Universitas Negeri Surabaya
Fakultas PSDKU
Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling (Kampus Kabupaten Magetan)

Kode Dokumen

SEMESTER LEARNING PLAN

Course

KODE

Rumpun MataKuliah

Bobot Kredit

SEMESTER

Tanggal Penyusunan

Profesi Bimbingan dan Konseling

86201102201

Mata Kuliah Wajib Program Studi

T=2

P=0

ECTS=3.18

1

9 April 2026

OTORISASI

Pengembang S.P

Koordinator Rumpun matakuliah

Koordinator Program Studi




Ach. Sudrajad Nurismawan, S.Pd., M.Pd.




Dr. Bambang Dibyo Wiyono, S.Pd., M.Pd.




BAKHRUDIN ALL HABSY

Model Pembelajaran

Case Study

Program Learning Outcomes (PLO)

PLO program Studi yang dibebankan pada matakuliah

PLO-2

Menunjukkan karakter tangguh, kolaboratif, adaptif, inovatif, inklusif, belajar sepanjang hayat, dan berjiwa kewirausahaan

PLO-6

Menguasai konsep pendidikan, psikologi, sosiologi, antropologi, psikologi pendidikan dan psikologi konseling untuk melandasi pelayanan bimbingan dan konseling

Program Objectives (PO)

PO - 1

Memiliki pemahaman yang mendalam mengenai konsep pendidikan dan psikologi sebagai dasar dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling.

PO - 2

Memiliki kemampuan untuk menjalankan peran kepemimpinan dengan integritas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas-tugas bimbingan dan konseling.

Matrik PLO-PO

 
POPLO-2PLO-6
PO-1 
PO-2 

Matrik PO pada Kemampuan akhir tiap tahapan belajar (Sub-PO)

 
PO Minggu Ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
PO-1
PO-2

Deskripsi Singkat Mata Kuliah

Mata kuliah ini mengkaji dasar hukum profesi konseling, esensi dan karakteristik profesi serta praktik konseling, struktur organisasi profesi dan kode etik, proses kredensial, perkembangan historis profesi konseling, peran dan karakteristik konselor, standar kinerja konselor profesional, upaya profesionalisasi, serta pengembangan pribadi dan bidang spesialisasi konselor.

Pustaka

Utama :

  1. Brott, P. & Myers, J. 2009. Development of professional school counselor identity: a grounded theory. Professional School Counseling, 2, 339 348.
  2. Gibson, D. M., Dooley, B. A., Kelchner, V. P., Moss, J. M., & Vacchio, C. B. (2012). From counselor-in-training to professional school counselor: Understanding professional identity development. Journal of professional counseling: Practice, theory & research, 39(1), 17-25.
  3. Zyromski, B., Hudson, T. D., Baker, E., & Granello, D. H. (2019). Guidance counselors or school counselors: How the name of the profession influences perceptions of competence. Professional School Counseling, 22(1), 2156759X19855654.
  4. Nursalim, Mochamad. 2015. Pengembangan Profesi Konseling. Jakarta: PT Erlangga

Pendukung :

  1. Nursalim, M. (2020). Peluang dan Tantangan Profesi Bimbingan dan Konseling di Era Revolusi Industri 4.0. PD ABKIN Jatim Open Journal System, 1(1), 31-40.
  2. Wiyono, B. D., Nursalim, M., Pratiwi, T. I., & Ilhamuddin, M. F. (2023, March). Evaluation of the Quality of Counseling Services in Improving the Achievement Motivation of Senior High School Students. In International Joint Conference on Arts and Humanities 2022 (IJCAH 2022) (pp. 1027-1038). Atlantis Press.
  3. Nurismawan, Ach. S., Fahruni, F. E., & Naqiyah, N. (2022). Studi Aksiologi Etika Konselor dalam Memperbaiki Pemberian Layanan Konseling Individu di Sekolah. Jurnal Filsafat Indonesia, 5(1), 65–70. https://doi.org/10.23887/jfi.v5i1.42036

Dosen Pengampu

Dr. Bambang Dibyo Wiyono, S.Pd., M.Pd.

Ach. Sudrajad Nurismawan, S.Pd., M.Pd.

Minggu Ke-

Kemampuan akhir tiap tahapan belajar
(Sub-PO)

Penilaian

Bantuk Pembelajaran,

Metode Pembelajaran,

Penugasan Mahasiswa,

 [ Estimasi Waktu]

Materi Pembelajaran

[ Pustaka ]

Bobot Penilaian (%)

Indikator

Kriteria & Bentuk

Luring (offline)

Daring (online)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Minggu ke 1

Memahami landasan yuridis profesi bimbingan dan konseling

  1. 1. Menganalisis perbedaan definisi landasan yuridis profesi bimbingan dan konseling dari berbagai sumber
  2. 2. Mengklasifikasikan ragam landasan yuridis bimbingan dan konseling berdasarkan fungsi atau hierarki hukum
  3. 3. Menilai efektivitas penerapan landasan yuridis dalam meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling
  4. 4. Menguraikan pola dan penyebab permasalahan profesi bimbingan dan konseling di Indonesia
Kriteria:
  1. 1. Keaktifan dan ketepatan jawaban
  2. 2. Menganalisis dan mengomentari yang konstruktif dan solutif

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi, tanya-jawab terkait konsep dan sebuah kasus yang terkait topik.
2 X 50

Materi: Memahami landasan yuridis profesi Bimbingan dan Konseling
Pustaka: Nursalim, Mochamad. 2015. Pengembangan Profesi Konseling. Jakarta: PT Erlangga

Materi: Mengidentifikasi implikasi landasan yuridis bimbingan dan konseling
Pustaka: Brott, P. & Myers, J. 2009. Development of professional school counselor identity: a grounded theory. Professional School Counseling, 2, 339 348.
5%

2

Minggu ke 2

Memahami hakikat profesi bimbingan dan konseling

  1. 1. Menganalisis perbedaan definisi profesi bimbingan dan konseling dari berbagai sumber
  2. 2. Mengklasifikasikan ciri-ciri profesi bimbingan dan konseling berdasarkan kategori atau fungsi
  3. 3. Menilai kesesuaian tujuan profesi bimbingan dan konseling dengan prinsip-prinsip pendidikan nasional
  4. 4. Menguraikan hubungan antara syarat-syarat profesi bimbingan dan konseling dengan kualitas layanan yang dihasilkan
  5. 5. Menganalisis implikasi landasan yuridis bimbingan dan konseling mutakhir terhadap pengembangan profesi
  6. 6. Menguraikan faktor yuridis yang menunjang serta menghambat profesi bimbingan dan konseling
Kriteria:
  1. 1. Keaktifan dan ketepatan jawaban
  2. 2. Menganalisis semua isu secara komprehensif
  3. 3. mengidentifikasi isu utama pada landasan yuridis Profesi BK

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi, tanya-jawab terkait konsep dan sebuah kasus yang terkait topik.
2 X 50

Materi: Memahami hakikat profesi bimbingan dan konseling
Pustaka: Nursalim, Mochamad. 2015. Pengembangan Profesi Konseling. Jakarta: PT Erlangga

Materi: Memahami isu terkini profesi bimbingan dan konseling
Pustaka: Nursalim, M. (2020). Peluang dan Tantangan Profesi Bimbingan dan Konseling di Era Revolusi Industri 4.0. PD ABKIN Jatim Open Journal System, 1(1), 31-40.
5%

3

Minggu ke 3

Memantapkan identitas profesi konseling dan meningkatkan jiwa korsa mahasiswa pada profesi bimbingan dan Konseling

  1. 1. Menganalisis berbagai permasalahan yang terjadi pada profesi bimbingan dan konseling berdasarkan faktor penyebabnya
  2. 2. Menganalisis efektivitas solusi yang pernah diterapkan untuk mengatasi permasalahan profesi bimbingan dan konseling
  3. 3. Mengevaluasi keberhasilan program atau kegiatan yang bertujuan memantapkan identitas profesi bimbingan dan konseling
  4. 4. Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya jiwa korsa mahasiswa pada profesi bimbingan dan konseling
Kriteria:
  1. 1. Keaktifan selama proses pembelajaran
  2. 2. Menganalisis isu utama secara menyeluruh

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi, tanya-jawab terkait konsep dan sebuah kasus yang terkait topik.
2 X 50

Materi: Memahami identitas profesi konseling dan meningkatkan jiwa korsa mahasiswa pada profesi bimbingan dan Konseling
Pustaka: Gibson, D. M., Dooley, B. A., Kelchner, V. P., Moss, J. M., & Vacchio, C. B. (2012). From counselor-in-training to professional school counselor: Understanding professional identity development. Journal of professional counseling: Practice, theory & research, 39(1), 17-25.

Materi: Memahami identitas profesi bimbingan dan konseling di Indonesia
Pustaka: Nursalim, Mochamad. 2015. Pengembangan Profesi Konseling. Jakarta: PT Erlangga
5%

4

Minggu ke 4

Memahami organisasi dan kode etik profesi serta pengembangannya

  1. 1. Menganalisis perbedaan pengertian organisasi profesi bimbingan dan konseling dari berbagai sumber
  2. 2. Menilai relevansi dan kontribusi organisasi profesi bimbingan dan konseling terhadap kemajuan profesi
  3. 3. Mengevaluasi kesesuaian penerapan kode etik profesi bimbingan dan konseling dalam praktik
  4. 4. Mendesain dan memproduksi poster, tagline, semboyan, atau motto kreatif terkait kode etik profesi BK, lalu mempublikasikannya di media sosial dengan tagar #BKKampusUnesa5 dan #2025
Kriteria:
  1. 1. Keaktifan selama proses pembelajaran
  2. 2. Mengidentifikasi isu utama dalam menyusun tagline, motto, semboyan terkait kode etik profesi BK.

Bentuk Penilaian :
Penilaian Portofolio

Pembelajaran berbasis masalah (Problem based learning)
2 X 50
Materi: Memahami identitas profesi bimbingan dan konseling di Indonesia
Pustaka: Nursalim, Mochamad. 2015. Pengembangan Profesi Konseling. Jakarta: PT Erlangga

Materi: Memahami isu kode etik profesi bimbingan dan konseling di Indonesia
Pustaka: Nurismawan, Ach. S., Fahruni, F. E., & Naqiyah, N. (2022). Studi Aksiologi Etika Konselor dalam Memperbaiki Pemberian Layanan Konseling Individu di Sekolah. Jurnal Filsafat Indonesia, 5(1), 65–70. https://doi.org/...
5%

5

Minggu ke 5

Memahami kredensialisasi dalam bimbingan dan konseling

  1. 1. Menganalisis perbedaan pengertian kredensialisasi profesi bimbingan dan konseling dari berbagai sumber
  2. 2. Mengklasifikasikan jenis-jenis kredensialisasi profesi bimbingan dan konseling berdasarkan fungsi dan lingkup penerapannya
  3. 3. Mengevaluasi kesesuaian arah dan sasaran kredensialisasi dengan perkembangan kebijakan pendidikan dan tuntutan profesionalisme
Kriteria:
  1. 1. Keaktifan selama proses pembelajaran
  2. 2. Mengidentifikasi isu utama secara komprehensif

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi, tanya-jawab terkait konsep dan sebuah kasus yang terkait topik
2 X 50

Materi: Memahami identitas profesi bimbingan dan konseling di Indonesia
Pustaka: Nursalim, Mochamad. 2015. Pengembangan Profesi Konseling. Jakarta: PT Erlangga
5%

6

Minggu ke 6

Memahami perkembanagan profesi bimbingan dan konseling di Amerika Serikat dan Indonesia

  1. 1. Menganalisis perkembangan profesi bimbingan dan konseling di Amerika Serikat berdasarkan periode waktu dan faktor pendorongnya
  2. 2. Menganalisis perkembangan profesi bimbingan dan konseling di Indonesia dalam kaitannya dengan kebijakan pendidikan dan kebutuhan masyarakat
  3. 3. Mengevaluasi relevansi peran tokoh-tokoh bimbingan dan konseling terhadap kemajuan profesi pada masa kini
Kriteria:
  1. 1. Keaktifan selama proses pembelajaran
  2. 2. Mengidentifikasi isu utama secara komprehensif
  3. 3. Rubrik penilaian presentasi dan rubrik penilaian makalah

Bentuk Penilaian :
Penilaian Portofolio

Diskusi, tanya-jawab terkait konsep dan sebuah kasus yang terkait topik.
2 X 50
Materi: Memahami perkembanagan profesi bimbingan dan konseling di Amerika Serikat dan Indonesia
Pustaka: Brott, P. & Myers, J. 2009. Development of professional school counselor identity: a grounded theory. Professional School Counseling, 2, 339 348.

Materi: Memahami perkembanagan profesi bimbingan dan konseling di Amerika Serikat dan Indonesia
Pustaka: Nursalim, M. (2020). Peluang dan Tantangan Profesi Bimbingan dan Konseling di Era Revolusi Industri 4.0. PD ABKIN Jatim Open Journal System, 1(1), 31-40.
5%

7

Minggu ke 7

Memahami profil dan peran konselor

  1. 1. Menganalisis perbedaan pengertian profil konselor berdasarkan berbagai sumber atau standar profesi
  2. 2. Menilai kesesuaian profil konselor yang ada dengan standar kompetensi profesi bimbingan dan konseling
  3. 3. Merumuskan definisi peran konselor yang kontekstual dengan tantangan pendidikan masa kini
Kriteria:
  1. 1. Keaktifan selama proses pembelajaran
  2. 2. Mengidentifikasi isu utama secara komprehensif
  3. 3. Rubrik penilaian presentasi dan rubrik penilaian makalah

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi, tanya-jawab terkait konsep dan sebuah kasus yang terkait topik.
2 X 50

Materi: Memahami profil dan peran konselor
Pustaka: Gibson, D. M., Dooley, B. A., Kelchner, V. P., Moss, J. M., & Vacchio, C. B. (2012). From counselor-in-training to professional school counselor: Understanding professional identity development. Journal of professional counseling: Practice, theory & research, 39(1), 17-25.

Materi: Memahami profil dan peran konselor
Pustaka: Nursalim, Mochamad. 2015. Pengembangan Profesi Konseling. Jakarta: PT Erlangga
5%

8

Minggu ke 8

Memahami landasan yuridis profesi bimbingan dan konseling, Memahami Hakikat profesi bimbingan dan konseling, Memahami hakekat bimbingan dan konseling, Memahami organisasi dan kode etik profesi serta pengembangannya, Memahami Kredensialisasi dalam bimbingan dan konseling, Memahami perkembanagan profesi bimbingan dan konseling di Amerika Serikat dan Indonesia, Memahami profil dan peran Konselor.

Menganalisis keterkaitan konsep dan materi pertemuan minggu ke-1 sampai ke-7

Kriteria:

Rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Tes
Ujian Sub Sumatif
2 X 50

Materi: Profesi bimbingan dan konseling
Pustaka: Nursalim, Mochamad. 2015. Pengembangan Profesi Konseling. Jakarta: PT Erlangga
15%

9

Minggu ke 9

Memahami kinerja konselor profesional

  1. 1. Menganalisis perbedaan definisi kinerja konselor berdasarkan berbagai sumber atau perspektif
  2. 2. Menilai kesesuaian contoh kinerja konselor dengan standar profesi dan etika kerja
  3. 3. Mengevaluasi efektivitas penerapan standar kompetensi konselor dalam praktik layanan.
  4. 4. Menganalisis prosedur dan kriteria penilaian kinerja konselor
Kriteria:
  1. 1. Keaktifan selama proses pembelajaran
  2. 2. Rubrik penilaian makalah dan rubrik penilaian presentasi

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi, tanya-jawab terkait konsep dan sebuah kasus yang terkait topik.
2 X 50

Materi: Memahami kinerja konselor profesional
Pustaka: Gibson, D. M., Dooley, B. A., Kelchner, V. P., Moss, J. M., & Vacchio, C. B. (2012). From counselor-in-training to professional school counselor: Understanding professional identity development. Journal of professional counseling: Practice, theory & research, 39(1), 17-25.

Materi: Memahami kinerja konselor profesional
Pustaka: Wiyono, B. D., Nursalim, M., Pratiwi, T. I., & Ilhamuddin, M. F. (2023, March). Evaluation of the Quality of Counseling Services in Improving the Achievement Motivation of Senior High School Students. In International Joint Conference on Arts and Humanities 2022 (IJCAH 2022) (pp. 1027-1038). Atlantis Press.
5%

10

Minggu ke 10

Memahami profesionalisasi profesi bimbingan dan konseling

  1. 1. Menganalisis berbagai upaya profesionalisasi profesi bimbingan dan konseling beserta faktor pendukung dan penghambatnya
  2. 2. Menganalisis strategi penegasan identitas profesi konselor sekolah dalam konteks kebijakan pendidikan
  3. 3. Mengevaluasi kesesuaian sistem pendidikan konselor dengan standar kompetensi profesional
  4. 4. Menilai keberlanjutan dan konsistensi langkah menuju profesionalisme konselor
Kriteria:
  1. 1. Keaktifan selama proses pembelajaran
  2. 2. Rubrik penilaian makalah dan rubrik penilaian presentasi

Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif

Diskusi, tanya-jawab terkait konsep dan sebuah kasus yang terkait topik.
2 X 50
Materi: Memahami profesionalisasi profesi bimbingan dan konseling
Pustaka: Brott, P. & Myers, J. 2009. Development of professional school counselor identity: a grounded theory. Professional School Counseling, 2, 339 348.

Materi: Memahami profesionalisasi profesi bimbingan dan konseling
Pustaka: Nursalim, Mochamad. 2015. Pengembangan Profesi Konseling. Jakarta: PT Erlangga
5%

11

Minggu ke 11

Memahami komunikasi terapeutik

  1. 1. Menganalisis perbedaan pengertian komunikasi terapeutik menurut berbagai ahli atau sumber
  2. 2. Menilai keberhasilan strategi pembentukan komunikasi terapeutik dalam meningkatkan kualitas interaksi konselor–konseli
  3. 3. Mengembangkan skenario atau simulasi praktik komunikasi terapeutik untuk pelatihan konseling
Kriteria:
  1. 1. Rubrik penilaian makalah dan rubrik penilaian presentasi
  2. 2. Mempraktekkan komunikasi terapeutik sesuai pedoman yang ada

Bentuk Penilaian :
Penilaian Portofolio
Diskusi, tanya-jawab terkait konsep dan sebuah kasus yang terkait topik.
2 X 50

Materi: Komunikasi terapeutik
Pustaka: Brott, P. & Myers, J. 2009. Development of professional school counselor identity: a grounded theory. Professional School Counseling, 2, 339 348.
5%

12

Minggu ke 12

Memahami konsep dasar dan prosedur konseling individual

1. Menganalisis keterkaitan antara tahap pembinaan hubungan, tahap asesmen masalah, tahap penetapan tujuan, tahap seleksi strategi, tahap implementasi strategi, tahap evaluasi dan tindak lanjut, serta tahap terminasi dalam konseling individual.

Kriteria:

1. Rubrik penilaian makalah dan rubrik penilaian presentasi


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif

Diskusi, tanya-jawab terkait konsep dan sebuah kasus yang terkait topik.
2 X 50
Materi: Konsep dasar dan prosedur konseling individual
Pustaka: Nursalim, Mochamad. 2015. Pengembangan Profesi Konseling. Jakarta: PT Erlangga
5%

13

Minggu ke 13

Memahami konsep dasar dan prosedur konseling kelompok

  1. 1. Menganalisis latar belakang munculnya konseling kelompok beserta faktor pendorongnya
  2. 2. Menilai kelebihan dan kelemahan konseling individual dibandingkan konseling kelompok dalam berbagai konteks
  3. 3. Menganalisis tahapan proses konseling kelompok beserta tujuan setiap tahapannya
Kriteria:

1. Rubrik penilaian makalah dan rubrik penilaian presentasi


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif
Diskusi, tanya-jawab terkait konsep dan sebuah kasus yang terkait topik

Materi: Konsep dasar dan prosedur konseling kelompok
Pustaka: Nursalim, Mochamad. 2015. Pengembangan Profesi Konseling. Jakarta: PT Erlangga
5%

14

Minggu ke 14

Memahami bimbingan dan konseling setting khusus

  1. 1. Menganalisis bentuk dan strategi bimbingan konseling bagi anak cerdas dan berbakat istimewa
  2. 2. Menganalisis peran layanan konseling dalam mendukung pelaksanaan pendidikan inklusif
  3. 3. Menganalisis prinsip, teknik, dan tahapan pelaksanaan konseling traumatis
  4. 4. Menganalisis konsep, tujuan, dan penerapan konseling spiritual dalam berbagai konteks
Kriteria:

1. Rubrik penilaian makalah dan rubrik penilaian presentasi


Bentuk Penilaian :
Aktifitas Partisipasif

Presentasi kelompok, diskusi, dan pemberian tugas
2 X 50
Materi: Bimbingan dan konseling setting khusus
Pustaka: Nursalim, Mochamad. 2015. Pengembangan Profesi Konseling. Jakarta: PT Erlangga
5%

15

Minggu ke 15

Memahami pelayanan bimbingan dan konseling dalam kurikulum merdeka belajar

  1. 1. Menganalisis bentuk dan peran pelayanan bimbingan dan konseling dalam kurikulum Merdeka Belajar
  2. 2. Menilai relevansi soft skill dalam kurikulum Merdeka Belajar terhadap kebutuhan peserta didik masa kini
Kriteria:

1. Rubrik penilaian makalah dan rubrik penilaian presentasi


Bentuk Penilaian :
Penilaian Portofolio
Presentasi kelompok, diskusi, dan pemberian tugas.
2 X 50

Materi: Pelayanan bimbingan dan konseling dalam Kurikulum Merdeka Belajar
Pustaka: Nursalim, M. (2020). Peluang dan Tantangan Profesi Bimbingan dan Konseling di Era Revolusi Industri 4.0. PD ABKIN Jatim Open Journal System, 1(1), 31-40.
5%

16

Minggu ke 16

Memahami materi profesi bimbingan dan konseling secara komprehensif

1. Memahami materi pembelajaran dari pertemuan 1-15

Kriteria:

Rubrik penilaian


Bentuk Penilaian :
Tes
Ujian sumatif
2 X 50

Materi: Profesi bimbingan dan konseling
Pustaka: Nursalim, Mochamad. 2015. Pengembangan Profesi Konseling. Jakarta: PT Erlangga
15%



Rekap Persentase Evaluasi : Case Study

No Evaluasi Persentase
1. Aktifitas Partisipasif 50%
2. Penilaian Portofolio 20%
3. Tes 30%
100%

Catatan

  1. Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi (PLO - Program Studi) adalah kemampuan yang dimiliki oleh setiap lulusan Program Studi yang merupakan internalisasi dari sikap, penguasaan pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan jenjang prodinya yang diperoleh melalui proses pembelajaran.
  2. PLO yang dibebankan pada mata kuliah adalah beberapa capaian pembelajaran lulusan program studi (CPL-Program Studi) yang digunakan untuk pembentukan/pengembangan sebuah mata kuliah yang terdiri dari aspek sikap, ketrampulan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan.
  3. Program Objectives (PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PLO yang dibebankan pada mata kuliah, dan bersifat spesifik terhadap bahan kajian atau materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  4. Sub-PO Mata kuliah (Sub-PO) adalah kemampuan yang dijabarkan secara spesifik dari PO yang dapat diukur atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan bersifat spesifik terhadap materi pembelajaran mata kuliah tersebut.
  5. Indikator penilaian kemampuan dalam proses maupun hasil belajar mahasiswa adalah pernyataan spesifik dan terukur yang mengidentifikasi kemampuan atau kinerja hasil belajar mahasiswa yang disertai bukti-bukti.
  6. Kreteria Penilaian adalah patokan yang digunakan sebagai ukuran atau tolok ukur ketercapaian pembelajaran dalam penilaian berdasarkan indikator-indikator yang telah ditetapkan. Kreteria penilaian merupakan pedoman bagi penilai agar penilaian konsisten dan tidak bias. Kreteria dapat berupa kuantitatif ataupun kualitatif.
  7. Bentuk penilaian: tes dan non-tes.
  8. Bentuk pembelajaran: Kuliah, Responsi, Tutorial, Seminar atau yang setara, Praktikum, Praktik Studio, Praktik Bengkel, Praktik Lapangan, Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara.
  9. Metode Pembelajaran: Small Group Discussion, Role-Play & Simulation, Discovery Learning, Self-Directed Learning, Cooperative Learning, Collaborative Learning, Contextual Learning, Project Based Learning, dan metode lainnya yg setara.
  10. Materi Pembelajaran adalah rincian atau uraian dari bahan kajian yg dapat disajikan dalam bentuk beberapa pokok dan sub-pokok bahasan.
  11. Bobot penilaian adalah prosentasi penilaian terhadap setiap pencapaian sub-PO yang besarnya proposional dengan tingkat kesulitan pencapaian sub-PO tsb., dan totalnya 100%.
  12. TM=Tatap Muka, PT=Penugasan terstruktur, BM=Belajar mandiri.