan SDG 1 dan SDG 8, serta dapat meningkatkan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja di bidang tata rias. B: Kegiatan praktikum cukup baik, namun masih perlu beberapa penyesuaian agar lebih relevan dengan SDG 1 dan SDG 8. C: Kegiatan praktikum kurang relevan atau tidak sepenuhnya mendukung pencapaian SDG 1 dan SDG 8.
- Kemampuan Merancang Evaluasi Pembelajaran Berbasis Kompetensi Mahasiswa dapat merancang instrumen evaluasi berbasis kompetensi yang sesuai dengan Prosem dan mampu mengukur keterampilan praktis siswa di bidang tata rias.
- Kemampuan Menyusun Instrumen Evaluasi untuk Kegiatan Praktikum (20%) A: Instrumen evaluasi yang disusun sangat jelas, terukur, dan sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi, serta mendukung pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan SDG 1 dan SDG 8. B: Instrumen evaluasi cukup baik, namun masih memerlukan beberapa perbaikan agar lebih terukur dan relevan. C: Instrumen evaluasi kurang jelas atau tidak sepenuhnya relevan dengan kurikulum berbasis kompetensi dan tujuan pembelajaran.
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Studi kasus, Ceramah, Presentasi, Diskusi Kelompok 2X45 menit |
Diskusi online tentang analisis kebutuhan industri tata rias, Pengumpulan draft rancangan program pembelajaran melalui LMS
|
Materi: Implementasi Kurikulum dan Pembelajaran Inovatif Pustaka: Wina Sanjaya.2010 . Kurikulum Dan Pembelajaran, (KTSP) Jakarta: Prenada Media Gruop. |
4% |
11
Minggu ke 11 |
- Memahami pentingnya kolaborasi antara sekolah dan dunia industri dalam pengembangan kurikulum
- Mengidentifikasi peluang kolaborasi antara SMK dan industri dalam bidang tata rias
- Merancang model kolaborasi yang mengintegrasikan dunia industri ke dalam kurikulum SMK
- Menerapkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum berbasis industri dalam pendidikan vokasi
|
- Mahasiswa dapat menjelaskan pentingnya kemitraan antara SMK dan industri dalam merancang kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan bagaimana hal ini dapat mendukung pencapaian SDG 8: Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan.
- Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai peluang kolaborasi antara SMK dan industri di sektor tata rias, serta bagaimana kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja.
- Mahasiswa dapat merancang model kolaborasi yang konkret antara sekolah dan dunia industri untuk meningkatkan relevansi kurikulum SMK dalam konteks SDG 1 dan SDG 8, khususnya untuk program keahlian tata rias.
- Mahasiswa dapat menerapkan prinsip kurikulum berbasis industri dalam pengembangan kurikulum tata rias untuk memastikan bahwa siswa dilatih sesuai dengan standar industri yang relevan dan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
|
Kriteria:
- Pemahaman tentang Kolaborasi SMK dan Dunia Industri dalam Pengembangan Kurikulum (30%) A: Mahasiswa dapat menjelaskan dengan sangat jelas dan mendalam mengenai kolaborasi antara SMK dan industri serta dampaknya terhadap SDG 8 dan relevansi pendidikan vokasi. B: Penjelasan cukup baik, meskipun beberapa aspek mengenai kolaborasi ini masih perlu diperjelas. C: Penjelasan terbatas dan kurang mendalam mengenai pentingnya kolaborasi ini.
- Kemampuan Mengidentifikasi Peluang Kolaborasi antara SMK dan Industri (30%) A: Mahasiswa dapat mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi antara SMK dan industri, serta menjelaskan bagaimana hal ini meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. B: Identifikasi peluang cukup baik, meskipun masih ada beberapa peluang yang kurang dijelaskan dengan jelas. C: Mahasiswa kesulitan dalam mengidentifikasi peluang kolaborasi industri yang relevan.
- Kemampuan Merancang Model Kolaborasi untuk Pengembangan Kurikulum (25%) A: Model kolaborasi yang dirancang sangat relevan dan aplikatif, serta dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SMK dan keterampilan di bidang tata rias. B: Model kolaborasi cukup baik, namun beberapa aspek perlu disempurnakan agar lebih relevan dengan SDG 8. C: Model kolaborasi yang dirancang kurang relevan atau tidak sepenuhnya aplikatif dalam pengembangan kurikulum SMK.
- Kemampuan Merancang Evaluasi Pembelajaran Berbasis Kompetensi Mahasiswa dapat merancang instrumen evaluasi berbasis kompetensi yang sesuai dengan Prosem dan mampu mengukur keterampilan praktis siswa di bidang tata rias.
- Kemampuan Menyusun Instrumen Evaluasi untuk Kegiatan Praktikum (20%) A: Instrumen evaluasi yang disusun sangat jelas, terukur, dan sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi, serta mendukung pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan SDG 1 dan SDG 8. B: Instrumen evaluasi cukup baik, namun masih memerlukan beberapa perbaikan agar lebih terukur dan relevan. C: Instrumen evaluasi kurang jelas atau tidak sepenuhnya relevan dengan kurikulum berbasis kompetensi dan tujuan pembelajaran.
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Studi kasus, Ceramah, Presentasi, Diskusi Kelompok 2X45 menit |
Diskusi online tentang analisis kebutuhan industri tata rias, Pengumpulan draft rancangan program pembelajaran melalui LMS
|
Materi: Kolaborasi dengan Dunia Industri untuk Pengembangan Kurikulum Pustaka: Muhammad Busro dan Siskandar, 2017, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, Yogjakarta: Media Akademik |
4% |
12
Minggu ke 12 |
- Memahami peran teknologi dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran
- Mengidentifikasi jenis teknologi yang relevan untuk digunakan dalam pembelajaran tata rias
- Mengembangkan materi ajar dan strategi pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi
- Menerapkan evaluasi berbasis teknologi untuk menilai keterampilan praktis siswa
|
- Mahasiswa dapat menjelaskan bagaimana teknologi dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi untuk mendukung pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan (SDG 1 dan SDG 8), khususnya di bidang tata rias.
- Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan memilih berbagai jenis teknologi pendidikan yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran di bidang tata rias dan relevansi dengan SDG 1 dan SDG 8.
- Mahasiswa dapat merancang materi ajar dan strategi pembelajaran berbasis teknologi yang dapat meningkatkan keterampilan praktis siswa di bidang tata rias, dengan tetap mendukung tujuan pendidikan berkualitas.
- Mahasiswa dapat merancang dan menerapkan instrumen evaluasi berbasis teknologi untuk menilai keterampilan praktis siswa di bidang tata rias, serta menjelaskan bagaimana teknologi dapat mendukung evaluasi berbasis kompetensi.
|
Kriteria:
- Pemahaman tentang Peran Teknologi dalam Pengembangan Kurikulum (25%) A: Mahasiswa dapat menjelaskan secara sangat jelas dan mendalam mengenai peran teknologi dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, serta kontribusinya terhadap SDG 1 dan SDG 8. B: Penjelasan cukup baik, namun masih ada beberapa bagian yang kurang diperjelas mengenai peran teknologi. C: Penjelasan terbatas atau kurang mendalam mengenai peran teknologi dalam pendidikan dan pengembangan kurikulum.
- Kemampuan Mengidentifikasi Teknologi yang Relevan untuk Pembelajaran Tata Rias (30%) A: Mahasiswa dapat mengidentifikasi berbagai teknologi pendidikan yang sangat relevan dan aplikatif untuk pembelajaran tata rias, serta menghubungkannya dengan SDG 1 dan SDG 8. B: Identifikasi teknologi cukup baik, meskipun beberapa teknologi yang relevan mungkin belum dipertimbangkan. C: Mahasiswa kesulitan dalam mengidentifikasi teknologi yang relevan atau tidak menghubungkannya dengan kebutuhan industri.
- Kemampuan MKemampuan Mengembangkan Materi Ajar dan Strategi Pembelajaran Berbasis Teknologi (25%) A: Materi ajar dan strategi pembelajaran yang dirancang sangat relevan dengan teknologi pendidikan dan mendukung keterampilan praktis di bidang tata rias serta pencapaian SDG 1 dan SDG 8. B: Materi ajar dan strategi pembelajaran cukup baik, namun beberapa elemen dapat disempurnakan agar lebih efektif dan terintegrasi dengan teknologi. C: Materi ajar dan strategi pembelajaran kurang terstruktur atau kurang relevan dengan SDG 1 dan SDG 8.erancang Model Kolaborasi untuk Pengembangan Kurikulum (25%) A: Model kolaborasi yang dirancang sangat relevan dan aplikatif, serta dapat meningkatkan kualitas pendidikan di SMK dan keterampilan di bidang tata rias. B: Model kolaborasi cukup baik, namun beberapa aspek perlu disempurnakan agar lebih relevan dengan SDG 8. C: Model kolaborasi yang dirancang kurang relevan atau tidak sepenuhnya aplikatif dalam pengembangan kurikulum SMK.
- Kemampuan Merancang Evaluasi Berbasis Teknologi untuk Keterampilan Praktis (20%) A: Evaluasi berbasis teknologi sangat terukur, jelas, dan relevan dengan kurikulum berbasis kompetensi, serta mendukung SDG 1 dan SDG 8. B: Evaluasi berbasis teknologi cukup baik, namun masih perlu beberapa penyesuaian agar lebih terukur dan relevan dengan SDG 1 dan SDG 8. C: Evaluasi berbasis teknologi kurang jelas atau tidak sepenuhnya relevan dengan kurikulum berbasis kompetensi.
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Studi kasus, Ceramah, Presentasi, Diskusi Kelompok 2X45 menit |
Diskusi online tentang analisis kebutuhan industri tata rias, Pengumpulan draft rancangan program pembelajaran melalui LMS
|
Materi: Penggunaan Teknologi dalam Kurikulum Pustaka: Muhammad Busro dan Siskandar, 2017, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, Yogjakarta: Media Akademik |
4% |
13
Minggu ke 13 |
- Memahami pentingnya evaluasi kurikulum dalam pendidikan vokasi
- Mengidentifikasi metode evaluasi yang sesuai untuk kurikulum berbasis kompetensi di bidang tata rias
- Merancang laporan evaluasi kurikulum berbasis hasil pembelajaran
- Menganalisis data evaluasi untuk meningkatkan kualitas kurikulum
|
- Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dan tujuan evaluasi kurikulum dalam konteks pendidikan vokasi di SMK, serta bagaimana evaluasi ini dapat mendukung pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan (SDG 1 dan SDG 8).
- Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan merancang berbagai metode evaluasi yang sesuai untuk menilai kompetensi yang harus dikuasai siswa dalam kurikulum berbasis kompetensi, khususnya di bidang tata rias.
- Mahasiswa dapat merancang laporan evaluasi kurikulum yang mencakup analisis terhadap pencapaian kompetensi siswa, relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri, serta kontribusi kurikulum terhadap SDG 1 dan SDG 8.
- Mahasiswa dapat menganalisis data evaluasi kurikulum untuk memberikan rekomendasi perbaikan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan keterampilan di bidang tata rias.
|
Kriteria:
- Pemahaman tentang Pentingnya Evaluasi Kurikulum dalam Pendidikan Vokasi (25%) A: Mahasiswa dapat menjelaskan dengan sangat jelas dan mendalam mengenai tujuan evaluasi kurikulum dalam pendidikan vokasi dan kaitannya dengan pendidikan berkualitas serta SDG 1 dan SDG 8. B: Penjelasan cukup baik, meskipun ada beberapa aspek yang perlu diperjelas lebih lanjut. C: Penjelasan terbatas atau kurang mendalam mengenai pentingnya evaluasi kurikulum.
- Kemampuan Mengidentifikasi Metode Evaluasi yang Sesuai untuk Kurikulum Berbasis Kompetensi (25%) A: Mahasiswa dapat mengidentifikasi berbagai metode evaluasi yang sangat relevan dan sesuai untuk kurikulum berbasis kompetensi, serta mendukung SDG 1 dan SDG 8. B: Metode evaluasi yang diidentifikasi cukup baik, namun ada beberapa yang perlu lebih disesuaikan untuk lebih relevan dengan SDG 1 dan SDG 8. C: Metode evaluasi kurang relevan atau tidak sepenuhnya mendukung kurikulum berbasis kompetensi.
- Kemampuan Merancang Laporan Evaluasi Kurikulum Berbasis Hasil Pembelajaran (30%) A: Laporan evaluasi yang dirancang sangat mendalam, terstruktur, dan relevan dengan tujuan pembelajaran serta pencapaian kompetensi yang mendukung SDG 1 dan SDG 8. B: Laporan evaluasi cukup baik, namun ada beberapa bagian yang masih perlu penguatan dalam hal detail atau analisis dampaknya. C: Laporan evaluasi kurang terstruktur dengan baik dan tidak sepenuhnya mengarah pada SDG 1 dan SDG 8.
- Kemampuan Menganalisis Data Evaluasi untuk Meningkatkan Kualitas Kurikulum (20%) A: Mahasiswa dapat menganalisis data evaluasi dengan sangat baik dan memberikan rekomendasi perbaikan yang sangat aplikatif untuk meningkatkan kurikulum. B: Analisis cukup baik, meskipun rekomendasi perbaikan masih dapat dikembangkan lebih lanjut. C: Analisis terbatas dan rekomendasi perbaikan kurang relevan atau aplikatif dalam konteks SDG 1 dan SDG 8.
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Studi kasus, Ceramah, Presentasi, Diskusi Kelompok 2X45 menit |
Diskusi online tentang analisis kebutuhan industri tata rias, Pengumpulan draft rancangan program pembelajaran melalui LMS
|
Materi: Penyusunan Laporan Evaluasi Kurikulum Pustaka: Supangat.2022. Kurikulum 2022 . Depok: Jawab Barat |
4% |
14
Minggu ke 14 |
- Memahami pentingnya kolaborasi antara SMK dan dunia industri untuk pengembangan keterampilan kerja
- Mengidentifikasi model kemitraan yang dapat diimplementasikan antara SMK dan industri di bidang tata rias
- Mengembangkan program magang dan pelatihan berbasis industri untuk siswa SMK di bidang tata rias
- Menerapkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum berbasis industri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK
|
- Mahasiswa dapat menjelaskan konsep dan tujuan evaluasi kurikulum dalam konteks pendidikan vokasi di SMK, serta bagaimana evaluasi ini dapat mendukung pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan (SDG 1 dan SDG 8).
- Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan merancang model kemitraan antara SMK dan industri yang mengarah pada peningkatan kualitas pendidikan dan relevansi keterampilan praktis di bidang tata rias.
- Mahasiswa dapat merancang program magang dan pelatihan berbasis industri yang dapat membantu siswa SMK memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja, serta mendukung penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan.
- Mahasiswa dapat merancang dan menerapkan kurikulum berbasis industri yang mencakup pelatihan keterampilan praktis di bidang tata rias, serta mendukung SDG 1 dan SDG 8.
|
Kriteria:
- Pemahaman tentang Pentingnya Kolaborasi SMK dan Dunia Industri dalam Pengembangan Keterampilan Kerja (25%) A: Mahasiswa menjelaskan dengan sangat jelas dan mendalam tentang pentingnya kolaborasi antara SMK dan industri, serta bagaimana kolaborasi ini mendukung keterampilan kerja yang relevan dengan pasar kerja, khususnya di bidang tata rias. B: Penjelasan cukup baik, meskipun beberapa aspek mengenai pentingnya kolaborasi ini masih perlu diperjelas lebih lanjut. C: Penjelasan terbatas atau kurang mendalam mengenai pentingnya kolaborasi industri dalam pendidikan vokasi.
- Kemampuan Mengidentifikasi Model Kemitraan SMK dan Industri di Bidang Tata Rias (25%) A: Mahasiswa dapat mengidentifikasi berbagai model kemitraan antara SMK dan industri yang sangat relevan dan aplikatif dalam pengembangan keterampilan praktis di bidang tata rias. B: Model kemitraan yang diidentifikasi cukup baik, meskipun masih ada beberapa peluang kemitraan yang kurang dijelaskan. C: Mahasiswa kesulitan dalam mengidentifikasi model kemitraan yang relevan dengan industri tata rias.
- Kemampuan Mengembangkan Program Magang dan Pelatihan Berbasis Industri untuk Siswa SMK (30%) A: Program magang dan pelatihan berbasis industri yang dirancang sangat jelas, terstruktur, dan sesuai dengan kebutuhan industri di bidang tata rias, serta mendukung SDG 8. B: Program magang dan pelatihan berbasis industri cukup baik, namun masih perlu beberapa penyesuaian untuk lebih relevan dengan standar industri. C: Program magang dan pelatihan berbasis industri kurang terstruktur atau tidak sepenuhnya relevan dengan industri tata rias.
- Kemampuan Menerapkan Kurikulum Berbasis Industri untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran (20%) A: Kurikum berbasis industri yang dirancang sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta mendukung SDG 1 dan SDG 8. B: Kurikum berbasis industri cukup baik, meskipun ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki agar lebih terstruktur dan relevan dengan tata rias. C: Kurikum berbasis industri kurang jelas atau tidak sepenuhnya relevan dengan kebutuhan industri tata rias.
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Studi kasus, Ceramah, Presentasi, Diskusi Kelompok 2X45 menit |
Diskusi online tentang analisis kebutuhan industri tata rias, Pengumpulan draft rancangan program pembelajaran melalui LMS
|
Materi: Kolaborasi dengan Industri untuk Meningkatkan Keterampilan Kerja Pustaka: Supangat.2022. Kurikulum 2022 . Depok: Jawab Barat |
4% |
15
Minggu ke 15 |
- Memahami peran kurikulum dalam menciptakan lapangan kerja melalui pendidikan vokasi
- Mengidentifikasi keterampilan kewirausahaan yang dapat diterapkan dalam kurikulum SMK
- Menerapkan pendekatan berbasis kewirausahaan dalam kurikulum SMK untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan
- Merancang kurikulum yang mendorong penciptaan lapangan kerja di bidang tata rias
|
- Mahasiswa dapat menjelaskan bagaimana kurikulum pendidikan vokasi, khususnya di SMK, berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja di sektor industri, khususnya di bidang tata rias, dan mendukung SDG 8: Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan.
- Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan merancang keterampilan kewirausahaan yang dapat diajarkan dalam kurikulum tata rias, yang bertujuan untuk mendorong siswa untuk berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja.
- Mahasiswa dapat merancang kurikulum berbasis kompetensi yang mendukung siswa untuk memiliki keterampilan praktis, serta kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja di bidang tata rias dan perawatan tubuh.
- Mahasiswa dapat merancang dan menerapkan pendekatan kewirausahaan dalam kurikulum SMK untuk mendukung SDG 8 dan mendorong siswa untuk membuka usaha sendiri di bidang tata rias.
|
Kriteria:
- Pemahaman tentang Peran Kurikulum dalam Menciptakan Lapangan Kerja (25%) A: Mahasiswa menjelaskan dengan sangat jelas dan mendalam mengenai peran kurikulum dalam menciptakan lapangan kerja di sektor tata rias dan kaitannya dengan SDG 8. B: Penjelasan cukup baik, namun masih ada beberapa aspek yang perlu diperjelas terkait dengan peran kurikulum dalam menciptakan lapangan kerja. C: Penjelasan terbatas atau kurang mendalam mengenai peran kurikulum dalam penciptaan lapangan kerja.
- Kemampuan Mengidentifikasi Keterampilan Kewirausahaan dalam Kurikulum (30%) A: Mahasiswa dapat mengidentifikasi dan merancang keterampilan kewirausahaan yang sangat relevan dengan kurikulum tata rias serta dapat memberikan contoh yang aplikatif. B: Identifikasi keterampilan kewirausahaan cukup baik, meskipun beberapa elemen dapat diperjelas atau ditambahkan. C: Mahasiswa kesulitan dalam mengidentifikasi keterampilan kewirausahaan yang relevan dalam kurikulum tata rias.
- Kemampuan Merancang Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk Penciptaan Lapangan Kerja di Tata Rias (30%) A: Kurikulum berbasis kompetensi yang dirancang sangat relevan, aplikatif, dan mendukung penciptaan lapangan kerja di sektor tata rias, serta mendukung SDG 8. B: Kurikulum berbasis kompetensi cukup baik, namun masih perlu beberapa penyesuaian agar lebih terukur dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja. C: Kurikulum berbasis kompetensi kurang terstruktur atau tidak sepenuhnya relevan dengan dunia kerja dan kewirausahaan di bidang tata rias.
- Kemampuan Menerapkan Pendekatan Kewirausahaan dalam Kurikulum SMK (15%) A: Pendekatan kewirausahaan yang dirancang sangat aplikatif dan relevan dengan kurikulum SMK untuk mempersiapkan siswa berwirausaha di sektor tata rias. B: Pendekatan kewirausahaan cukup baik, namun masih ada beberapa aspek yang perlu disempurnakan agar lebih relevan dengan tujuan kewirausahaan di bidang tata rias. C: Pendekatan kewirausahaan kurang jelas atau tidak sepenuhnya relevan dengan kurikulum SMK.
Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Studi kasus, Ceramah, Presentasi, Diskusi Kelompok 2X45 menit |
Diskusi online tentang analisis kebutuhan industri tata rias, Pengumpulan draft rancangan program pembelajaran melalui LMS
|
Materi: Penguatan Kurikulum untuk Penciptaan Lapangan Kerja Pustaka: Supangat.2022. Kurikulum 2022 . Depok: Jawab Barat Materi: Penguatan Kurikulum untuk Penciptaan Lapangan Kerja Pustaka: Yani Ahmad.2014. Mindset Kurikulum 2013 . Bandng:Alfabeta. |
4% |
16
Minggu ke 16 |
UAS |
UAS |
Kriteria:
Pilihan Ganda (40%) A: Menjawab 90% atau lebih dari soal dengan benar. B: Menjawab 75% hingga 89% soal dengan benar. C: Menjawab kurang dari 75% soal dengan benar. Jawaban Singkat (30%) A: Menyusun jawaban yang sangat jelas, terstruktur dengan baik, dan menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep yang diuji. B: Menyusun jawaban yang baik, namun masih ada beberapa aspek yang perlu diperjelas atau ditambahkan untuk menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam. C: Menyusun jawaban yang kurang jelas atau terbatas, serta tidak sepenuhnya menggambarkan pemahaman yang mendalam tentang konsep yang diuji. Studi Kasus (30%) A: Analisis yang sangat mendalam, dengan tujuan pembelajaran, struktur kurikulum, dan instrumen evaluasi yang dirancang secara sangat relevan dan aplikatif dalam konteks SDG 1 dan SDG 8. B: Analisis cukup baik, namun beberapa aspek perlu disempurnakan untuk lebih relevan dengan SDG 1 dan SDG 8. C: Analisis terbatas dan kurang relevan dengan konteks SDG 1 dan SDG 8, serta tidak sepenuhnya aplikatif dalam kurikulum tata rias. Bentuk Penilaian : Aktifitas Partisipasif |
Tes 2X50 menit |
|
Materi: 23 Pustaka: Materi: Penguatan Kurikulum untuk Penciptaan Lapangan Kerja Pustaka: Wina Sanjaya.2010 . Kurikulum Dan Pembelajaran, (KTSP) Jakarta: Prenada Media Gruop. Materi: UAS Pustaka: Supangat.2022. Kurikulum 2022 . Depok: Jawab Barat |
24% |