Universitas Negeri Surabaya
Fakultas Teknik
Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

analisis lokasi dan pola ruang

3520102028

T=2

P=0

ECTS=3.18

0

9 April 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




.......................................




.......................................




LYNDA REFNITASARI

Model Pembelajaran

Case Study

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-4

Mengembangkan diri secara berkelanjutan dan berkolaborasi.

PLO-5

Mampu menguasai prinsip dasar dan teori dalam bidang perencanaan wilayah dan kota.

Program Objectives (PO)

PO - 1

Menerapkan konsep dasar analisis lokasi dan pola ruang dalam konteks perencanaan wilayah dan kota (C3)

PO - 2

Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi suatu kegiatan atau fasilitas (C4)

PO - 3

Mengevaluasi pola sebaran spasial dan hubungan antar lokasi dalam suatu wilayah (C5)

PO - 4

Menciptakan model analisis lokasi sederhana untuk mendukung pengambilan keputusan perencanaan (C6)

PO - 5

Menerapkan teknik analisis pola ruang (seperti nearest neighbor, spatial autocorrelation) dalam studi kasus nyata (C3)

PO - 6

Menganalisis interaksi spasial dan dampaknya terhadap struktur ruang wilayah (C4)

PO - 7

Mengevaluasi kesesuaian lokasi untuk berbagai penggunaan lahan berdasarkan kriteria teknis dan sosial (C5)

PO - 8

Menciptakan alternatif skenario pengembangan wilayah berdasarkan analisis lokasi dan pola ruang yang komprehensif (C6)

PO - 9

Menerapkan prinsip analisis lokasi dalam kerja kelompok untuk memecahkan masalah perencanaan secara kolaboratif (C3)

PO - 10

Mengevaluasi dan menyusun rekomendasi kebijakan spasial berdasarkan hasil analisis lokasi dan pola ruang (C5)

Matrik PLO-PO

 
POPLO-4PLO-5
PO-1 
PO-2 
PO-3 
PO-4 
PO-5 
PO-6 
PO-7 
PO-8
PO-9
PO-10 

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2
PO-3
PO-4
PO-5
PO-6
PO-7
PO-8
PO-9
PO-10

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah Analisis Lokasi Dan Pola Ruang merupakan mata kuliah inti pada jenjang S1 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Mata kuliah ini membahas konsep, teori, dan metode analisis untuk memahami distribusi keruangan (spatial distribution) dari berbagai fenomena, seperti permukiman, aktivitas ekonomi, infrastruktur, dan penggunaan lahan. Fokus pembelajaran meliputi prinsip-prinsip lokasi, interaksi keruangan, struktur pola ruang (seperti pola menyebar, mengelompok, atau linear), serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Tujuan mata kuliah ini adalah agar mahasiswa mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan menginterpretasi pola-pola keruangan serta proses-proses yang membentuknya dengan menggunakan berbagai teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Ruang lingkup mencakup pengenalan alat analisis seperti Nearest Neighbor Analysis, Moran‘s I, analisis aksesibilitas, analisis gravitasi, dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dasar untuk analisis pola. Capaian pembelajaran utama adalah mahasiswa dapat menerapkan analisis lokasi dan pola ruang sebagai dasar dalam perumusan kebijakan, rencana tata ruang, dan pengambilan keputusan perencanaan yang berwawasan keruangan.

Pustaka

Utama :

  1. Utama: Yunus, H.S. (2000). Struktur Tata Ruang Kota. Pustaka Pelajar; Isard, W. (1956). Location and Space-Economic. Wiley.

Pendukung :

  1. Pendukung: Modul UT PWKL4208 Analisis Lokasi dan Pola Keruangan; UU No. 26/2007 Penataan Ruang; Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota (ITB).

Dosen Pengampu

Abdiyah Amudi, S.T., M.T.

Naimah Putri Kamila, S.T., M.P.W.K.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Menjelaskan pengertian dan ruang lingkup analisis lokasi dan pola ruang; 2) Mengidentifikasi elemen-elemen dasar dalam analisis keruangan; 3) Menerapkan konsep dasar tersebut dalam contoh kasus sederhana perencanaan wilayah dan kota.

  1. Kemampuan menjelaskan definisi dan ruang lingkup analisis lokasi dan pola ruang.
  2. Kemampuan mengidentifikasi komponen-komponen utama dalam pola keruangan (seperti titik, garis, area, dan atributnya).
  3. Kemampuan menerapkan konsep dasar analisis lokasi pada studi kasus perencanaan sederhana (misalnya, penempatan fasilitas publik).
Kriteria:

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan tanya jawab..
Diskusi Forum Online, Mahasiswa diminta untuk mencari dan membagikan satu contoh nyata (berita, artikel, atau gambar) yang menunjukkan penerapan analisis lokasi atau pola ruang dalam konteks perencanaan (misalnya: penentuan lokasi stasiun MRT, tata ruang kawasan permukiman). Kemudian, mahasiswa harus memberikan penjelasan singkat mengenai konsep lokasi atau pola ruang apa yang diterapkan dalam contoh tersebut.
Materi: Pengertian dan ruang lingkup Analisis Lokasi dan Pola Ruang, Konsep dasar lokasi dan keruangan (spasial), Elemen-elemen pola ruang (titik, garis, poligon/area), Prinsip-prinsip distribusi dan interaksi spasial, Aplikasi dasar dalam konteks perencanaan wilayah dan kota
Pustaka: Handbook Perkuliahan
2%

2

Minggu ke 2

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Menerapkan prinsip-prinsip analisis lokasi dalam studi kasus sederhana perencanaan wilayah, 2) Menerapkan teknik identifikasi pola ruang pada peta atau data spasial, 3) Mengevaluasi implikasi dari pola ruang yang teridentifikasi terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

  1. Kemampuan menerapkan konsep analisis lokasi pada studi kasus perencanaan
  2. Ketepatan dalam mengidentifikasi dan mendeskripsikan pola ruang dari data yang diberikan
  3. Kualitas evaluasi terhadap implikasi pola ruang yang dianalisis
Kriteria:

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan demonstrasi analisis peta/data spasial..
Analisis Studi Kasus Online, Mahasiswa diberikan data spasial (peta digital atau gambar) sederhana dan studi kasus tertulis melalui LMS. Mahasiswa diminta untuk menganalisis dan menerapkan konsep lokasi serta mengidentifikasi pola ruang yang ada, kemudian menuliskan evaluasi singkat tentang implikasinya dalam dokumen atau forum diskusi.
Materi: Review konsep dasar analisis lokasi (lokasi absolut, relatif, aksesibilitas), Review konsep dasar pola ruang (pemusatan, penyebaran, keterkaitan), Studi kasus penerapan analisis lokasi dan pola ruang dalam perencanaan (misal: penentuan lokasi fasilitas publik, analisis sebaran permukiman), Teknik sederhana identifikasi pola pada peta dan data spasial
Pustaka: Handbook Perkuliahan
3%

3

Minggu ke 3

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menganalisis berbagai faktor (ekonomi, sosial, lingkungan, fisik) yang menjadi pertimbangan dalam penentuan lokasi suatu kegiatan atau fasilitas, serta mampu menerapkannya dalam konteks perencanaan ruang.

  1. Mampu mengidentifikasi minimal 4 faktor utama yang mempengaruhi pemilihan lokasi.
  2. Mampu mengklasifikasikan faktor-faktor tersebut ke dalam kategori (ekonomi, sosial, fisik, lingkungan).
  3. Mampu menganalisis hubungan antara faktor-faktor tersebut dalam sebuah studi kasus pemilihan lokasi.
  4. Mampu memberikan rekomendasi pemilihan lokasi berdasarkan analisis faktor yang dilakukan.
Kriteria:

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan presentasi..
Analisis Studi Kasus Online, Mahasiswa diminta untuk memilih satu fasilitas (misalnya: minimarket, klinik, atau tempat ibadah) di sekitar tempat tinggalnya. Kemudian, menganalisis faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan lokasi fasilitas tersebut. Hasil analisis disusun dalam bentuk laporan singkat atau presentasi slide yang diunggah ke LMS. Tugas ini melatih kemampuan analisis (C4) dengan menerapkan teori pada konteks nyata secara mandiri.
Materi: Konsep dasar pemilihan lokasi (location theory)., Faktor ekonomi dalam pemilihan lokasi (biaya, aksesibilitas, aglomerasi)., Faktor sosial dan budaya (demografi, perilaku masyarakat)., Faktor fisik dan lingkungan (topografi, iklim, ketersediaan sumber daya)., Teknik analisis faktor lokasi (matriks pembobotan, overlay)., Studi kasus: pemilihan lokasi fasilitas publik (rumah sakit, sekolah) atau komersial (pusat perbelanjaan, industri).
Pustaka: Handbook Perkuliahan
7%

4

Minggu ke 4

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu: 1. Mengidentifikasi dan mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi. 2. Menganalisis interaksi dan pengaruh relatif masing-masing faktor dalam konteks spasial. 3. Mengevaluasi kesesuaian lokasi berdasarkan analisis faktor untuk kasus nyata.

  1. Kemampuan mengidentifikasi minimal 4 kategori faktor pemilihan lokasi (ekonomi, sosial, fisik, regulasi).
  2. Kemampuan menganalisis hubungan sebab-akibat antara faktor pemilihan lokasi dengan karakteristik kegiatan/fasilitas.
  3. Kemampuan mengevaluasi dan membandingkan tingkat kepentingan (prioritas) faktor-faktor dalam studi kasus tertentu.
Kriteria:

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Ceramah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok, dan presentasi..
Analisis Studi Kasus Mandiri, Mahasiswa diminta untuk memilih satu fasilitas (misal: coffee shop, klinik kesehatan, atau tempat ibadah) di sekitar tempat tinggalnya. Kemudian, menganalisis faktor-faktor yang paling mungkin mempengaruhi pemilihan lokasi fasilitas tersebut. Buat laporan singkat yang mengidentifikasi faktor ekonomi, sosial, fisik, dan regulasi, serta memberikan penilaian/prioritas terhadap faktor-faktor tersebut disertai alasan.
Materi: Konsep dasar dan pentingnya analisis pemilihan lokasi., Klasifikasi faktor pemilihan lokasi: faktor ekonomi (biaya, aksesibilitas, aglomerasi), faktor sosial (demografi, perilaku), faktor fisik (topografi, iklim, sumber daya), dan faktor regulasi (tata ruang, perizinan)., Teknik analisis faktor (misal: analisis skoring, pairwise comparison) untuk menentukan prioritas., Studi kasus pemilihan lokasi untuk fasilitas retail, industri, atau pelayanan publik.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
7%

5

Minggu ke 5

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Menganalisis karakteristik pola sebaran spasial, 2) Mengevaluasi kekuatan dan bentuk hubungan antar lokasi, 3) Menginterpretasikan hasil evaluasi untuk rekomendasi kebijakan spasial.

  1. Kemampuan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis pola sebaran spasial (acak, tersebar, mengelompok).
  2. Kemampuan menerapkan metode analisis (seperti nearest neighbor, Moran's I, LISA) untuk mengukur pola dan hubungan spasial.
  3. Kemampuan mengevaluasi dan menginterpretasi hasil analisis spasial dalam konteks permasalahan wilayah.
  4. Kemampuan menyusun rekomendasi atau implikasi kebijakan berdasarkan evaluasi pola dan hubungan spasial.
Kriteria:

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum
Ceramah interaktif, studi kasus, diskusi kelompok, dan praktikum analisis spasial menggunakan software GIS..
Analisis dan Evaluasi Studi Kasus Spasial, Mahasiswa diberikan data spasial (titik atau poligon) dari suatu wilayah melalui LMS. Tugas mereka adalah: 1) Menganalisis pola sebaran data menggunakan metode yang telah dipelajari (misal, hitung indeks Nearest Neighbor), 2) Mengevaluasi ada/tidaknya hubungan spasial (autokorelasi) menggunakan perhitungan atau tool sederhana, 3) Menuliskan laporan evaluasi singkat yang berisi interpretasi hasil, kesimpulan tentang pola dan hubungan yang terbentuk, serta rekomendasi implikasi perencanaannya. Tugas dikumpulkan dalam format dokumen melalui LMS.
Materi: Konsep dan jenis pola sebaran spasial (acak, tersebar, mengelompok)., Teori dan metode analisis hubungan spasial (spatial autocorrelation, spatial interaction)., Teknik evaluasi pola spasial: Indeks Nearest Neighbor, Indeks Moran's I, Analisis LISA (Local Indicators of Spatial Association)., Studi kasus evaluasi pola sebaran fasilitas publik dan hubungannya dengan karakteristik demografi wilayah., Interpretasi hasil dan rekomendasi perencanaan berbasis evaluasi spasial.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
7%

6

Minggu ke 6

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat merancang dan mengembangkan sebuah model analisis lokasi sederhana yang relevan dengan konteks perencanaan tertentu, serta mampu menjelaskan bagaimana model tersebut mendukung proses pengambilan keputusan.

  1. Kemampuan mengidentifikasi variabel dan parameter kunci untuk model analisis lokasi dalam sebuah studi kasus.
  2. Kemampuan merancang struktur dan alur kerja model analisis lokasi yang logis dan sistematis.
  3. Kemampuan menerapkan teknik atau metode analisis lokasi yang sesuai (misalnya: scoring, overlay sederhana) ke dalam model.
  4. Kemampuan menyajikan hasil model dalam bentuk yang mudah dipahami dan relevan untuk pengambilan keputusan.
  5. Kemampuan mengevaluasi keterbatasan dan asumsi dari model yang dibuat.
Kriteria:

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum
Project-Based Learning, Demonstrasi, Diskusi Kelompok, dan Presentasi..
Project Tugas Terstruktur: Rancangan Model Analisis Lokasi, Mahasiswa diminta untuk membuat dokumen rancangan (proposal) model analisis lokasi sederhana untuk sebuah studi kasus yang ditentukan (misal: pemilihan lokasi taman kota). Dokumen harus mencakup: latar belakang, tujuan, kriteria dan pembobotan, metode analisis yang akan digunakan (skoring/overlay), serta format output yang diharapkan. Dokumen diunggah ke LMS.
Materi: Konsep dasar pemodelan dalam analisis lokasi dan perencanaan., Jenis-jenis model analisis lokasi sederhana (contoh: model skoring, model overlay berbasis GIS sederhana)., Langkah-langkah perancangan model: identifikasi tujuan, pemilihan kriteria, pembobotan, dan sintesis., Aplikasi model untuk studi kasus pengambilan keputusan (misal: penentuan lokasi fasilitas, zonasi)., Presentasi dan interpretasi hasil model.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
7%

7

Minggu ke 7

Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Memilih teknik analisis pola ruang yang tepat berdasarkan karakteristik data dan tujuan studi kasus; 2) Melakukan perhitungan dan analisis menggunakan teknik nearest neighbor dan spatial autocorrelation; 3) Menginterpretasikan hasil analisis untuk menjelaskan pola ruang yang terbentuk dalam konteks nyata.

  1. Kemampuan memilih metode analisis pola ruang yang sesuai dengan studi kasus.
  2. Ketepatan dalam melakukan prosedur perhitungan dan analisis (nearest neighbor, spatial autocorrelation).
  3. Kualitas interpretasi hasil analisis untuk menjelaskan pola, kluster, atau dispersi spasial.
  4. Kemampuan menyajikan temuan analisis dalam format yang terstruktur dan mudah dipahami.
Kriteria:

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum
Studi kasus, demonstrasi, diskusi kelompok, dan praktikum berbasis software (misal: QGIS, ArcGIS dengan tool spatial statistics)..
Analisis Studi Kasus Mandiri, Mahasiswa diberikan dataset titik (misal: lokasi minimarket) di suatu wilayah. Mereka diminta untuk: 1) Memilih dan menerapkan teknik analisis pola ruang yang sesuai (Nearest Neighbor atau Spatial Autocorrelation) menggunakan software GIS. 2) Menghitung dan menganalisis hasilnya. 3) Membuat laporan singkat yang berisi interpretasi hasil analisis dan implikasinya terhadap perencanaan spasial. Tugas dikumpulkan melalui LMS.
Materi: Konsep dan jenis pola ruang (acak, tersebar, mengelompok)., Teknik Analisis Nearest Neighbor: prinsip, rumus, interpretasi indeks R., Teknik Analisis Spatial Autocorrelation (Global Moran's I): prinsip, pengukuran, interpretasi nilai I dan p-value., Studi kasus penerapan: analisis pola persebaran fasilitas kesehatan, titik kejahatan, atau penggunaan lahan.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
7%

8

Minggu ke 8

Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Memilih dan menerapkan teknik analisis pola ruang yang tepat berdasarkan karakteristik data dan tujuan studi kasus. 2) Melakukan perhitungan dan interpretasi hasil analisis nearest neighbor dan spatial autocorrelation. 3) Menyajikan hasil analisis pola ruang dalam bentuk visual peta dan narasi deskriptif yang mendukung proses perencanaan.

  1. Kemampuan memilih teknik analisis yang sesuai dengan studi kasus.
  2. Ketepatan dalam melakukan prosedur analisis (perhitungan, penggunaan software).
  3. Kedalaman interpretasi hasil analisis terhadap pola ruang yang terbentuk.
  4. Kualitas penyajian hasil (visual peta, tabel, dan narasi) dalam laporan studi kasus.
Kriteria:

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum, Tes
Studi Kasus, Diskusi Terpimpin, Demonstrasi Software (QGIS/ArcGIS dengan plugin statistik spasial), Praktikum Mandiri..
Asinkronus, Mahasiswa diberikan dataset spasial (titik atau poligon) studi kasus sederhana (misal: lokasi pasar tradisional). Mereka diminta untuk: 1) Melakukan analisis pola menggunakan salah satu teknik yang dipelajari (NNA atau Moran's I) dengan software yang ditentukan. 2) Membuat laporan singkat berisi langkah analisis, hasil output (capture/grafik), dan interpretasi terhadap pola yang ditemukan. 3) Mengunggah file project dan laporan ke LMS.
Materi: Konsep dan jenis pola ruang (acak, tersebar, mengelompok)., Teknik analisis pola titik: Nearest Neighbor Analysis (NNA)., Teknik analisis pola area: Spatial Autocorrelation (Global Moran's I, Local Moran's I/LISA)., Langkah-langkah penerapan dalam studi kasus: persiapan data, pemilihan metode, eksekusi analisis, interpretasi hasil., Studi kasus nyata: Analisis pola persebaran fasilitas kesehatan atau titik rawan kemacetan di suatu wilayah.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
10%

9

Minggu ke 9

Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1) Mengidentifikasi komponen dan pola interaksi spasial; 2) Menganalisis faktor-faktor pendorong dan penghambat interaksi spasial; 3) Mengevaluasi dampak interaksi spasial terhadap struktur keruangan wilayah (seperti polarisasi, difusi, hierarki, dan integrasi spasial); 4) Mengaplikasikan konsep dan model interaksi spasial dalam studi kasus nyata.

  1. Mampu mengidentifikasi dan mendeskripsikan komponen-komponen interaksi spasial dalam suatu wilayah.
  2. Mampu menganalisis pola dan intensitas interaksi spasial menggunakan data atau model sederhana.
  3. Mampu mengevaluasi dampak positif dan negatif interaksi spasial terhadap struktur ruang wilayah.
  4. Mampu menyajikan hasil analisis interaksi spasial dan dampaknya dalam bentuk visual (peta, diagram) dan naratif yang koheren.
Kriteria:

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Praktikum
Ceramah interaktif, diskusi kelompok berbasis studi kasus, demonstrasi analisis data spasial, dan presentasi hasil analisis..
Analisis Studi Kasus Online, Mahasiswa diminta untuk memilih satu pasang wilayah (misalnya, dua kabupaten/kota yang berdekatan) dan menganalisis interaksi spasial serta dampaknya terhadap struktur ruang kedua wilayah tersebut. Analisis disajikan dalam bentuk laporan singkat yang dilengkapi dengan peta, diagram, dan data pendukung yang diperoleh dari sumber online (BPS, publikasi pemerintah, dll.).
Materi: Konsep Dasar Interaksi Spasial (Definisi, Komponen: Origin, Destination, Barrier, Connectivity), Model-model Interaksi Spasial (Gravitasi, Intervening Opportunities, Potential Model), Bentuk-bentuk Interaksi Spasial (Komuter, Migrasi, Perdagangan, Aliran Informasi), Dampak Interaksi Spasial terhadap Struktur Ruang (Pusat Pertumbuhan, Hinterland, Disparitas Wilayah, Integrasi Ekonomi), Studi Kasus: Analisis Interaksi Spasial Antar-Kota atau Antar-Wilayah
Pustaka: Handbook Perkuliahan
1%

10

Minggu ke 10

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa mampu: 1) Menganalisis kriteria teknis (fisik lingkungan, infrastruktur) dan sosial (ekonomi, budaya, hukum) dalam evaluasi lokasi; 2) Mengevaluasi dan membandingkan tingkat kesesuaian suatu lokasi untuk berbagai alternatif penggunaan lahan; 3) Memberikan rekomendasi dan justifikasi atas pilihan penggunaan lahan yang paling sesuai berdasarkan hasil evaluasi.

  1. Kemampuan mengidentifikasi dan membandingkan kriteria teknis dan sosial untuk evaluasi lokasi.
  2. Kemampuan mengevaluasi dan memberikan skor/peringkat kesesuaian lokasi untuk minimal dua jenis penggunaan lahan.
  3. Kemampuan menyusun laporan evaluasi yang berisi analisis, kesimpulan, dan rekomendasi yang didukung justifikasi ilmiah.
Kriteria:

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Studi Kasus, Diskusi Terpimpin, Simulasi Evaluasi, Presentasi dan Peer Review.
1, Analisis Studi Kasus dan Penyusunan Laporan Evaluasi. Mahasiswa diberikan data spasial dan atribut suatu wilayah (dalam bentuk peta digital, tabel, atau deskripsi) melalui LMS. Mereka diminta untuk melakukan evaluasi kesesuaian lokasi untuk dua skenario penggunaan lahan yang berbeda, menggunakan kriteria yang telah ditetapkan, dan menyusun laporan rekomendasi dalam format dokumen atau presentasi yang diunggah ke LMS.
Materi: Konsep dan Prinsip Evaluasi Kesesuaian Lahan, Kriteria Teknis Evaluasi Lokasi: Topografi, Hidrologi, Geologi, Aksesibilitas, Ketersediaan Infrastruktur, Kriteria Sosial Evaluasi Lokasi: Dampak Sosial-Ekonomi, Peraturan Tata Ruang, Partisipasi Masyarakat, Metode dan Teknik Penilaian (Skoring, Overlay, Matriks Kesesuaian), Studi Kasus: Evaluasi Lokasi untuk Permukiman, Industri, atau Pertanian
Pustaka: Handbook Perkuliahan
1%

11

Minggu ke 11

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat merancang dan mengusulkan minimal dua alternatif skenario pengembangan wilayah yang berbeda (misalnya: skenario business as usual, hijau, atau padat karya) dengan mempertimbangkan aspek lokasi, pola ruang, keberlanjutan, dan implikasi sosial-ekonomi.

  1. Kemampuan mensintesis data lokasi dan pola ruang menjadi dasar perancangan skenario.
  2. Tingkat kreativitas dan inovasi dalam mengusulkan alternatif skenario pengembangan.
  3. Kelengkapan dan koherensi elemen-elemen dalam setiap skenario (tujuan, strategi, implikasi spasial).
  4. Kemampuan membandingkan dan mempertimbangkan kelebihan serta kekurangan dari setiap skenario yang diusulkan.
Kriteria:

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Project-Based Learning, Diskusi Kelompok Terpandu, Presentasi dan Kritik Skenario, Simulasi Pengambilan Keputusan..

Materi: Konsep dan Tahapan Perancangan Skenario Pengembangan Wilayah., Teknik Integrasi Hasil Analisis Lokasi dan Pola Ruang ke dalam Perancangan Skenario., Pertimbangan Kriteria dan Asumsi dalam Membangun Alternatif Skenario (ekonomi, sosial, lingkungan, tata ruang)., Teknik Presentasi dan Evaluasi Komparatif Antar Skenario.
Pustaka: Handbook Perkuliahan
1%

12

Minggu ke 12

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa mampu merancang minimal dua alternatif skenario pengembangan wilayah (misalnya: skenario business as usual, hijau, atau ekonomi kreatif) dengan mempertimbangkan aspek lokasi, pola ruang, keberlanjutan, dan keterkaitan antarwilayah, serta menyajikannya dalam bentuk naratif dan visual yang meyakinkan.

  1. Kemampuan mengidentifikasi dan mensintesis faktor-faktor kunci dari analisis lokasi dan pola ruang yang telah dipelajari sebelumnya.
  2. Kreativitas dan inovasi dalam merumuskan alternatif skenario pengembangan yang berbeda.
  3. Kedalaman analisis mengenai dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari setiap skenario yang diusulkan.
  4. Kualitas penyajian dan argumentasi dalam membandingkan kelebihan dan kekurangan setiap skenario.
  5. Kesesuaian skenario dengan prinsip-prinsip tata ruang dan pengembangan wilayah berkelanjutan.
Kriteria:

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Project-Based Learning, Diskusi Kelompok Terpandu, Presentasi dan Kritik Skenario, Simulasi Pengambilan Keputusan..

Materi: Konsep dan Tahapan Perancangan Skenario Pengembangan Wilayah, Teknik Penyusunan Skenario (Backcasting, Forecasting), Integrasi Analisis Lokasi dan Pola Ruang dalam Skenario, Pertimbangan Multi-dimensi (Sosial, Ekonomi, Lingkungan) dalam Skenario, Teknik Visualisasi dan Komunikasi Skenario (Peta Konsep, Diagram Alir, Peta Tematik Sederhana)
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

13

Minggu ke 13

Setelah mengikuti perkuliahan, mahasiswa diharapkan mampu: 1) Mengidentifikasi masalah perencanaan ruang yang relevan, 2) Menerapkan prinsip analisis lokasi yang sesuai untuk menganalisis masalah, 3) Berkolaborasi dalam tim untuk merumuskan solusi perencanaan, dan 4) Menyajikan hasil analisis dan rekomendasi solusi.

  1. Kemampuan mengidentifikasi dan merumuskan masalah perencanaan ruang
  2. Ketepatan dalam menerapkan prinsip dan teknik analisis lokasi pada kasus
  3. Kualitas kontribusi dan kolaborasi dalam kerja kelompok
  4. Kedalaman dan kelayakan solusi perencanaan yang diusulkan
  5. Kejelasan dan sistematika dalam penyajian hasil kerja
Kriteria:

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Praktik / Unjuk Kerja
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning) dengan pendekatan kolaboratif, diskusi kelompok terpandu, dan presentasi..
Penugasan Kelompok Online (Asinkronus), Mahasiswa dibagi ke dalam kelompok di LMS. Setiap kelompok diberikan studi kasus perencanaan (dokumen dan data spasial sederhana). Tugas kelompok adalah: 1) Berdiskusi secara online (forum/chat grup) untuk menganalisis masalah, 2) Menerapkan prinsip analisis lokasi yang dipilih pada data yang diberikan (misal membuat peta tematik atau matriks analisis), 3) Menyusun draft solusi dan presentasi digital (powerpoint/pdf), dan 4) Mengunggah hasil kerja ke LMS dalam tenggat waktu yang ditentukan. Dosen memberikan umpan balik melalui LMS.
Materi: Review prinsip-prinsip analisis lokasi (teori lokasi, aksesibilitas, interaksi spasial), Teknik analisis untuk pemecahan masalah perencanaan (misal: analisis overlay, skoring, AHP sederhana), Studi kasus perencanaan ruang (misal: penentuan lokasi fasilitas publik, revitalisasi kawasan, pengembangan koridor ekonomi), Teknik kolaborasi dan presentasi kelompok
Pustaka: Handbook Perkuliahan
5%

14

Minggu ke 14

Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan dapat: 1. Mengidentifikasi masalah perencanaan ruang yang relevan; 2. Menerapkan prinsip analisis lokasi (seperti teori lokasi, analisis aksesibilitas, atau analisis kesesuaian lahan) untuk merumuskan solusi; 3. Bekerja secara kolaboratif dalam kelompok untuk menyusun dan mempresentasikan proposal solusi perencanaan.

  1. Kemampuan mengidentifikasi dan merumuskan masalah perencanaan ruang secara tepat.
  2. Ketepatan penerapan prinsip dan teknik analisis lokasi dalam merancang solusi.
  3. Kualitas kolaborasi dan kontribusi dalam kerja kelompok.
  4. Kualitas presentasi dan argumentasi atas proposal solusi yang dihasilkan.
Kriteria:

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning), Diskusi Kelompok, Presentasi, dan Simulasi Perencanaan..
Diskusi Forum Online terkait Identifikasi Masalah Perencanaan, Pengumpulan Draft Proposal Analisis Lokasi via LMS, Peer Review Proposal Antar Kelompok melalui LMS
Materi: Review Prinsip Analisis Lokasi (Teori Lokasi, Analisis Spasial Dasar), Studi Kasus Permasalahan Perencanaan Ruang (Perkotaan, Pedesaan, atau Kawasan Tertentu), Teknik Kolaborasi dan Penyusunan Proposal Perencanaan, Presentasi dan Argumentasi Hasil Analisis
Pustaka: Handbook Perkuliahan
1%

15

Minggu ke 15

1. Mengevaluasi kualitas dan implikasi dari hasil analisis lokasi dan pola ruang. 2. Menyusun rekomendasi kebijakan spasial yang berbasis bukti, kontekstual, dan implementatif. 3. Mengomunikasikan rekomendasi kebijakan secara sistematis dan persuasif.

  1. Kemampuan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan hasil analisis spasial.
  2. Kemampuan merumuskan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan masalah spasial yang diidentifikasi.
  3. Kemampuan menyusun dokumen rekomendasi yang terstruktur, logis, dan didukung oleh argumen yang kuat dari hasil analisis.
  4. Kemampuan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan keadilan spasial dalam rekomendasi.
Kriteria:

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Penilaian Portofolio
Studi Kasus, Diskusi Terpimpin (Panel Diskusi), Presentasi dan Kritik Konstruktif, Simulasi Perumusan Kebijakan..
Penyusunan dan Peer-Review Dokumen Policy Brief, Mahasiswa secara individu atau berkelompok menyusun sebuah policy brief berdasarkan hasil analisis lokasi/pola ruang dari pertemuan-pertemuan sebelumnya (atau studi kasus yang disediakan). Policy brief harus memuat evaluasi hasil analisis, rekomendasi kebijakan yang spesifik, serta argumentasi pendukung. Selanjutnya, mahasiswa melakukan peer-review terhadap policy brief milik mahasiswa/kelompok lain melalui forum diskusi di LMS, memberikan kritik dan saran konstruktif.
Materi: Prinsip-prinsip evaluasi kebijakan spasial., Kerangka kerja (framework) penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy)., Teknik penyusunan dokumen kebijakan (policy brief) dan presentasi efektif untuk pemangku kepentingan., Studi kasus evaluasi dan rekomendasi kebijakan tata ruang dari berbagai konteks (perkotaan, perdesaan, kawasan strategis).
Pustaka: Handbook Perkuliahan
1%

16

Minggu ke 16

Mahasiswa dapat mengevaluasi temuan analisis lokasi dan pola ruang, mengidentifikasi masalah dan potensi spasial, serta merumuskan rekomendasi kebijakan spasial yang strategis dan berdampak.

Tuntas > 65


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif, Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk, Penilaian Portofolio
Studi kasus, diskusi kelompok, presentasi, dan pembelajaran berbasis proyek.

Materi: Prinsip-prinsip evaluasi kebijakan spasial, Teknik identifikasi isu strategis dari hasil analisis, Penyusunan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based), Format dan struktur rekomendasi kebijakan spasial, Strategi komunikasi rekomendasi kepada pemangku kepentingan
Pustaka: Handbook Perkuliahan
35%



Rekap Persentase Evaluasi : Case Study

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 50.67%
2. Penilaian Hasil Project / Penilaian Produk 17.34%
3. Penilaian Portofolio 12.67%
4. Penilaian Praktikum 14.33%
5. Praktik / Unjuk Kerja 1.67%
6. Tes 3.33%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.